Thursday, October 16, 2008

MITRA KARYA 2008

Alhamdulillah akhirnya MK bisa selesai juga, dari awal aku sering merasa kalau MK kali ini pasti agak membingungkan bagi angkatan ku, karena ada hal yang sulit sekali untuk dimengerti satu sama lain. Awalnya aku sangat tidak optimis bila MK akan kami jalankan hanya bersama panitia yang jumlahnya hanya setengah dari angkatan kami, dan ternyata hal itu lah yang memulai MK menjadi agak sulit dijalankan. Keterbatasan panitia bukan menjadi satu kendala, tetapi ini merupakan akar dari kendala yang lebih berat lagi, yaitu ketika harus menentukan posisi teman sejawat kami yang belum menjalankan MK tahun lalu. Begitu banyak pendapat terlontar dan akhirnya terpilih lah satu suara bahwa setengah dari jumlah angkatan kami yang belum mengikuti MK harus berperan ganda menjadi peserta sekaligus panitia, mungkin awalnya terdengar simpel, tetapi ternyata sangat berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Ketika MK tiba terjadi perselisihan pendapat, kami menjadi dua kubu, aku sangat tidak setuju dengan keadaan itu. Malam itu adalah malam pertama setelah dilakukan beberapa games bagi peserta dan mereka harus menerima award yang diberikan panitia sesuai tradisi MK, dan ternyata award “chiken of the day” jatuh kepada salah satu kelompok yang merupakan teman kami sendiri. Saat itu mulailah timbul perkara yang membuat suasana menjadi tidak sehat malam itu. Beberapa panitia menangis termasuk aku, karena merasa aneh ketika mereka melontarkan banyak keinginan yang seakan-akan seperti ingin merubah konsep acara. Mungkin saat itu aku hanya salah paham dan merasa kelelahan saja sampai tidak bisa menahan air mata. Dua orang teman ku yang menjadi MC acara harus meminta maaf kepada kelompok tersebut, yang aku dengar mereka sempat beradu argumen. Saat itu aku tidak mengikuti forum yang diadakan di ruang balai desa tersebut, karena aku tahu situasinya pasti akan sangat keruh. Aku lebih memilih keluar dari forum.
Ternyata sulit sekali ketika teman sejawat harus menjadi pilihan. Malam itu benar-benar menjadi pelajaran bagi ku, apalagi posisi ku adalah sebagai koordinator sirkumsisi yang harus memberi kesempatan bagi teman-teman ku itu untuk melihat jalannya sirkumsisi dan bahkan harus memberi kesempatan pada mereka untuk mejadi asisten. Mungkin aku sedikit menyesal karena aku tidak bisa mendapat kesempatan untuk menjadi asisten, saat itu padahal aku koordinator , tapi InsyaAllah aku ikhlas bila teman-teman ku bisa merasakan apa yang mereka inginkan ketika acara sirkumsisi. Tadinya, acara sirkumsisi hanya ditujukan bagi peserta dari angkatan bawah kami, tetapi berhubung permintaan ini datang dari teman kami sendiri , jadi dengan segala pertimbangan harus kami jalankan.
Aku hanya berharap semoga segala permasalahan yang ada dapat hilang begitu saja, karena bagi ku kesejawatan adalah salah satu hal terpenting dalam karir kami sebagai seorang dokter kelak. Aku ingin bersahabat, karena aku yakin datangnya persahabatan itu dari ALLAH AL-JAMI’ yang Maha Menghimpun , semoga Allah SWT meridhoi kesejawatan yang telah kami bentuk mulai dari MK kemarin hingga akhir hayat kami ... Amin.
NB : bagi teman-teman ku yang mungkin membaca blog ku ini, aku hanya ingin bilang ke kalian bahwa sebenarnya aku ingin sekali kita semua menjadi sejawat yang benar-benar sejawat, dan bukan sejawat yang hanya sesaat saja, aku juga ingin meminta maaf bila selama acara MK berlangsung banyak kesalahan yang aku perbuat. Satu lagi, aku juga sangat memohon maaf sekali kalau hanya bisa mengumpulkan pasien sirkumsisi hanya 19 orang yang tadinya ditargetkan akan mencapai 50 orang... Maaf dan terimakasih atas waktu kalian datang ke MK untuk melakukan bakti sosial bersama... Jadikanlah ini memori bagi kita semua, 3 hari 2 malam dalam keadaan suka cita, sedih, selisih pendapat dan akhirnya bisa dihiasi tawa dengan cerita-cerita MK yang tiada habisnya...^^,