Saturday, June 9, 2012

Tiba-tiba Semua Terasa Tanpa Tujuan...

Ketika memulai menulis judul kali ini pun terasa tanpa tujuan. Semua yang telah dimulai dengan segenap niat dan cita-cita tiba-tiba seperti hilang entah kemana. Kenapa ini terjadi diri ini pun tak tahu jawabannya. Namun mungkin ada sesuatu yang mengganggu pikiran ini sehingga hari-hari seperti terasa gelap. Tujuan hidup ini hanya untuk menjalankan segenap tenaga dan pikiran dengan ikhlas menjalankan segala tugas dan kewajiban, walaupun itu semua kadang telah merenggut waktu untuk dapat bersama orang-orang tercinta, terutama keluarga. Hari demi hari yang telah Saya lalui selama 1 tahun menuju 3 bulan di kota ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Disini Saya merasa banyak hal yang sulit dimengerti, tetapi seiring waktu itu semua dapat dilalui dan selesai begitu saja tentunya dengan segala kelelahan yang bersarang dalam fisik ini. Satu hal yang kadang menjadi pertanyaan dalam diri ini adalah " Apakah Saya siap menjadi dewasa dan menjalani profesi dengan segenap kemampuan dan tanggungjawab kedepannya? "... pertanyaan yang sulit dipaparkan dalam keadaan seperti saat ini. Saat dimana rasa jenuh menyelimuti otak ini dan saat badan ini mulai merasa seperti kekurangan energi. Namun kepercayaan orang tua membuat Saya tetap bertahan dan berjuang menyelesaikan masa-masa pendidikan ini, untuk selanjutnya menjalani tugas yang sesungguhnya di tempat yang pastinya tidak tahu akan dimana. Berada jauh dari orang tua dan keluarga kadang membuat diri ini seperti sendiri walaupun banyak sahabat dan teman di sekitar Saya. Yaaa,,,karena bagi Saya hanya orang tua lah tempat terindah dan ternyaman di dunia, tempat dimana Saya bisa bebas berkeluh kesah tanpa khawatir apapun. Karena mereka adalah milik Allah SWT yang paling berharga bagi Saya. Beberapa hari terakhir ini hati terasa tidak tenang dan merasa gundah. Gundah karena merasa sepi disini, di kamar yang jauh dari rumah, di tempat yang tidak bisa dengan sekejap tiba di rumah. Kadang batin ini merasa membutuhkan sosok lain yang bisa mengisi rasa sepi ini, bukan teman atau sahabat tetapi seorang pendamping hidup. Tetapi mungkin jawaban dari Yang Maha Kuasa belum ada untuk saat ini, dan Saya akan tetap menunggu. Saya tidak tahu kapan waktu itu akan datang, tetapi pasti akan tiba saatnya. Saat itu adalah saat Saya, orang tua dan keluarga telah siap menerimanya sebagai pendamping diri ini. Sekarang mungkin bukan waktu yang tepat memulai sesuatu yang serius, tetapi bukan berarti Saya menutup diri. Saya hanya tidak ingin terkesan terburu-buru, walau sebenarnya hati ini kadang sudah tidak sabar untuk berjumpa dengannya. Sesosok "dia" yang masih menjadi tanda tanya besar bagi Saya dan bahkan mungkin bagi orang-orang sekeliling Saya. Kalau membicarakan soal ini agak miris dan sedih, karena kadang Saya merasa minder ketika teman-teman dengan bangganya bercerita tentang pasangan mereka. Namun beginilah Saya dengan segala kekurangan dan mungkin prinsip yang masih dapat Saya pertahankan sampai detik ini. Insyaallah... Sesulit apappun hari esok pasti akan terlewati juga, walau tidak ada satu pun manusia yang tahu bagaimana hari esok itu akan terjadi dan Allah SWT pasti tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan Saya. Manusia dengan segala kekurangan adalah SAYA...Dan Insyaallah diri ini tidak akan pernah lelah berusaha menjadi yang terbaik dan berguna bagi manusia lainnya. Amin ... writted on June 9, 2012 Flamboyan 211.

No comments: