INFORM CONSENT
Komponen utamanya antara lain :
1. Deskripsi prosedur
2. Indikasi untuk prosedur yang dilakukan
3. Risiko dan komplikasi prosedur
4. Alternatif lain selain prosedur yang akan dilakukan
Penjelasan dilakukan secara keseluruhan, hingga pada akhirnya pasien bertanya sampai mengerti tentang semua yang diinformasikan.
PENILAIAN PASIEN
Pasien harus menjalani laporan singkat mengenai status pengobatan yang sedang dijalaninya dan riwayat alergi. Penilaian kardiopulmonal harus dicek sebelumnya untuk tindakan endoscopy sedatif. Informasi pasien tersebut harus diketahui oleh operator maupun asisten ketika melakukan tindakan.

Liver Disease
Pasien sirosis seringkali menderita perdarahan gastrointestinal membutuhkan perawatan antara lain tindakan endoscopy. Sirosis menyulitkan tindakan endoscopy pada beberapa hal. Pertama, disfungsi hepar dapat mengubah metabolisme obat. Pada penelitian prospektif, eliminasi midazolam mengalami pemanjangan (3,9 jam) bila dibandingkan dengan kontrol (1,6 jam). Penggunaan opioid narkotik juga menjadi penyulit bagi pasien ini. Depresi pernapasan juga harus diperhatikan dengan spesifik, terutama pada keadaan acites, hepatic hydrothorax, atau hepatopulmonary syndrome. Dengan pertimbangan tersebut, berikut ini adalah beberapa saran dalam melakukan tindakan :
1. Turunkan dosis golongan sedativ setengah dari dosis awal untuk standar kesehatan pasien sesuai usia dan massa tubuh.
2. Administrasi sedasi dengan sedikit kenaikan.
3. Pergantian antara benzodiazepin ( romazicon ) dengan narcotic (narcan) harus disiapkan. Tugas operator harus dapat memahami penggunaan obat-obat tersebut dan disesuaikan dengan dosis standar.
Kedua, sirosis hepar merupakan predisposisi meningkatnya risiko perdarahan GI melalui beberapa mekanisme. Sintesis yang tidak adekuat dari faktor pembekuan dapat memperpanjang waktu perdarahan (bleeding time). Hal tersebut dikarenakan hipertensi portal dihubungkan dengan trombositopenia. Untuk itu, perdarahan aktif yang terjadi saat tindakan endoscopy perlu ditangani, segera lakukan koreksi keabnormalan pembekuan darah. Untuk mencapai koreksi yang baik digunakan fresh frozen plasma (FFP). Koreksi berhasil bila mencapai international normalized ratio (INR) kurang dari 1,5. Pada pasien dengan trombosit kurang dari 50.000, pertimbangkan diberikannya transfusi. Pengecualian untuk endoscopy pada pasien tanpa perdarahan GI, koreksi agresif untuk keabnormalan pembekuan tidak perlu dilakukan. Jika INR pasien kurang dari 2,5 dan trombosit lebih dari 20.000, maka risiko terjadinya perdarahan minimal.
Referensi :
Drossman DA, Shaheen NJ, Grimm IS.Handbook of Gastroenterologic Procedures.Philadelphia:Lippincott Williams & Wilkins;2005


