Saturday, December 24, 2011

Sekedar Paragraf Penutup Akhir Tahun 2011

12 bulan sudah aku melewatkan hari-hari dengan setumpuk kesibukan yang tak lain dan tak bukan apalagi kalau bukan soal mengejar cita-cita.
Beberapa peristiwa terlewati tanpa kehadiran ku,bahkan di tahun lalu kejadian yang membuatkan sangat syok dan sedih adalah ketika kakak ku kecelakaan terjun tetapi aku tak di sana dan hanya memantau dari jauh melalui telepon, sms atau kiriman foto-foto tentang keadaannya. Belum lagi ketika keponakan ku lahir 2 bulan lalu di saat aku tidak sedang libur. Dan hal-hal lain seperti tidak ikut liburan bersama keluarga besar, pernikahan sepupu sampai pernikahan beberapa teman lama yang tidak dapat ku hadiri. Namun, aku tetap bahagia mendengar segala kebahagiaan bagi mereka walau hanya doa yang bisa ku panjatkan dari jauh. Dan aku selalu berharap semua dalam keadaan yang baik-baik saja. Tetapi aku paling khawatir bila sudah mendengar kabar mama atau papa sakit karena kadang pikiran ini jadi tidak menentu dan melantur, namun sekali lagi hanya kepada Alloh SWT aku berdoa dan memohon perlindungan untuk keduanya.

Sedikit kegalauan dalam hati mungkin sering terbersit ketika mendengar teman-teman ku sudah banyak yang sukses dan menikah. Mungkin terkesan iri tetapi hati ini hanya sebuah hati manusia yang jauh dari kesempurnaan. Ingin rasanya aku segera di posisi seperti mereka yang sudah terbilang sukses dalam karir maupun menyempurnakan kodratnya sebagai wanita. Aku pun hanya bisa berdoa dan pasrah menunggu jawaban-Nya soal ini semua. Insyaallah aku akan senantiasa memperbaiki diri lahir dan batin untuk selanjutnya dapat menyempurnakan ibadah ku kepada-Nya. Segala hikmah, nikmat dan karunia Alloh SWT akan selalu dilimpahkan bila manusia selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Karena Dia Yang Maha Tahu apa yang sesungguhnya aku butuhkan dan kapan saatnya tiba maka itu lah saat terbaik bagi ku.


Kisah lain di akhir tahun ini adalah tentang seorang sejawat ku yang baru saja kembali ke haribaan-Nya. Seorang teman,sahabat,saudara bahkan seorang anak yang dikenal baik hati, sopan, cerdas, gigih serta memiliki semangat belajar tinggi. Baru beberapa bulan aku mengenalnya tetapi sangat berkesan. Satu hal yang mungkin jarang dimiliki banyak orang, yaitu sifat sabar yang teramat dalam darinya memberikan sebuah pelajaran bagi ku. Semoga aku pun bisa memiliki hati yang sabar seluas samudera agar dapat menjalani segala cobaan dengan hati yang lapang. Sifat lain dari dirinya yang patut diacungi jempol adalah selalu berpikir positif kepada semua orang dan itu sangat membuat ku terharu karena tidak pernah sedikit pun ada cerita negatif tentang dirinya soal pergaulan maupun kesehariannya. Semoga Alloh SWT memberikan tempat terbaik bagi sejawat ku itu.Amin.


Kalau ditanya mengenai resolusi di tahun depan aku hanya bisa berpikir satu hal, yaitu ingin selalu gigih menjalani hari-hari ku menyelesaikan tugas ku meraih cita-cita. Aku ingin segera menjalani hari-hari baru dengan suasana baru dan lingkungan baru serta menjadikan diri ini lebih bermanfaat bagi manusia lain. Dan kalau bicara tahun baru tentunya beberapa hari setelah tahun baru akan tiba hari dimana aku akan bertambah usia. Usia ku akan semakin dewasa, tetapi kadang sikap dan pikiran ini masih kekanak-kanakan. Aku tidak butuh kado berupa materi, karena aku cuma ingin Alloh SWT mengabulkan doa ku dan berharap Dia akan mendengar lalu melimpahkan harapan ku itu.
Doa dan harapan ku di usia ku yang ke-24 :

1. Ya Rabb, aku ingin Engkau selalu memberikan kesehatan bagi kedua orang tua ku agar mereka dapat ku bahagiakan seperti mereka membahagiakan ku hingga kini, walaupun mungkin segala jerih payah mereka tak ternilai harganya tapi aku mohon berikan lah waktu dimana aku dapat membahagiakan mereka, melihat ku sukses dalam karir, mengantarkan ku menikah sampai memberi mereka cucu yang sholeh/sholeha dan lucu-lucu...Amin.

2. Ya Rabb, aku ingin selalu diberikan kelancaran dalam menggapai cita-cita dan izinkanlah aku untuk selalu menuntut ilmu setinggi-tingginya agar senantiasa bermanfaat bagi manusia lainnya sebagaimana profesi ku saat ini...Amin.

3. Ya Rabb, doa ku yang ini sebenarnya aku malu mengungkapkan tapi aku ingin sekali Engkau mendengarnya dan mengabulkannya di usia ku ini, tunjukkanlah jodoh ku Ya Mujib, pertemukanlah kami dalam tali silaturahmi di jalan-Mu, permudahkanlah jalannya menemukan hati ku sehingga kami dapat berkumpul dalam suasana hati yang tulus karena-Mu Ya Jami', berikanlah kesejukan di hati kami ketika bertemu Ya Waduud, dan eratkan hati kami selalu dalam iman kepada-Mu Ya Karim...Amin Ya Rabbal Alamin...

Ya Alloh Ya Rahman Ya Rohim,,,hanya kasih sayang-Mu lah yang mampu membuat diri ini merasa aman dan tenang, dan terima kasih Engkau selalu mengirimkan orang-orang yang menyayangi ku di mana pun aku berada. Orang tua, saudara, sahabat dan guru ku adalah manusia yang Engkau kirim untuk ku. Terimakasih Ya Alloh Ya Wahab...

Lahawlaa wa laa kuwwata illaabillahil aliyil adzim
Sholallahu 'ala syaidina Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi wassalam wal hamdulillahirrobbil 'alamin....

"All my life I'll give my best for everything I do and especially for my parent whom I'll dedicate my successful by make them proud and happy,,,I love mama and papa"

Wednesday, October 19, 2011

Me and my lovely Grandel’s from Grabag to Semarang on 20 September to 13 november 2010

Kali ini perjalanan kami semakin terasa seru, tidak hanya canda tawa saja yang menghiasi perjalanan ini tapi ada juga air mata. Semua itu dimulai dengan salah seorang dari kami bersepuluh yang ternyata harus dirawat di RS karena DBD dan demam tifoid. Siapa dia???,,,,dia itu saya,,,,
Hari yang sebelumnya tidak pernah terbayang sedikit pun, hari dimana saya harus mencicipi jadi seorang pasien pada sebuah paviliun “G” di kota itu. Hari pertama tiba, diri ini masih seperti orang yang “sok kuat” sampai akhirnya sudah tidak tahan dan ingin pingsan. RL iv pun harus terpasang di tangan ini, sampai tiba di UGD apa yang terjadi???,,,,tentu saja saya harus dirawat,,,dan akhirnya dirawat lah di kelas dua RS itu,,,malam itu teman-teman saya yang bergantian jaga,,,benar-benar malam itu adalah malam yang sangat menyedihkan bagi saya,,,jauh dari mama dan papa,,,tapi Alhamdulillah teman-teman saya sudah mau meluangkan waktu mereka untuk bergantian menjaga saya yang sudah tidak berdaya ini. Malam itu tidak akan terlupakan,,,bahkan saat ingin ke kamar mandi saja kaki ini sampai sulit sekali melangkah karena kram di bagian betis,,,tidur pun rasanya sulit sekali, terasa di telinga ini berisik sekali dan tidak tahu ada apa sebenarnya. Sampai akhirnya keesokan harinya mama dan adik saya datang dari jakarta. Yang paling terharu ketika harus melihat mama menangis. Pada hari kedua itu saya langsung dipindahkan ke paviliun “G” dengan harapan suasanan disana dapat mendukung kesembuhan karena situasi lebih kondusif. Alhamdulillah selama empat hari dirawat keadaan saya pun semakin membaik. Awalnya saya sangat tidak yakin akan terus melanjutkan perjalanan bersama sembilan orang teman saya itu, namun hati ini semakin yakin ketika seorang dokter spesialis penyakit dalam yang merawat saya itu visit dan memberikan semangat dengan kalimatnya yang sangat santun. Saya tidak akan melupakan dokter itu, dia sangat baik dan kalimatnya pun selalu memotivasi saya sehingga pada hari kamis trombosit yang tadinya sempat turun hingga 13.000 menjadi naik. Hari kamis malam pun saya dijemput teman-teman menuju Magelang, dan hari- hari kami pun dimulai.
Sungguh perjalanan kami memang diwarnai dengan kegembiraan. Tinggal satu atap membuat kami saling mengenal watak satu sama lain. Walaupun sempat ada momen yang kurang mengenakan, tetapi itu semua telah selesai dan kembali seperti sedia kala. The Grandel’s,,,,yaa,,,itu lah nama kami. Nama itu diciptakan oleh seorang teman saya yang kepanjangannya diambil dari nama desa tempat kami menetap selama lima minggu. Selama disana banyak pelajaran yang dapat kami ambil, tidak hanya bagaimana cara kerja masing-masing program puskesmas tetapi juga tentang sebuah makna kehidupan. Disana baru terasa pentingnya bersosialisasi dan mengenal orang baru. Orang-orang desa yang sangat baik, mereka bahkan mungkin belum terjamah oleh pikiran-pikiran negatif. Niat orang-orang desa yang selalu ingin membantu sesama tanpa pandang bulu. Dan itu sangat menyentuh saya. Pelajaran lain adalah mengenai makna Kedokteran Keluarga yang cukup menarik perhatian saya dan membuat saya merasa bahwa adanya seorang dokter keluarga itu ternyata penting. Tidak mudah juga ternyata untuk menjadi seorang dokter keluarga, karena hal utama dalam benak seorang dokter keluarga adalah tentang sebuah niat dan keikhlasan. Bagi saya seorang dokter keluarga bukan lah sekedar dokter yang setelah memberi resep obat lalu selesai, namun harus menjalankan tugas secara paripurna dan menyeluruh. Menjaga agar yang sehat tetap sehat dan mengobati yang sakit sesuai keilmuan yang dimiliki serta melakukan rujukan sesuai kebutuhan. Intinya seorang dokter keluarga harus lah seorang dokter yang cerdas dan pandai berkomunikasi. Cerdas untuk mendiagnosis dan pandai berkomunikasi aktif untuk mendalami penyakit serta faktor risiko yang dimiliki pasien, sehingga dapat dilakukan suatu edukasi maupun penatalaksanaan yang berkesinambungan bagi pasien serta keluarganya. Itu lah yang membuat saya tertarik untuk menjadi seorang dokter keluarga.
Kisah perjalanan kali ini sangat seru dan pastinya penuh keceriaan. Saya senang bisa bersama-sama sembilan orang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga dan saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT karena telah mengirimkan mereka sebagai teman dalam satu tim. Tim yang solid dan penuh kekeluargaan.
I’ll always remember those moment when we spent our time together with laugh, happiness or even tears. Love you all my Grandel’s and thank you for those togetherness.

Wednesday, October 12, 2011

Cerita Hati Tentang Ikhlas dan Lapang Dada

Untuk kesekian kalinya mengalami dilema yang Alhamdulillah berujung ikhlas dan lapang dada.
Sempat gundah sampai sakit melanda ketika hati bimbang menanti keputusan itu.
Seminggu yang terasa amat suram menghalau angan dan cita-cita serta rencana masa depan yang sudah tertanam erat dalam hati, semua itu karena saat keikhlasan belum datang sepenuhnya menyelubungi nurani yang kian resah sehingga tak paham harus dibawa kemana asa ini.
Tiba waktunya hari dimana arti kemunculan sebuah nama terpugut di selebaran pengumuman jadwal stase,,hmmm,,,yaa,hari itu hati ini sudah mengikhlaskan apapun keputusannya.
Dan ternyata memang Aku harus tetap melanjutkannya di kota ini.
Malam sebelum hari itu Aku berpasrah pada-Nya memohon dari lubuk terdalam akan yang terbaik bagi diri ini, memohon tempat terbaik melanjutkan stase yang masih 6 lagi harus Aku jalani.
Awalnya ego ini sangat tak terkendali menginginkan agar kembali ke jakarta berharap lebih cepat menyelesaikan stase-stase, ditambah lagi rasa iri terhadap kawan-kawan yang sudah melaju lebih cepat dari pada Aku di sini.
Semua itu makin Aku pasrahkan ketika tahu bahwa ada yang lebih tepat untuk didahului mengambil tempat karena memang mereka seharusnya sudah selesai, itu lah yang Aku kecewakan dari sistem yang mengolah perjalanan Kami ini karena sistem yang kurang peka dalam mempertimbangkan keadaan di masa lalu dan masa kini,,,yaa,itu hanya opini Ku.
Kalaupun harus ditunjuk siapa yang salah mungkin sang empunya sistem lah yang perlu mempertanggungjawabkan semua kericuhan ini, tetapi apa mau dikata mulut ini tak memiliki kuasa dan yang bisa dilakukan hanya berdoa memohon yang terbaik karena Sang Kuasa lah yang Maha Tahu tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia.
Dan saat ini pun Insyaallah Aku sudah ikhlas untuk apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini kelak, hanya doa dan ikhtiar yang akan Aku lakukan.
Kalau pun ada yang terberat untuk Aku relakan adalah waktu Ku yang semakin jarang Aku habiskan bersama keluarga.
Untuk kedua orang tua Kami yang saat ini sudah semakin sering melalui hari-hari hanya berdua karena anak-anak mereka mulai sibuk mengejar cita-citanya, namun Aku harap semua yang Kami lakukan mendapat ridho keduanya dan dapat membahagiakan keduanya kelak.
Aku dan kedua saudara kandung Ku dilahirkan dari orang tua yang berjiwa besar dalam membesarkan anak-anaknya, dari kecil Kami dididik untuk menjadi manusia yang mengejar cita-cita menjadi orang sukses dan kini Alhamdulillah Kami bertiga memiliki profesi yang sama-sama bergerak dalam bidang yang notabennya adalah sebuah pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalankan profesi Kami dan selalu meluruskan niat Insyaallah tulus karena-Nya.Amin...

Wednesday, July 6, 2011

Apakah Tanda-Tanda Kiamat Ada Di Diri Ku ???...

Tidak semua hal Aku paham tentang tanda-tanda kebesaran-Nya, karena Aku memang tidak cukup pandai membaca petunjuk-Nya. Dan bahkan tanda-tanda kiamat ada di diri ku saja baru aku pahami...hmmm,,,bagaimana ya kira-kira tanda-tanda itu bisa ada di diri ini???...
Yang baru Aku sadari ini ternyata memang benar ada pada Ku.
Aku menyadari namun tetap takut kalau-kalau akan selalu mengulangi itu semua. Aku merasa belum sepenuhnya berbakti pada mereka.
Yaaa,,,memang mungkin Aku selalu mengelak dalam hati kalau itu wajar sering Aku lakukan, tetapi ternyata tidak seharusnya Aku seperti itu. Aku menyesal, tetapi tetap takut hal-hal kekanak-kanakan itu akan terulang lagi.
Memang diri ini terkesan kekanak-kanakan karena memang Aku masih merasa ingin diperlakukan seperti masa itu. Masa-masa tanpa beban yang selalu didampingi, ditemani bahkan dilayani. Sekali lagi hal-hal itu memang seharusnya sudah tidak aku lakukan,tapi Aku masih sering khilaf.
Hati ini sadar dan memohon ampunan-Nya, tapi kenapa mulut ini berat dalam berucap meminta maaf kepada mereka.
Mungkin cara lain yang bisa Aku lakukan adalah melakukan apa yang mereka mau Aku lakukan karena pasti mereka selalu memaafkan semua khilaf Ku.
Di tempat yang jauh ini Aku selalu memohon kepada-Nya agar mereka diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.
Dan bila Aku tiba kembali dalam kebersamaan kami, Insyaallah akan selalu Ku buat mereka senang dengan apa yang Ku lakukan. Sesungguhnya Aku selalu ingin mendapatkan ridho mereka. Karena ridho-Nya hanya akan Ku dapat dari keridhoan mereka.

Allahummagfirlii wali waali dayya warhamhumaa kamaa robbayaa ni shoghiroo...Amin.

"Ya Rabb, Aku cuma titipan dari Mu bagi Mereka, dan Aku masih menjadi tanggungan di usia yang sudah beranjak dewasa ini. Yang bisa Aku lakukan saat ini adalah terus berusaha semaksimalnya untuk meraih cita-cita Ku yang juga cita-cita mereka,,,Insyaallah Aku akan terus mempertahankan semangat ini dalam menjalankan tanggung jawab serta kewajiban Ku sebagai seorang hamba-Mu juga terhadap profesi Ku kini dan nanti... Amin."

Wednesday, June 29, 2011

"Smile is the cure of all sickness"

People will smile when they are happy or in a good mood.So that's the reason why people can't smile when they are sick or in a bad mood.That's why smile needs to be reloaded.How to reload smile is still a big question for me although every time I share some jokes and makes them smile.I keep on thinking of one thing I doubt why people hard to smile even they are in a blissful. Maybe they feel uncomfortable to smile in front of people they don't know,moreover there is no reason to give no smile to everyone even we don't know each other because smile can be one of our identity.My mother asked me "do you smile when you walk and see our neighbor around?" And I answered "of course mom,,,I even smile to a pedicab driver" and then she laughed.And I've learned to this on my own way,I mean on my way to make a good smile everywhere I am. It starts from my thinking and let my limbic system regulates my mood so I can smile with all my heart and soul precisely. Although sometimes my brain is full of thinking and kind of overload, I still push myself to smile and that's the time when smile becomes a force. A smile within a force is not natural and seems like my face paralyse. Everyday I meet people and have conversation with them so I need full of energy to smile. Smile needs much positive energy. I'll reload this energy and spread smile wherever I am.When I smile I feel something I can't explain, just like getting a cherry...hmmm, I think it's a satisfaction..

Saturday, April 16, 2011

Tentang Pengabdian dan Proses Menjadi Dewasa...

Bismillahirrohmaanirrohim....

Malam ini mungkin malam minggu trakir aku bisa santai dan kumpul bersama keluarga.
Hari minggu aku harus mulai packing persiapan berangkat ke kota tempat ku akan menjalani kewajiban selama 1 tahun.
Hari senin malam aku pun berangkat menuju kota itu.
Aku harap tidak akan ada air mata saat keberangkatan ku.
Dan hari selasa akan mulai kehidupan baru ku disana.
Semoga hari-hari disana bisa menyenangkan dan membuat ku betah, walaupun mungkin harus adaptasi dari awal.
Namun, ada satu rasa dimana hati ini seperti akan dilepas dari keluarga untuk menuju kemandirian.
Rasa yang sulit sekali aku ungkapkan, dan ini seperti rasa dimana aku harus bisa memulai diri ini menjadi sosok yang lebih dewasa dimana pertama kalinya aku akan jauh dari mama dan papa dalam waktu yang cukup lama.
Mungkin terkesan berlebihan atau manja,tapi bagi ku bukan itu!!!
Aku kadang seperti tidak tega meninggalkan rumah jauh-jauh karena mama dan papa pasti kesepian,dan mungkin mulai saati ini hari-hari mereka akan mulai kesepian.
Saat anak-anak mereka mulai dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing pasti hari tua mereka juga akan menjadi sepi.
Kadang liburan panjang yang sering membuat diri ini bosan ada hikmahnya,yaitu bisa aku manfaatkan untuk lebih dekat dengan orang tua ku.
Kadang aku merasa tandai-anda kiamat ada pada ku karena tak jarang aku sering sekali membuat mama marah, kesal atau mengomel. Dan itu semua pasti akan sangat aku rindukan.
Berada jauh dari orang tua untuk ku bukan sesuatu yang mudah, bukan karena aku suka dimanja tetapi karena aku sering terlalu khawatir tentang kesehatan mereka karena kalau aku tidak di rumah pasti aku tidak bisa memantau secara langsung.
Aku sangat berharap Allah SWT akan selalu menjaga mama dan papa...Amin.

Hal yang perlu aku sadari adalah tugas ku kelak untuk melakukan pengabdian yang sebaik-baiknya. Dan mungkin setelah ini aku akan tugas di tempat yang jauh dan harus menjadi pribadi yang mandiri.
Menjalankan tugas itu sendiri dan mungkin mengambil keputusan sendiri pasti akan ku alami. Dan semua itu pasti tidak akan luput dari bantuan Allah SWT.
Jalan yang diberikan-Nya untuk ku maka itulah takdir ku, apa yang akan aku putuskan maka itulah takdir ku, dan apapun yang akan terjadi kelak itu bukanlah suatu kebetulan.
Subhanallah,,,Maha Suci Engkau Ya Rabb.
Hati ini tidak akan tenang bila aku jauh dari-Mu.
Tingkah laku ku tidak akan ikhsan bila aku lupa pada-Mu.
Aku pasrah kan diri ini pada-Mu Ya Allah agar aku bisa menjadi pribadi yang rendah diri dan bijaksana.
Aku mohon diberikan kesabaran dalam menjalankan amanah-Mu ini.
Aku mohon dijauhkan dari segala godaan setan selama aku menuntut ilmu di kota itu.
Dan aku mohon lindungi dan jagalah orang tua ku selama aku jauh dari mereka.
Amin Ya Rabbal alamin....

Ya Wahab,,,Limpahkan anugerah-Mu bagi orang tua ku.
Ya Wali,,,Lindungi keduanya dari segala penyakit dan bahaya.
Ya Awal,Ya Muqodim,,,Awalilah proses menuntut ilmu ku ini dengan segala kebaikan dan kemudahan.
Ya Alim,Ya Rosyid,,,limpahkan dan tanamkanlah ilmu-Mu yang bermanfaat bagi ku.
Ya Khofid,,,aku mohon rendahkan hati ini selalu.
Ya Mujib,,,kabulkan doaku Ya Allah,,,,Amin...

Friday, March 18, 2011

Have I treated my destiny properly??...

Hmmm yaaa,,,
Sometimes I'd better to live with no problems,,but sometimes it's better for me to drown into a huge dilemma,,,
I found my destiny day after day,,,
I do pass my destiny time after time,,,
But the question is "have I treated my destiny by maximal effort???"
Oww yaaaa,,,
I think I still on medium effort,,,
The lack of my self is sometimes I'm getting weak when I feel asleep,I can't do my task properly.
I'd love to learn and I do need to update my brain by reading textbook or exploring a new health issue,but I will not be enjoy learning under pressure.
When situation getting strength I feel emptiness on my brain like there is no word I can say and I genuinely dislike that situation.
The point is uncomfortable situation suddenly can ruin my brain.

My last examination was held a week ago and it was full of nervousness,even I couldn't answer a simple question,,shame on me,,,
10 weeks had made me more savvy about how to treat my destiny,now I realize how important to make a positive situation by positive thinking before start a new step.

For now and later,I say Alhamdulillah and I hope Allah SWT always leads my way by the time I grow up,save my life,keep me health so I can do my duty properly. And also keep my parent health so they can see me success and make them proud ,.Amien...

Kenyataan yang baru disudahi dan Doa yang jadi kenyataan...

Yang kali ini benar-benar banyak sekali cobaannya.
Bisa dibilang kalau hari-hari itu membuat saya merasa tidak kerasan.
Saat teori tidak sejalan dengan realita,
Saat yang lebih paham punya pendapatnya sendiri,
Saat keadaan benar-benar sangat tidak sejalan dengan prinsip dan keinginan saya.
Semua itu hanya membuat otak ini selalu berpikir negatif,
dan selalu difensif.
Tapi ternyata itulah kesalahan saya,,,
Karena mungkin niat ini sudah tercampur dengan pikiran yang tidak jernih,,,
Selalu menganggap diri tidak beruntung,,,
Selalu merasa tidak ada keadilan,,,
Selalu mengeluh di saat-saat yang seharusnya bisa dilalui dengan kesenangan,,,
Dan ternyata itu membuat saya gagal dalam mengendalikan diri.
Seharusnya jalani saja,,,
Memang saya jalani sampai akhir tapi salahnya adalah menjalani dengan tulus yang setengah-setengah,,,dan mungkin hasilnya pun jadi setengah-setengah...
Pelajaran yang berarti kali ini adalah tentang pentingnya niat tulus dan berpikir positif agar segalanya berjalan sebaik-baiknya dan hasilnya pun didapat yang paling maksimal,,,
Sekarang saatnya menerima kenyataan baru dimana doa-doa masa lalu terkabulkan,,,
Insyaallah saya hanya ingin meluruskan niat Lillahita'ala untuk menjalani tahapan selanjutnya,walaupun ada sedikit rasa berat tapi Insyaallah semua ini akan membawa berkah,,,Amin...

"Ya Rabbana,aku mohon bantulah diri ini untuk selalu meluruskan niat dan dengan tulus menjalani kewajiban-kewajiban ku hingga aku mendapatkan hak ku yang paling setimpal dengan apa yang telah ku perbuat,,,Amin"