Tekanan darah ( "blood pressure" ) secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu nilai yang menyatakan tinggi rendahnya aliran darah pada tubuh manusia dalam satuan mmHg.
Tekanan darah terbagi 2 nilai :
1) Sistole
tekanan yang terjadi ketika jantung dalam keadaan kontraksi (
memompa volume darah keluar dari jantung menuju organ yang
dibawa oleh arteri )
2) Diastole
tekanan yang terjadi ketika jantung dalam keadaan relaksasi ( pada
situasi ini darah akan masuk menuju jantung dibawa oleh vena dari
seluruh tubuh )
nilai normal :
SISTOLE
< 90 = hipotensi
90 - 100 = normal rendah ( normal untuk anak )
100 - 110 = normal rendah
110 - 120 = normal
120 - 130 = normal ( biasanya setelah olahraga, diet tinggi garam &
kolesterol )
130 -140 = normal tinggi
> 140 = hipertensi
DIASTOLE
< 60 = hipotensi
60 - 65 = normal rendah ( normal untuk anak )
65 - 70 = normal rendah
70 - 80 = normal
80 - 90 = normal tinggi ( biasanya setelah olahraga, diet tinggi garam
& kolesterol )
> 90 = hipertensi
Hipotensi dan hipertensi merupakan suatu gejala yang dapat terjadi pada banyak penyakit, terutama yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler. Selain itu penyakit sistemik lain seperti Hipertiroid, hipotiroid, gagal ginjal, hiperkolesterolemia, diabetes melitus, dan masih banyak lagi.
Suatu kasus besar yang ternyata makin sering terjadi adalah Hipertensi. berdasar pengalaman terdapat 3 orang yang mengalami hipertensi dari kurang lebih 40 orang yang dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Walaupun ini hanya sebuah data sederhana dan bukan merupakan suatu penelitian pasti, tetapi dari hasil ini pun dapat diketahui bahwa kasus hipertensi harus diwaspadai. Oleh karena itu, ternyata hipertensi selain menjadi sebuah gejal juga dapat menjadi sebuah penyakit yang berdiri sendiri.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya hipertensi, antara lain mulai dari pola diet makanan yang tinggi garam dan kolesterol, sampai faktor genetik.
Beberapa orang yang mengalami hipertensi merasa dirinya baik-baik saja, tidak mengalami gejala seperti pusing, cepat lelah, mual, muntah atau pun pingsan. Hal ini bukan berarti bahwa hipertensi dapat disepelekan walau tidak menimbulkan gejala sekalipun, tetapi orang tersebut seharusnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar mendapat pencegahan lebih lanjut bilamana hipertensi tersebut dapat berdampak pada terjadinya suatu komplikasi ke arah penyakit seperti Hearth Attack, gagal ginjal kronik, bahkan sampai terjadinya multiorgan failure. Tentu saja tidak menutup kemungkinan pada pasien dengan hipertensi yang tidak terdeteksi dini dapat menyebabkan suatu kematian mendadak.
Etiologi
- Diet tinggi lemak dan garam
- Faktor genetik
- Penyakit sistemik co : Hipertiroid ( gondok ), diabetes melitus
Patofisiologi
Lemak secara normal dalam tubuh akan mengalami metabolisme dan akan dipecah menjadi kolesterol dan trigliserida. Selanjutnya kolesterol akan dibawa dengan bantuan protein untuk masuk ke hati, yaitu berupa HDL ( kadar lipoprotein tinggi ), LDL ( kolesterol tinggi ), VLDL ( trigliserida tinggi ) dan kilomikron ( trigliserida tinggi ). Bila diet lemak tinggi, maka kolesterol dalam darah tinggi dan selanjutnya pelepasan dari hati berupa LDL pun akan meningkat, sementara HDL turun. Peningkatan kolesterol dalam darah yang dibawa berupa LDL tersebut lama kelamaan dapat mengendap pada lumen endotelial vaskular, hal inilah yang menyebabkan penyempitan vaskular sehingga aliran darah menjadi sulit dan membuat jantung berkompensasi dengan meningkatkan tekanan darah yang akhirnya dapat terjadi hipertensi.
Sementara itu , bila yang disebabkan oleh faktor genetik dapat disebabkan karena familial hypercholesterolemia ( type IIa ) yang mengalami mutasi gen pada reseptor LDL, akibatnya dapat meningkatkan risiko iskemik jantung dan cerebrovascular disease.
Penyakit sistemik seperti contohnya Hipertiroid dapat berdampak pada hipertensi karena hormon tiroid yang tinggi tersebut merangsang saraf simpatis melalui kerja reseptor beta-adrenergik yang terdapat pada jantung, sehingga terjadi kerja jantung yang meningkat dan tekanan darah yang dipompa jantung meningkat. ( normalnya kerja hormon tiroid adalah merangsang kerja saraf simpatis, tetapi bila berlebihan dapat berdampak pada kerja yang berlebihan pada organ yang diatur saraf simpatis tersebut ).
Jadi, setelah mengetahui tentang hipertensi sebaiknya wajib sekali bagi anda untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin agar komplikasi yang lebih membahayakan dapat dihindari. Cara yang paling mudah untuk membawa diri lebih sehat dan terhindar dari hipertensi adalah dengan pola makan yang baik, yaitu sebagai berikut :
- Diet rendah lemak ; jauhi makanan cepat saji yang banyak
mengandung kolesterol , jangan terlalu sering konsumsi makanan
yang mengandung daging kambing.
- Diet tinggi serat ; konsumsilah sayuran dan buah-buahan yang
banyak mengandung serat ( karena serat baik untuk pencernaan
lemak, agar tidak banyak diserap ke dalam darah )
- Diet tinggi protein ; kacang, tempe, telur, ikan ( protein dimaksudkan
untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak )
" Stay health for being a good person, with health we can make everything on our mind come ture, if we love our body so we must love healthy life..."
No comments:
Post a Comment