Wednesday, October 12, 2011

Cerita Hati Tentang Ikhlas dan Lapang Dada

Untuk kesekian kalinya mengalami dilema yang Alhamdulillah berujung ikhlas dan lapang dada.
Sempat gundah sampai sakit melanda ketika hati bimbang menanti keputusan itu.
Seminggu yang terasa amat suram menghalau angan dan cita-cita serta rencana masa depan yang sudah tertanam erat dalam hati, semua itu karena saat keikhlasan belum datang sepenuhnya menyelubungi nurani yang kian resah sehingga tak paham harus dibawa kemana asa ini.
Tiba waktunya hari dimana arti kemunculan sebuah nama terpugut di selebaran pengumuman jadwal stase,,hmmm,,,yaa,hari itu hati ini sudah mengikhlaskan apapun keputusannya.
Dan ternyata memang Aku harus tetap melanjutkannya di kota ini.
Malam sebelum hari itu Aku berpasrah pada-Nya memohon dari lubuk terdalam akan yang terbaik bagi diri ini, memohon tempat terbaik melanjutkan stase yang masih 6 lagi harus Aku jalani.
Awalnya ego ini sangat tak terkendali menginginkan agar kembali ke jakarta berharap lebih cepat menyelesaikan stase-stase, ditambah lagi rasa iri terhadap kawan-kawan yang sudah melaju lebih cepat dari pada Aku di sini.
Semua itu makin Aku pasrahkan ketika tahu bahwa ada yang lebih tepat untuk didahului mengambil tempat karena memang mereka seharusnya sudah selesai, itu lah yang Aku kecewakan dari sistem yang mengolah perjalanan Kami ini karena sistem yang kurang peka dalam mempertimbangkan keadaan di masa lalu dan masa kini,,,yaa,itu hanya opini Ku.
Kalaupun harus ditunjuk siapa yang salah mungkin sang empunya sistem lah yang perlu mempertanggungjawabkan semua kericuhan ini, tetapi apa mau dikata mulut ini tak memiliki kuasa dan yang bisa dilakukan hanya berdoa memohon yang terbaik karena Sang Kuasa lah yang Maha Tahu tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia.
Dan saat ini pun Insyaallah Aku sudah ikhlas untuk apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini kelak, hanya doa dan ikhtiar yang akan Aku lakukan.
Kalau pun ada yang terberat untuk Aku relakan adalah waktu Ku yang semakin jarang Aku habiskan bersama keluarga.
Untuk kedua orang tua Kami yang saat ini sudah semakin sering melalui hari-hari hanya berdua karena anak-anak mereka mulai sibuk mengejar cita-citanya, namun Aku harap semua yang Kami lakukan mendapat ridho keduanya dan dapat membahagiakan keduanya kelak.
Aku dan kedua saudara kandung Ku dilahirkan dari orang tua yang berjiwa besar dalam membesarkan anak-anaknya, dari kecil Kami dididik untuk menjadi manusia yang mengejar cita-cita menjadi orang sukses dan kini Alhamdulillah Kami bertiga memiliki profesi yang sama-sama bergerak dalam bidang yang notabennya adalah sebuah pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalankan profesi Kami dan selalu meluruskan niat Insyaallah tulus karena-Nya.Amin...

Wednesday, July 6, 2011

Apakah Tanda-Tanda Kiamat Ada Di Diri Ku ???...

Tidak semua hal Aku paham tentang tanda-tanda kebesaran-Nya, karena Aku memang tidak cukup pandai membaca petunjuk-Nya. Dan bahkan tanda-tanda kiamat ada di diri ku saja baru aku pahami...hmmm,,,bagaimana ya kira-kira tanda-tanda itu bisa ada di diri ini???...
Yang baru Aku sadari ini ternyata memang benar ada pada Ku.
Aku menyadari namun tetap takut kalau-kalau akan selalu mengulangi itu semua. Aku merasa belum sepenuhnya berbakti pada mereka.
Yaaa,,,memang mungkin Aku selalu mengelak dalam hati kalau itu wajar sering Aku lakukan, tetapi ternyata tidak seharusnya Aku seperti itu. Aku menyesal, tetapi tetap takut hal-hal kekanak-kanakan itu akan terulang lagi.
Memang diri ini terkesan kekanak-kanakan karena memang Aku masih merasa ingin diperlakukan seperti masa itu. Masa-masa tanpa beban yang selalu didampingi, ditemani bahkan dilayani. Sekali lagi hal-hal itu memang seharusnya sudah tidak aku lakukan,tapi Aku masih sering khilaf.
Hati ini sadar dan memohon ampunan-Nya, tapi kenapa mulut ini berat dalam berucap meminta maaf kepada mereka.
Mungkin cara lain yang bisa Aku lakukan adalah melakukan apa yang mereka mau Aku lakukan karena pasti mereka selalu memaafkan semua khilaf Ku.
Di tempat yang jauh ini Aku selalu memohon kepada-Nya agar mereka diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.
Dan bila Aku tiba kembali dalam kebersamaan kami, Insyaallah akan selalu Ku buat mereka senang dengan apa yang Ku lakukan. Sesungguhnya Aku selalu ingin mendapatkan ridho mereka. Karena ridho-Nya hanya akan Ku dapat dari keridhoan mereka.

Allahummagfirlii wali waali dayya warhamhumaa kamaa robbayaa ni shoghiroo...Amin.

"Ya Rabb, Aku cuma titipan dari Mu bagi Mereka, dan Aku masih menjadi tanggungan di usia yang sudah beranjak dewasa ini. Yang bisa Aku lakukan saat ini adalah terus berusaha semaksimalnya untuk meraih cita-cita Ku yang juga cita-cita mereka,,,Insyaallah Aku akan terus mempertahankan semangat ini dalam menjalankan tanggung jawab serta kewajiban Ku sebagai seorang hamba-Mu juga terhadap profesi Ku kini dan nanti... Amin."

Wednesday, June 29, 2011

"Smile is the cure of all sickness"

People will smile when they are happy or in a good mood.So that's the reason why people can't smile when they are sick or in a bad mood.That's why smile needs to be reloaded.How to reload smile is still a big question for me although every time I share some jokes and makes them smile.I keep on thinking of one thing I doubt why people hard to smile even they are in a blissful. Maybe they feel uncomfortable to smile in front of people they don't know,moreover there is no reason to give no smile to everyone even we don't know each other because smile can be one of our identity.My mother asked me "do you smile when you walk and see our neighbor around?" And I answered "of course mom,,,I even smile to a pedicab driver" and then she laughed.And I've learned to this on my own way,I mean on my way to make a good smile everywhere I am. It starts from my thinking and let my limbic system regulates my mood so I can smile with all my heart and soul precisely. Although sometimes my brain is full of thinking and kind of overload, I still push myself to smile and that's the time when smile becomes a force. A smile within a force is not natural and seems like my face paralyse. Everyday I meet people and have conversation with them so I need full of energy to smile. Smile needs much positive energy. I'll reload this energy and spread smile wherever I am.When I smile I feel something I can't explain, just like getting a cherry...hmmm, I think it's a satisfaction..

Saturday, April 16, 2011

Tentang Pengabdian dan Proses Menjadi Dewasa...

Bismillahirrohmaanirrohim....

Malam ini mungkin malam minggu trakir aku bisa santai dan kumpul bersama keluarga.
Hari minggu aku harus mulai packing persiapan berangkat ke kota tempat ku akan menjalani kewajiban selama 1 tahun.
Hari senin malam aku pun berangkat menuju kota itu.
Aku harap tidak akan ada air mata saat keberangkatan ku.
Dan hari selasa akan mulai kehidupan baru ku disana.
Semoga hari-hari disana bisa menyenangkan dan membuat ku betah, walaupun mungkin harus adaptasi dari awal.
Namun, ada satu rasa dimana hati ini seperti akan dilepas dari keluarga untuk menuju kemandirian.
Rasa yang sulit sekali aku ungkapkan, dan ini seperti rasa dimana aku harus bisa memulai diri ini menjadi sosok yang lebih dewasa dimana pertama kalinya aku akan jauh dari mama dan papa dalam waktu yang cukup lama.
Mungkin terkesan berlebihan atau manja,tapi bagi ku bukan itu!!!
Aku kadang seperti tidak tega meninggalkan rumah jauh-jauh karena mama dan papa pasti kesepian,dan mungkin mulai saati ini hari-hari mereka akan mulai kesepian.
Saat anak-anak mereka mulai dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing pasti hari tua mereka juga akan menjadi sepi.
Kadang liburan panjang yang sering membuat diri ini bosan ada hikmahnya,yaitu bisa aku manfaatkan untuk lebih dekat dengan orang tua ku.
Kadang aku merasa tandai-anda kiamat ada pada ku karena tak jarang aku sering sekali membuat mama marah, kesal atau mengomel. Dan itu semua pasti akan sangat aku rindukan.
Berada jauh dari orang tua untuk ku bukan sesuatu yang mudah, bukan karena aku suka dimanja tetapi karena aku sering terlalu khawatir tentang kesehatan mereka karena kalau aku tidak di rumah pasti aku tidak bisa memantau secara langsung.
Aku sangat berharap Allah SWT akan selalu menjaga mama dan papa...Amin.

Hal yang perlu aku sadari adalah tugas ku kelak untuk melakukan pengabdian yang sebaik-baiknya. Dan mungkin setelah ini aku akan tugas di tempat yang jauh dan harus menjadi pribadi yang mandiri.
Menjalankan tugas itu sendiri dan mungkin mengambil keputusan sendiri pasti akan ku alami. Dan semua itu pasti tidak akan luput dari bantuan Allah SWT.
Jalan yang diberikan-Nya untuk ku maka itulah takdir ku, apa yang akan aku putuskan maka itulah takdir ku, dan apapun yang akan terjadi kelak itu bukanlah suatu kebetulan.
Subhanallah,,,Maha Suci Engkau Ya Rabb.
Hati ini tidak akan tenang bila aku jauh dari-Mu.
Tingkah laku ku tidak akan ikhsan bila aku lupa pada-Mu.
Aku pasrah kan diri ini pada-Mu Ya Allah agar aku bisa menjadi pribadi yang rendah diri dan bijaksana.
Aku mohon diberikan kesabaran dalam menjalankan amanah-Mu ini.
Aku mohon dijauhkan dari segala godaan setan selama aku menuntut ilmu di kota itu.
Dan aku mohon lindungi dan jagalah orang tua ku selama aku jauh dari mereka.
Amin Ya Rabbal alamin....

Ya Wahab,,,Limpahkan anugerah-Mu bagi orang tua ku.
Ya Wali,,,Lindungi keduanya dari segala penyakit dan bahaya.
Ya Awal,Ya Muqodim,,,Awalilah proses menuntut ilmu ku ini dengan segala kebaikan dan kemudahan.
Ya Alim,Ya Rosyid,,,limpahkan dan tanamkanlah ilmu-Mu yang bermanfaat bagi ku.
Ya Khofid,,,aku mohon rendahkan hati ini selalu.
Ya Mujib,,,kabulkan doaku Ya Allah,,,,Amin...

Friday, March 18, 2011

Have I treated my destiny properly??...

Hmmm yaaa,,,
Sometimes I'd better to live with no problems,,but sometimes it's better for me to drown into a huge dilemma,,,
I found my destiny day after day,,,
I do pass my destiny time after time,,,
But the question is "have I treated my destiny by maximal effort???"
Oww yaaaa,,,
I think I still on medium effort,,,
The lack of my self is sometimes I'm getting weak when I feel asleep,I can't do my task properly.
I'd love to learn and I do need to update my brain by reading textbook or exploring a new health issue,but I will not be enjoy learning under pressure.
When situation getting strength I feel emptiness on my brain like there is no word I can say and I genuinely dislike that situation.
The point is uncomfortable situation suddenly can ruin my brain.

My last examination was held a week ago and it was full of nervousness,even I couldn't answer a simple question,,shame on me,,,
10 weeks had made me more savvy about how to treat my destiny,now I realize how important to make a positive situation by positive thinking before start a new step.

For now and later,I say Alhamdulillah and I hope Allah SWT always leads my way by the time I grow up,save my life,keep me health so I can do my duty properly. And also keep my parent health so they can see me success and make them proud ,.Amien...

Kenyataan yang baru disudahi dan Doa yang jadi kenyataan...

Yang kali ini benar-benar banyak sekali cobaannya.
Bisa dibilang kalau hari-hari itu membuat saya merasa tidak kerasan.
Saat teori tidak sejalan dengan realita,
Saat yang lebih paham punya pendapatnya sendiri,
Saat keadaan benar-benar sangat tidak sejalan dengan prinsip dan keinginan saya.
Semua itu hanya membuat otak ini selalu berpikir negatif,
dan selalu difensif.
Tapi ternyata itulah kesalahan saya,,,
Karena mungkin niat ini sudah tercampur dengan pikiran yang tidak jernih,,,
Selalu menganggap diri tidak beruntung,,,
Selalu merasa tidak ada keadilan,,,
Selalu mengeluh di saat-saat yang seharusnya bisa dilalui dengan kesenangan,,,
Dan ternyata itu membuat saya gagal dalam mengendalikan diri.
Seharusnya jalani saja,,,
Memang saya jalani sampai akhir tapi salahnya adalah menjalani dengan tulus yang setengah-setengah,,,dan mungkin hasilnya pun jadi setengah-setengah...
Pelajaran yang berarti kali ini adalah tentang pentingnya niat tulus dan berpikir positif agar segalanya berjalan sebaik-baiknya dan hasilnya pun didapat yang paling maksimal,,,
Sekarang saatnya menerima kenyataan baru dimana doa-doa masa lalu terkabulkan,,,
Insyaallah saya hanya ingin meluruskan niat Lillahita'ala untuk menjalani tahapan selanjutnya,walaupun ada sedikit rasa berat tapi Insyaallah semua ini akan membawa berkah,,,Amin...

"Ya Rabbana,aku mohon bantulah diri ini untuk selalu meluruskan niat dan dengan tulus menjalani kewajiban-kewajiban ku hingga aku mendapatkan hak ku yang paling setimpal dengan apa yang telah ku perbuat,,,Amin"

Wednesday, August 11, 2010

First step at 4n6 DR.KARIADI SEMARANG , 5-31 Juli 2010


Sebuah cerita yang terangkum dalam 1 bulan ketika menjadi bagian di departemen tersebut,,,,
banyak cerita dan banyak peristiwa,,,,
semua telah terelaborasi menjadi satu, dan ini semua tentang sebuah ilmu yang menjelma menjadi sebuah pengalaman hidup....

Awalnya sungkan sekali untuk berangkat menuju departemen yang menurut para pendahulunya itu adalah sebuah departemen yang paling "bonam",,,
wah,,,mendengar kata "bonam" hati ini jadi agak penasaran, dan akhirnya pergilah hati ini dengan lapang,,,

Sesampainya disana, semua pelajaran pun dimulai,,,
tidak hanya belajar mengenai teori visum (6 syarat : tertulis,dibuat oleh dokter, dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya, sumpah jabatan, atas permintaan penyidik, dan untuk kepentingan peradilan) ataupun cara otopsi mulai dari tekhnik Rokitansky, Virchow, Lettule dan Ghon bahkan sampai mendapat sebuah pelajaran hidup yang berarti,,,

Orang datang kesana bukan dalam sebutan pasien lagi tetapi jenazah,,,
tidak terbayang bentuk rupa sekalipun aromanya,,,
saat dimulai kami selalu berdoa untuk sang jenazah,,,
lalu kami pun mulai belajar,,,
tak jarang tawa pun menghiasi suasana belajar,,,

Yang saya ingat disana tidak hanya teori bagaimana cara identifikasi luka yang baik dengan urutan yang sudah diatur mulai dari Jenis luka, Lokasi, Bentuk, Ukuran dan Sifat luka tersebut,,,
beberapa buku pun mau tidak mau wajib dilahap dalam waktu sebulan demi memahami ilmu yang menurut saya menarik ini,,,
tak jarang saat tidur pun terngiang isi pasal 1 butir 28 KUHAP tentang keterangan ahli guna kepentingan pemeriksaan, pasal 133 ayat (1) KUHAP tentang wewenang penyidik meminta keterangan ahli kepada dokter atau ahli lainnya dan pasal 179 ayat (1) tentang kewajiban dokter atau ahli lainnya memberikan keterangan ahli,,,
namun semua ini bukan hanya sekedar hafalan yang akan diingat selama sebulan saja, tetapi inilah bekal dalam melakukan kewajiban sebagai seorang ahli,,,
dan saya pun jadi tahu kalau boleh saja menolak membuat keterangan ahli bila memenuhi syarat dan itu diatur dalam pasal 170 KUHAP, namun kalau menolak dengan alasan yang tidak masuk akal akan dikurung selama 14 hari sesuai dengan pasal 161 KUHAP,,,
tidak lupa juga isi pasal 184 KUHAP yang selalu diingat mengenai keterangan ahli, yaitu berupa (1) Keterangan Ahli, (2) Keterangan Saksi, (3) Surat, (4) petunjuk,(5) Keterangan Terdakwa ,,,

Minggu pertama cobaannya adalah rasa mengantuk yang tidak tertahan,,,sampai pernah tidur dengan pulasnya,,,untung tidak ditegur...@_@

Minggu kedua mulai godaan duniawi,,,mulai dari hasrat untuk keliling kota Semarang sampai godaan karena melihat makhluk yang menawan,,,,Subhanallah,,,kadang mata dan otak ini sampai tidak konsen kalau makhluk itu tiba-tiba lewat di depan mata ini...^_~

Minggu ketiga bukan cobaan biasa lagi,,,tapi menuju ujian,,,hari yang cerah namun hati ini tidak menentu,,,bahkan sampai detik ini pun masih terngiang suara kencang super lantang dari konsulen ku yang super power tapi sebenarnya baik hati,,,walaupun referat ku dan kawan-kawan sekelompok dibantai habis ternyata Alhamdulillah nilai ku sangat memuaskan,,,terimakasih sekali untuk Ibu In*** yang sudah membimbing kami...^_^

Minggu keempat saatnya ujian OSCA,,,hari yang tegang,,,tetapi tetap tersenyum,,,seribu gerogi sudah hilang karena yang ada hanya pasrah saja,,,siap tempur dan menerima risiko apapun,,,sesulit apa pun soal sudah tidak terbayang lagi,,,dan hasilnya pun Alhamdulillah memuaskan,,,nilai rapot ku sukses,,,aku senang,,,mama dan papa juga senang,,,aku pergi jauh-jauh tidak sia-sia pulang membawa hasil baik,,,,terimakasih Ya Rabb,,,

Pelajaran lain adalah ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam keunikan,,,berbagai sifat yang bisa kujadikan pelajaran juga,,,ada yang baik dan ada yang kurang baik,,,semua itu ku pilah sedemikian rupa hingga didapatkan sebuah kesimpulan bahwa tidak selamanya orang memiliki sifat baik,,,maka timbul pertanyaan di benak ini,,,apakah diri ini sudah baik ?????
ternyata aku pun belum lebih baik dibanding mereka yang masih kurang baik,,,intinya aku harus mau maju untuk memperbaiki diri,,,
mungkin ada yang sadar kalau dirinya memang kurang baik,,,ya begitulah manusia,,,aku pun tidak menyalahkan prinsipnya,,,justru itu lah yang memberi ku teguran kalau penting sekali merubah diri ke arah yang lebih baik,,,
untuk semua yang telah menghiasi 1 bulan ku disana, cuma terimakasih yang bisa kusampaikan,,,walaupun mungkin kalian tidak tahu tetapi ini lah aku yang telah banyak belajar dari kalian,,,,
teman-teman,,,,para residen,,,para konsulen,,,serta ibu dan bapak kos ku tercinta,,,kalian semua telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku,,,1 bulan ternyata banyak membawa perubahan bagi ku,,,,kini aku telah menjadi sesorang yang lebih baru,,,semoga hati ini tetap terjaga dan istiqomah,,,,

Ya Rabb,,,terimakasih atas ilmu yang Engkau limpahkan dan orang-orang di sekeliling ku yang Engkau kirimkan untuk membuat diri ini menjadi lebih bermanfaat lagi,,,,Alhamdulillahirobilalamin,,,,