INTERPRETASI KELUHAN UTAMA
Analisis kasus (Pria, 36 tahun)
§ KU : Nyeri seperti terbakar di epigastrium bagian atas abdomen
§ Sejak 1 tahun mengalami nyeri epigastrik episodik, yang timbul setelah makan banyak dan nyeri menghilang setelah makan dan minum obat
§ 2 tahun lalu mengalami permasalahan rumah tangga (psikis), serta minum alkohol dan merokok 20 batang per hari
§ Ke dokter dan disarankan meminum obat sakit perut antacid dan ranitidin
Etiologi nyeri perut ![]()
· Nyeri epigastrium sampai ke dada :
o Esofagitis
o Hiatus hernia
o Ulkus gaster (UG)
· Nyeri epigastrium :
o Gastritis atau Ulkus gaster ( asam, epigastrium )
o Duodenitis atau Ulkus duodenum ( kolik dan
o dan terletak di periumbilikal, kembung, mual,muntah)
o Pankreatitis (menjalar ke punggung,
o didahului makan berlemak & alkohol)
o Neoplasma (disertai nyeri di punggung)
· Nyeri pada kuadran kanan atas :
o Kolik bilier (sampai ke punggung)
o Kolesistitis (tanda murphy)
· Nyeri lumbal/pinggang :
o Ginjal
Sejak 1 tahun mengalami nyeri epigastrik episodik, yang timbul setelah makan banyak dan nyeri menghilang setelah makan dan minum obat

![]()
2 tahun lalu mengalami permasalahan rumah tangga (psikis), serta minum alkohol dan merokok 20 batang per hari

Dispepsia
Definisi : ![]()
sekumpulan gejala yang berasal dari saluran pencernaan bagian atas yang bisa berhubungan dengan makan atau minum , yaitu berupa nyeri terbakar pada jantung dan nyeri (biasanya asam) pada perut atas/ dada bawah, kembung, anorexia , dan muntah
Klasifikasi Dispepsia : ![]()
1. Dispepsia Organik : penyebab ditemukan melalui endoskopi , antara lain berupa Ulkus peptikum dan GERD (Gastroesofageal Reflux Dissease)
2. Dispepsia Fungsional / anorganik : penyebab tidak didapatkan pada pemeriksaan endoskopi
Dispepsia Organik ![]()
§ Ulkus peptikum :
ü Utama : hunger pain food relief
ü ulkus duodeni berupa nyeri 1-3 jam setelah makan dan sering terbangun malam hari
ü Ulkus gaster sering kurang jelas, justru kadang nyeri setelah makan
ü Mual dan muntah ( à menurunkan nyeri UG )
ü Penurunan BB ( pada UG jinak, kanker lambung )
ü Nyeri punggung (pada UD ygn menjalar ke posterior )
§ GERD :
ü Asam/terbakar
ü Nyeri retrosternal
ü Menjalar ke atas saat berbaring
ü Berkurang dengan duduk atau dengan antacid
ü Pada kasu berat ada disfagia
ü Gejala tidak khas berupa wheezing, batuk dan napas pendek
Dispepsia Fungsional ![]()
§ Gejala : ( menurut kriteria Roma )
o Menetap 3 bulan dalam 1 tahun
o Rekuren
o Tidak ada kelainan organik yang jelas
o Tidak ada tanda-tanda IBS (Irritable Bowel Syndrome)
o Tidak ada kelainan defekasi
o Tidak ada perubahan frekuensi dan konsistensi tinja
§ Gambaran endoskopi dapat berupa non-erosif gastritis, non-erosif duodenitis dan non-erosif reflux![]()
§ Mekanisme Dispepsia Fungsional : ![]()
1. Asam lambung
2. Motilitas
- Hipomotilitas antrum : pengosongan lambung terhambat
- Gastrid Accomodation menurun : kemampuan menerima makanan dalam jumlah besar berkurang.
- Gangguan aktifitas listrik pada otot lambung
3. Psikologis
- Anxiety
- Neurotik
- Somatosasi
- Depresi
Pemeriksaan penunjang
Nyeri abdomen : ![]()
¨ Tes darah : darah lengkap, LED, CRP, tes fungsi ginjal, tes fungsi hati, kalsium , amilase
¨ Foto polos abdomen
¨ Foto torax tegak : cari pneumoperitoneum (tanda Wriggler)
¨ USG abdomen : lihat empedu dan ginjal
¨ CT Abdomen : melihat retroperitoneal
¨ Radiologi kontras barium : dugaan obetruksi usus besar . Gastrograffin meal dan follow-through bermanfaat bagi obstruksi usus halus
Pemeriksaan penunjang
Dispepsia : ![]()
¨ Tes darah : darah lenglap, LED normal menyingkirkan kelainan serius. Hasil tes serologi positif untuk Helicobacter pylori menunjukkan ulkus peptikum, tapi belum singkirkan keganasan.
¨ Endoskopi : tes definit untuk esofagitis, penyakit epitelium barrett, dan ulkus peptikum. Biopsi antrum untuk tes ureumse untuk H.pylori ( tes CLO )
Mekanisme kasus
