Untuk kesekian kalinya mengalami dilema yang Alhamdulillah berujung ikhlas dan lapang dada.
Sempat gundah sampai sakit melanda ketika hati bimbang menanti keputusan itu.
Seminggu yang terasa amat suram menghalau angan dan cita-cita serta rencana masa depan yang sudah tertanam erat dalam hati, semua itu karena saat keikhlasan belum datang sepenuhnya menyelubungi nurani yang kian resah sehingga tak paham harus dibawa kemana asa ini.
Tiba waktunya hari dimana arti kemunculan sebuah nama terpugut di selebaran pengumuman jadwal stase,,hmmm,,,yaa,hari itu hati ini sudah mengikhlaskan apapun keputusannya.
Dan ternyata memang Aku harus tetap melanjutkannya di kota ini.
Malam sebelum hari itu Aku berpasrah pada-Nya memohon dari lubuk terdalam akan yang terbaik bagi diri ini, memohon tempat terbaik melanjutkan stase yang masih 6 lagi harus Aku jalani.
Awalnya ego ini sangat tak terkendali menginginkan agar kembali ke jakarta berharap lebih cepat menyelesaikan stase-stase, ditambah lagi rasa iri terhadap kawan-kawan yang sudah melaju lebih cepat dari pada Aku di sini.
Semua itu makin Aku pasrahkan ketika tahu bahwa ada yang lebih tepat untuk didahului mengambil tempat karena memang mereka seharusnya sudah selesai, itu lah yang Aku kecewakan dari sistem yang mengolah perjalanan Kami ini karena sistem yang kurang peka dalam mempertimbangkan keadaan di masa lalu dan masa kini,,,yaa,itu hanya opini Ku.
Kalaupun harus ditunjuk siapa yang salah mungkin sang empunya sistem lah yang perlu mempertanggungjawabkan semua kericuhan ini, tetapi apa mau dikata mulut ini tak memiliki kuasa dan yang bisa dilakukan hanya berdoa memohon yang terbaik karena Sang Kuasa lah yang Maha Tahu tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia.
Dan saat ini pun Insyaallah Aku sudah ikhlas untuk apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini kelak, hanya doa dan ikhtiar yang akan Aku lakukan.
Kalau pun ada yang terberat untuk Aku relakan adalah waktu Ku yang semakin jarang Aku habiskan bersama keluarga.
Untuk kedua orang tua Kami yang saat ini sudah semakin sering melalui hari-hari hanya berdua karena anak-anak mereka mulai sibuk mengejar cita-citanya, namun Aku harap semua yang Kami lakukan mendapat ridho keduanya dan dapat membahagiakan keduanya kelak.
Aku dan kedua saudara kandung Ku dilahirkan dari orang tua yang berjiwa besar dalam membesarkan anak-anaknya, dari kecil Kami dididik untuk menjadi manusia yang mengejar cita-cita menjadi orang sukses dan kini Alhamdulillah Kami bertiga memiliki profesi yang sama-sama bergerak dalam bidang yang notabennya adalah sebuah pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalankan profesi Kami dan selalu meluruskan niat Insyaallah tulus karena-Nya.Amin...
No comments:
Post a Comment