Saturday, September 20, 2008

Saat 20 tahun tiba ...

Sama sekali awalnya tidak aku sadari bahwa usia ini ternyata akan membawa ke suatu perjalanan yang begitu indah, mungkin seharusnya aku dapat melakukan perjalanan ini 3 tahun yang lalu saat aku duduk di bangku SMA.
9 Januari 2008 silam, aku adalah seorang remaja yang memasuki usia kepala dua. Saat itu aku hanya berusaha menjalaninya dengan sebaik mungkin, tidak ada target apapun, hanya sifat “cuek” ku saja yang seperti biasa mewarnai hidup ku. Dan ternyata perjalanan itu datang dengan sendirinya tanpa rencana. Suatu perjalanan spiritual yang begitu bermakna.
Saat itu 15 Juni 2008, hari pertama kegiatan Training ESQ 165. Awalnya aku sangat tidak setuju karena dosen mewajibkan setiap mahasiswa di angkatan ku untuk mengikuti training ini, bahkan aku sempat berniat untuk hanya membayar saja kemudian “cabut” dari acara itu. Demi Allah SWT, bila niat itu aku jalani, mungkin saat ini aku tidak dapat merasakan betapa indahnya mengenal Dia lebih dekat lagi, Subhanallah...
Hari pertama lebih dari setengah acara aku hanya menjalani tanpa melibatkan perasaan lebih dalam, bahkan ada satu sesi materi aku tertidur pulas kurang lebih 15 menit dan itu sangat aku sesali saat ini. Hari selanjutnya aku mulai menyadari akan arti pentingnya membuang segala belenggu terutama kesombongan yang meliputi hati ku. Ku sadari begitu sombong aku sebagai manusia, aku merasa 20 tahun sia-sia hidup ku dalam sebuah kesombongan. Mungkin aku memang bukan sombong secara lisan, tetapi hati ku sering merasa paling hebat dari yang lain, merasa paling pandai , merasa paling supel, merasa paling bertanggung jawab, merasa paling bisa mengatasi setiap masalah yang ku hadapi, merasa paling jago segalanya, merasa paling kuat, merasa paling gaul, merasa paling serba bisa dan bahkan seringkali ku anggap orang lain berhasil karena faktor keberuntungan saja , Astagfirullah ... walaupun itu hanya kupendam dalam hati saja tetapi ternyata kini aku sadari itu semua tak pantas aku sombongkan...
Sekarang aku sadar, hanya Allah SWT yang memiliki itu semua, karena hanya Allah Al Waarits yang Maha Mewariskan semua sifatnya itu dalam bentuk suara hati dalam jiwa ku, yaitu Asmaul Husna ...
Ya Goffar, ampuni aku yang sombong ini, ampuni bila selama ini aku hanya merasa yang paling hebat, merasa yang paling lebih dari siapa pun, merasa hebat telah menjadi mahasiswa kedokteran... ampuni juga aku yang sering merasa bahwa jadi dokter akan memberi ku status sosial yang tinggi , padahal itu semua milik-Mu Ya Rabb, aku sama sekali tidak pantas merasa bangga akan diri ini.
Ya Wakil, sesungguhnya sikap tanggung jawab yang selama ini aku banggakan dalam diri ku adalah milik-Mu, aku terlalu saombong bila dalam hati ini selalu merasa yang paling bertanggungjawab, padahal itu belum seberapa bila di bandingkan dengan kebesaran-Mu Ya Rabb, ampuni aku Ya Allah ...
Ya Karim, terkadang aku sering merasa dalam hati bahwa diri ini yang paling hebat di antara yang lain, padahal sifat hebat adalah suatu sifat mulia yang bersumber dari Engkau Ya Allah, tapi aku sering tak sadar dan lupa diri, aku bodoh sekali dulu tak paham ini semua, aku sering lalai tapi aku anggap diri inilah yang terhebat, padahal Kau saja yang paling Mulia tak sombong Ya Allah ...
Ya Qowwiy, hanya Engkau Yang Maha Kuat dan buka aku yang sombong ini yang merasa paling kuat, aku sering menganggap teman-teman ku lemah, bahkan teman-teman ku yang pria pun sering aku anggap lemah dan aku lah yang paling kuat dan jarang yang bisa menandingi, ternyata aku salah Ya Allah ...
Ya Rosyid, hanya milik-Mu kecerdasan yang ada dalam diri ku ini, sering kali aku merasa kalau aku sebenarnya tidak kalah pandai dengan siapa pun teman-teman ku yang pandai, padahal itu tidak seharusnya ku pikirkan, hanya Engkau yang Maha Cerdas, dan bilamana aku patut di contoh, maka sesungguhnya itu adalah Engkau yang patut di contoh Ya Allah, bukan aku yang sombong ini ... Sering pula aku merasa tersanjung bila di puji orang lain, padahal yang patut disanjung dan di puji hanya diri-Mu Ya Adzim, Yang Maha Agung ... Ampuni kebodohan ku ini Ya Rabb, aku terlalu puas dengan kemampuan yang ku miliki, tapi aku tak sadar milik siapa itu semua, hanya milik-Mu Ya Khaliq, Yang Maha Pencipta ... Segala kelebihan dalam diri ini adalah hak Mu Ya Allah Ya Haqq ...
Ya Allah, selama ini aku sholat, mengaji dan puasa, tetapi aku masih sering lalai menjalankan perintah-Mu. Waktu SMA aku sering kali tidur di kelas, hingga nilai ku tidak karuan dan hanya mengandalkan her saja. Di saat para teman berlomba-lomba menjadi yang terbaik, iku kejuaraan, olimpiade MIPA, lomba debat, dan kejuaraan lainnya, bahkan pertukaran pelajar ke luar negeri, tetapi aku hanya terbuai dalam kemalasan yang tidak berarti, terlalu pasrah yang berujung pada ketidakpedulian, akhirnya saat UAN aku kurang berhasil dalam mata pelajaran matematika. Saat Training ESQ, aku baru sadar saat Kak Ridwan Mukri mengingatkan bahwa matematika itu sama dengan menghitung, dan siapa yang Maha Menghitung? , Dialah Allah Al Hisab Yang Maha Menghitung. Dan saat ini aku baru sadar ternyata waktu aku SMA dulu kurang melakukan perhitungan dalam membagi waktu, aku lebih sering main, bercanda, tidur dan berleha-leha saat sekolah, hingga akhirnya suatu teguran datang dari Allah. Ketika SPMB aku gagal masuk ke perguruan tinggi impian ku, padahal aku telah menghabiskan jutaan uang orang tua ku untuk sekolah dan ikut bimbingan belajar, bahkan sampai mengikuti ujian masuk ke luar kota, namun itu semua gagal ku peroleh. Aku yakin semua itu terjadi atas kehendak-Nya yang ingin menegur ku agar lebih mensyukuri setiap nikmat yang telah ku dapat. Aku akui memang saat SMA aku hanya bersyukur di mulut saja, aku bangga masuk SMA favorit di Jakarta, dan ternyata kebanggaan itu malah menjerumuskan ku dalam kenistaan yang hanya dapat ku sesali saat ini. Alhamdulillah , setelah aku mengikuti Training ESQ 165 kisah masa lalu ku dapat ku ambil pelajaran dan hikmahnya.
Satu hal lagi yang sangat aku syukuri adalah saat usia ku menginjak 20 tahun ini aku dapat lebih paham lagi tentang siapa Allah? Kenapa kepada Allah aku harus tunduk? Dan apa cita-cita ku kelak? ... Laailahailallah Muhammadarasulullah... Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah ...
Ya Allah, terima kasih Engkau menempatkan aku di sebuah kampus yang tadinya sangat aku anggap biasa saja, tetapi ternyata di kampus ini lah aku mendapat hidayah-Mu Ya Rabb ... Mulai dari Dekan, Dosen sampai sahabat-sahabat ku yang Kau kirim untuk membawa ku untuk selalu ada di jalan-Mu Ya Illahi rabbi, aku ingin kelak menjadi dokter yang mengamalkan Asmaul Husna-Mu Ya Allah ... Aku rindu pada-Mu Ya Allah, izinkan suatu saat nanti aku menjumpai-Mu dan Rasulullah di surga-Mu, serta berkumpul bersama orang tua ku, keluarga ku, saudara ku, para sahabat ku, serta seluruh umat yang mencintai-Mu Ya Rabb ... Amin ...

No comments: