C_H390110788 _ CASE “ MULTIPLE TRAUMA
Untuk memahami interpretasi ini, maka kita harus memahami tindakan pertolongan pertama yaitu ATLS ( Advance Trauma Life Suport )
A : ... ( airway )
Artinya jalan napas
Maksudnya adalah membebaskan jalan napas sehingga tidak ada sumbatan atau obstruksi yg menghalangi jalan napas
Karakteristik anatomi yg dpt menyebabkan kesulitan jalan napas :
Otot pendek dan leher obesitas
Gigi penuh ( tumbuh berlebih )
Rahang bawah yg mundur dengan angulus mandibulae yg tumpul
Pelebaran anterior & posterior mandibula
Mobilitas mandibula yg rendah ( lebar <>
Jarak symphisis mandibula dng tiroid <>
Arkus palatum yg panjang
Ekstensi-fleksi kepala dan cervikal spine yg terbatas
Tumor
Infeksi
Trauma jalan napas atas
Riwayat kesulitan intubasi dan trakeostomi sebelumnya
Intubasi yg berkepanjangan menyebabkan stenosis trakea
AIRWAY pd Case ...
Nostril kanan tersumbat oleh bekuan darah, tdk ada p’darahan aktiv
Benturan pd jalan à terkena jar hidung à memar / berdarah krn melukai plexus kiesselbach’s à setelah itu bila tdk ada kelainan koagulasi, maka darah akan membeku à sumbatan nostril à airway terganggu ... Bila terkena tulang hidung , maka akan tergeser atau patah.
B ... ( Breathing )
Pernapasan dicek setelah airway dinilai, setelah itu bila airway normal , maka breathing dpt dilihat dr pergerakan dada serta dengan mendengar & merasakan hembusan napas dari hidung
Bila tidak ada napas spontan , maka segera berikan napas buatan sebanyak 2-5 kali
dan bila napas jg belum adekuat serta terjadi henti jantung, maka segera lakukan resusitasi jantung paru
Pada kasus, keadaan breathing dan ventilasi msh dalam keadaan normal, berarti menandakan tidak adanya kelainan pd paru-paru spt pneumotorax ( rongga udara antara pleura dng dinding paru ) , keadaan ini sering terjadi pd pasien korban kecelakaan dng keluhan dada sesak dan nyeri. Bisa jg krn adanya cairan yg dpt m’hmbt fungsi paru.
C ... ( Circulation )
Pada circulation ada 2 hal yg harus diingat, yaitu keadaan jantung dan aliran darah
Bila terjadi henti jantung pd pemeriksaan tahap ini, maka harus segera dilakukan tindakan resusitasi utk mengembalikan denyut yg normal
Sementara itu, harus dicek jg apakah terjadi perdarahan pd tubuh yg harus diobservasi mulai dari kepala hingga ibu jari , bila ada harus segera dilakukan tindakan penghentian perdarahan dng penekanan atau pengikatan pd daerah yg aktif berdarah sampai berhenti, bila tdk berhenti dpt diindikasikan adanya kelainan faktor pembekuan darah
Pd pasien dng kelainan faktor pembekuan darah ( co : hemofilia ) harus diberikan transfusi langsung , yaitu darah dr pendonor yg cocok disambungkan langsung kpd pasien ( tdk bisa dr donor yg berupa kantong darah )
Pd kasus dilakukan pengambilan sampel darah utk dilakukan Cross matching , yaitu suatu tes utk menilai apakah darah pendonor yg digunakan utk transfusi cocok dng resipien atau tidak, krn bila tdk cocok akan terjadi koagulasi pd aliran darah pasien dan sangat berbahaya bagi keselamatan pasien ( dpt menyebabkan iskemik vaskular jar & organ tubuh ) shgga bs t’jd kematian
Pd kasus BP = 80 / 100 ànormal, menandakan tidak adanya keabnormalan jantung akbt kecelakaan , atau akibat efek sistemik lainnya spt krn obat-obatan , alkohol , gangguan ginjal , gangguan endokrin ,dll
Pulse = 108 x / menit ànormal 60 – 100 x /mnt , msh tdk jauh dr normal tp termasuk normal tinggi dan bahkan cenderung takikardi ( > 100 x/ mnt ) , hal yg dpt menyebabkan takikardi antara lain adalah pengunaan obat-obatan yg dpt memicu rangsang saraf otonom otot jantung , aktivitas berat , peningkatan suhu tubuh dan keadaan toksik dr jantung
Setiap kenaikan 1⁰Fahrenheit (C : F = 5 : 9 , 1⁰F= 0,5556 ⁰C ) akan menambah kira-kira 10 denyut / detik, stLh kenaikan mencapai 105⁰ F = { (5/9 x 105)-32 = 26,338 ⁰C} akan terjadi penurunan denyut jantung akbt kelelahan otot jantung secara progresif
trauma jaringan à kerusakan pembuluh darah à reaksi inflamasi ( kalor, rubor, tumor, dolor ) à kalor yg dihasilkan akan meningkatkan metabolisme tubuh dng cepat pd simpul sinoaurikular (SA) à eksitabilitas & kec irama jantung meningkat à TAKIKARDI
D ...( Disability )
AVPU
› Alert ( compos mentis )
› Voice ( sadar dengan rangsang suara )
› Pain ( sadar dengan rangsang nyeri pd sternum atau papilla mammae )
› Unrespond ( tidak sadar )
GCS ... Glasgow Coma Scale
15 = compos mentis
12 – 14 = somnolen
8 – 11 = sopor
3 – 7 = coma
Pd kasus GCS bernilai 10 , berarti termasuk ke dalam kategori SOPOR
M. Extensor hallucis longus yg ber-origo pd interosseous
Pd kasus ini, ibu jari masih dpt diayunkan krn kemungkinan besar fraktur terjadi pd batas atas tendon muskulus ini, shgga tdk terkena trauma & ttp aktif
M. Flexor hallucis longus yg ber-origo pd os. Fibula
Krn origonya pd os fibula tetapi msh terletak agak di bawah, maka ada kemungkinan jg tdk m’alami trauma jaringan shgga msh aktif b’gerak
E ...( Exposure & environment control )
Buka pakaian pasien dan periksa seluruh tubuh serta semua lubang ( orifice ) pd tubuh , dicek apakah terjadi perdarahan atau tidak
No comments:
Post a Comment