Friday, July 25, 2008

PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH

C_H390110788 _ CASE “MULTIPLE TRAUMA”

Hitung Darah Lengkap ...

ž Hitung sel darah merah, yg dilakukan pd kasus adalah penghitungan Hb yaitu 8 gr/dL ( menurun ) , normalnya utk pria adalah 13,5 – 18 gr/dL , wanita 12 – 16 gr/dL.

Keadaan ini disebut anemia yg dpt disebabkan banyak hal antara lain krn penyakit sistemik, keganasan, gagal ginjal, perdarahan , inflamasi , dll.

ž Hitung sel darah putih , pd kasus 12.000 ( meningkat ) normal pd pria maupun wanita 4500 – 11.000/mm kubik

Yg dpt menyebabkan peningkatan leukosit antara lain penyakit kronis ( neutrofil shift-to-the-left ), mieloproloferatif ( leukemia, dll ), sedangkan penurunan jumlah leukosit d’sbbkan adanya hipo- atau aplastik pd sumsum tulang

ž Trombosit 180.000/mm kubik ( dalam bts normal ) , normal wanita & pria 150.000 – 450.000/mm kubik , peningkatan trombosit dpt disebabkan penyakit kronis, perdarahan , mieloproliferatif dan bila terjadi penurunan merupakan tanda terjadinya aplasia sumsum tulang

ž Pd kasus ini :

Trauma à cedera jar à kerusakan pembuluh darah à perdarahan aktiv à penurunan Hb

Cedera jar à merangsang reaksi inflamasi à keluarnya leukosit dr endotel vaskular yg jg b’fungsi sbg mediator2 imun à peningkatan leukosit

ž Bleeding time ...

ž Waktu perdarahan

Ivy : 3 – 6 menit

Template : 6 – 10 menit

Pd kasus bleeding time 1 menit

ž Suatu proses kimiawi yg protein2 plasmanya berinteraksi utk mengubah protein plasma besar yg larut, yaitu fibrinogen menjadi gel stabil yg tdk larut dsbt fibrin dibantu oleh enzim trombin

ž Keseimbangan ‘halus / rapuh ‘ antara koagulasi dng menjaga agar darah ttp cair

ž Bila terjadi ketidakseimbangan ke satu arah dpt berdampak terjadi perdarahan berlebih dan bila sebaliknya akan terjadi trombosis

ž Clotting time ...

ž Waktu pembekuan

Lee-White : 4 – 8 menit

Pd kasus clotting time 6 menit , masih dalam batas normal

ž Uji Lee-White adl uji tertua & jg uji yg paling kurang akurat

ž Uji yg paling sering dilakukan adalah PTT ( Partial Thromboplastin Time ) dan PT ( Protrombin Time )

ž Semua uji ini digunakan utk mendeteksi adanya kelainan faktor spesifik koagulasi

PRIMARY SURVEY DAN RESUSITASI

C_H390110788 _ CASE “ MULTIPLE TRAUMA

Untuk memahami interpretasi ini, maka kita harus memahami tindakan pertolongan pertama yaitu ATLS ( Advance Trauma Life Suport )

A : ... ( airway )

ž Artinya jalan napas

ž Maksudnya adalah membebaskan jalan napas sehingga tidak ada sumbatan atau obstruksi yg menghalangi jalan napas

ž Karakteristik anatomi yg dpt menyebabkan kesulitan jalan napas :

* Otot pendek dan leher obesitas

* Gigi penuh ( tumbuh berlebih )

* Rahang bawah yg mundur dengan angulus mandibulae yg tumpul

* Pelebaran anterior & posterior mandibula

* Mobilitas mandibula yg rendah ( lebar <>

* Jarak symphisis mandibula dng tiroid <>

* Arkus palatum yg panjang

* Ekstensi-fleksi kepala dan cervikal spine yg terbatas

* Tumor

* Infeksi

* Trauma jalan napas atas

* Riwayat kesulitan intubasi dan trakeostomi sebelumnya

* Intubasi yg berkepanjangan menyebabkan stenosis trakea

* AIRWAY pd Case ...

ž Nostril kanan tersumbat oleh bekuan darah, tdk ada p’darahan aktiv

Benturan pd jalan à terkena jar hidung à memar / berdarah krn melukai plexus kiesselbach’s à setelah itu bila tdk ada kelainan koagulasi, maka darah akan membeku à sumbatan nostril à airway terganggu ... Bila terkena tulang hidung , maka akan tergeser atau patah.

B ... ( Breathing )

ž Pernapasan dicek setelah airway dinilai, setelah itu bila airway normal , maka breathing dpt dilihat dr pergerakan dada serta dengan mendengar & merasakan hembusan napas dari hidung

ž Bila tidak ada napas spontan , maka segera berikan napas buatan sebanyak 2-5 kali

ž dan bila napas jg belum adekuat serta terjadi henti jantung, maka segera lakukan resusitasi jantung paru

ž Pada kasus, keadaan breathing dan ventilasi msh dalam keadaan normal, berarti menandakan tidak adanya kelainan pd paru-paru spt pneumotorax ( rongga udara antara pleura dng dinding paru ) , keadaan ini sering terjadi pd pasien korban kecelakaan dng keluhan dada sesak dan nyeri. Bisa jg krn adanya cairan yg dpt m’hmbt fungsi paru.

C ... ( Circulation )

ž Pada circulation ada 2 hal yg harus diingat, yaitu keadaan jantung dan aliran darah

ž Bila terjadi henti jantung pd pemeriksaan tahap ini, maka harus segera dilakukan tindakan resusitasi utk mengembalikan denyut yg normal

ž Sementara itu, harus dicek jg apakah terjadi perdarahan pd tubuh yg harus diobservasi mulai dari kepala hingga ibu jari , bila ada harus segera dilakukan tindakan penghentian perdarahan dng penekanan atau pengikatan pd daerah yg aktif berdarah sampai berhenti, bila tdk berhenti dpt diindikasikan adanya kelainan faktor pembekuan darah

ž Pd pasien dng kelainan faktor pembekuan darah ( co : hemofilia ) harus diberikan transfusi langsung , yaitu darah dr pendonor yg cocok disambungkan langsung kpd pasien ( tdk bisa dr donor yg berupa kantong darah )

ž Pd kasus dilakukan pengambilan sampel darah utk dilakukan Cross matching , yaitu suatu tes utk menilai apakah darah pendonor yg digunakan utk transfusi cocok dng resipien atau tidak, krn bila tdk cocok akan terjadi koagulasi pd aliran darah pasien dan sangat berbahaya bagi keselamatan pasien ( dpt menyebabkan iskemik vaskular jar & organ tubuh ) shgga bs t’jd kematian

ž Pd kasus BP = 80 / 100 ànormal, menandakan tidak adanya keabnormalan jantung akbt kecelakaan , atau akibat efek sistemik lainnya spt krn obat-obatan , alkohol , gangguan ginjal , gangguan endokrin ,dll

ž Pulse = 108 x / menit ànormal 60 – 100 x /mnt , msh tdk jauh dr normal tp termasuk normal tinggi dan bahkan cenderung takikardi ( > 100 x/ mnt ) , hal yg dpt menyebabkan takikardi antara lain adalah pengunaan obat-obatan yg dpt memicu rangsang saraf otonom otot jantung , aktivitas berat , peningkatan suhu tubuh dan keadaan toksik dr jantung

ž Setiap kenaikan 1Fahrenheit (C : F = 5 : 9 , 1F= 0,5556 C ) akan menambah kira-kira 10 denyut / detik, stLh kenaikan mencapai 105 F = { (5/9 x 105)-32 = 26,338 C} akan terjadi penurunan denyut jantung akbt kelelahan otot jantung secara progresif

ž trauma jaringan à kerusakan pembuluh darah à reaksi inflamasi ( kalor, rubor, tumor, dolor ) à kalor yg dihasilkan akan meningkatkan metabolisme tubuh dng cepat pd simpul sinoaurikular (SA) à eksitabilitas & kec irama jantung meningkat à TAKIKARDI

D ...( Disability )

ž AVPU

Alert ( compos mentis )

Voice ( sadar dengan rangsang suara )

Pain ( sadar dengan rangsang nyeri pd sternum atau papilla mammae )

Unrespond ( tidak sadar )

ž GCS ... Glasgow Coma Scale

ž 15 = compos mentis

ž 12 – 14 = somnolen

ž 8 – 11 = sopor

ž 3 – 7 = coma

Pd kasus GCS bernilai 10 , berarti termasuk ke dalam kategori SOPOR

M. Extensor hallucis longus yg ber-origo pd interosseous

Pd kasus ini, ibu jari masih dpt diayunkan krn kemungkinan besar fraktur terjadi pd batas atas tendon muskulus ini, shgga tdk terkena trauma & ttp aktif

M. Flexor hallucis longus yg ber-origo pd os. Fibula

Krn origonya pd os fibula tetapi msh terletak agak di bawah, maka ada kemungkinan jg tdk m’alami trauma jaringan shgga msh aktif b’gerak

E ...( Exposure & environment control )

ž Buka pakaian pasien dan periksa seluruh tubuh serta semua lubang ( orifice ) pd tubuh , dicek apakah terjadi perdarahan atau tidak

Wednesday, July 23, 2008

APA ITU HIPERTENSI ??...

Tekanan darah ( "blood pressure" ) secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu nilai yang menyatakan tinggi rendahnya aliran darah pada tubuh manusia dalam satuan mmHg.
Tekanan darah terbagi 2 nilai :
1) Sistole
tekanan yang terjadi ketika jantung dalam keadaan kontraksi (
memompa volume darah keluar dari jantung menuju organ yang
dibawa oleh arteri )
2) Diastole
tekanan yang terjadi ketika jantung dalam keadaan relaksasi ( pada
situasi ini darah akan masuk menuju jantung dibawa oleh vena dari
seluruh tubuh )

nilai normal :
SISTOLE
< 90 = hipotensi
90 - 100 = normal rendah ( normal untuk anak )
100 - 110 = normal rendah
110 - 120 = normal
120 - 130 = normal ( biasanya setelah olahraga, diet tinggi garam &
kolesterol )
130 -140 = normal tinggi
> 140 = hipertensi

DIASTOLE
< 60 = hipotensi
60 - 65 = normal rendah ( normal untuk anak )
65 - 70 = normal rendah
70 - 80 = normal
80 - 90 = normal tinggi (
biasanya setelah olahraga, diet tinggi garam
&
kolesterol )
> 90 = hipertensi

Hipotensi dan hipertensi merupakan suatu gejala yang dapat terjadi pada banyak penyakit, terutama yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler. Selain itu penyakit sistemik lain seperti Hipertiroid, hipotiroid, gagal ginjal, hiperkolesterolemia, diabetes melitus, dan masih banyak lagi.

Suatu kasus besar yang ternyata makin sering terjadi adalah Hipertensi. berdasar pengalaman terdapat 3 orang yang mengalami hipertensi dari kurang lebih 40 orang yang dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Walaupun ini hanya sebuah data sederhana dan bukan merupakan suatu penelitian pasti, tetapi dari hasil ini pun dapat diketahui bahwa kasus hipertensi harus diwaspadai. Oleh karena itu, ternyata hipertensi selain menjadi sebuah gejal juga dapat menjadi sebuah penyakit yang berdiri sendiri.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya hipertensi, antara lain mulai dari pola diet makanan yang tinggi garam dan kolesterol, sampai faktor genetik.
Beberapa orang yang mengalami hipertensi merasa dirinya baik-baik saja, tidak mengalami gejala seperti pusing, cepat lelah, mual, muntah atau pun pingsan. Hal ini bukan berarti bahwa hipertensi dapat disepelekan walau tidak menimbulkan gejala sekalipun, tetapi orang tersebut seharusnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapat pencegahan lebih lanjut bilamana hipertensi tersebut dapat berdampak pada terjadinya suatu komplikasi ke arah penyakit seperti Hearth Attack, gagal ginjal kronik, bahkan sampai terjadinya multiorgan failure. Tentu saja tidak menutup kemungkinan pada pasien dengan hipertensi yang tidak terdeteksi dini dapat menyebabkan suatu kematian mendadak.

Etiologi
- Diet tinggi lemak dan garam
- Faktor genetik
- Penyakit sistemik co : Hipertiroid ( gondok ), diabetes melitus


Patofisiologi
Lemak secara normal dalam tubuh akan mengalami metabolisme dan akan dipecah menjadi kolesterol dan trigliserida. Selanjutnya kolesterol akan dibawa dengan bantuan protein untuk masuk ke hati, yaitu berupa HDL ( kadar lipoprotein tinggi ), LDL ( kolesterol tinggi ), VLDL ( trigliserida tinggi ) dan kilomikron ( trigliserida tinggi ). Bila diet lemak tinggi, maka kolesterol dalam darah tinggi dan selanjutnya pelepasan dari hati berupa LDL pun akan meningkat, sementara HDL turun. Peningkatan kolesterol dalam darah yang dibawa berupa LDL tersebut lama kelamaan dapat mengendap pada lumen endotelial vaskular, hal inilah yang menyebabkan penyempitan vaskular sehingga aliran darah menjadi sulit dan membuat jantung berkompensasi dengan meningkatkan tekanan darah yang akhirnya dapat terjadi hipertensi.

Sementara itu , bila yang disebabkan oleh faktor genetik dapat disebabkan karena familial hypercholesterolemia ( type IIa ) yang mengalami mutasi gen pada reseptor LDL, akibatnya dapat meningkatkan risiko iskemik jantung dan cerebrovascular disease.
Penyakit sistemik seperti contohnya Hipertiroid dapat berdampak pada hipertensi karena hormon tiroid yang tinggi tersebut merangsang saraf simpatis melalui kerja reseptor beta-adrenergik yang terdapat pada jantung, sehingga terjadi kerja jantung yang meningkat dan tekanan darah yang dipompa jantung meningkat. ( normalnya kerja hormon tiroid adalah merangsang kerja saraf simpatis, tetapi bila berlebihan dapat berdampak pada kerja yang berlebihan pada organ yang diatur saraf simpatis tersebut ).

Jadi, setelah mengetahui tentang hipertensi sebaiknya wajib sekali bagi anda untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin agar komplikasi yang lebih membahayakan dapat dihindari. Cara yang paling mudah untuk membawa diri lebih sehat dan terhindar dari hipertensi adalah dengan pola makan yang baik, yaitu sebagai berikut :

- Diet rendah lemak ; jauhi makanan cepat saji yang banyak
mengandung kolesterol , jangan terlalu sering konsumsi makanan
yang mengandung daging kambing.
- Diet tinggi serat ; konsumsilah sayuran dan buah-buahan yang
banyak mengandung serat ( karena serat baik untuk pencernaan
lemak, agar tidak banyak diserap ke dalam darah )
- Diet tinggi protein ; kacang, tempe, telur, ikan ( protein dimaksudkan
untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak )


" Stay health for being a good person, with health we can make everything on our mind come ture, if we love our body so we must love healthy life..."