Perjalanan menempuh tugas selama satu tahun di kota yang syarat sekali dengan ragam kulturnya. Namun keanekaragaman suku sudah bukan masalah di masa yang modern ini walaupun mungkin masih tersirat cerita masa silam yang kelam tentang konflik antar suku. Yang namanya tragedi pasti akan menjadi cerita hingga anak cucu kelak dan itu lah yang dinamakan sejarah. Kali ini bukan menceritakan soal konflik karena perjalanan satu tahun ku hampir usai, tinggal menghitung hari menuju kampung halaman tercinta. Kali ini cerita tentang kisah ku dan beberapa orang teman yang menjalankan kewajiban sebagai dokter internship yang ditugaskan di bumi khatulistiwa. Mulai dari mengenal budaya hingga mempelajari sedikit demi sedikit watak dan kepribadian pribumi di sini membuat ku tertantang untuk melebur serta memahami corak budaya masyarakat yang terdiri dari budaya melayu, chines, dayak dan madura. Memang kota ini pastinya berbeda dengan kota asal ku, namun di sini aku banyak belajar terutama tentang hubungan dokter-pasien. Banyak hal yang kadang tak sesuai dengan ingin ku terutama mengenai terapi yang untuk beberapa kasus sudah tak heran lagi kalau beberapa dari mereka lebih percaya kepada selain dokter dalam tatalaksananya. Hal ini kadang menyurutkan semangat ku dalam bekerja karena amat sangat bertentangan dengan teori yang ku pelajari selama 6 tahun. Namun kembali lagi bahwa ada hak pasien dimana dan oleh siapa mereka ingin dirawat, hikmahnya aku menjadi paham bahwa kesabaran adalah hal pokok yang harus ku genggam dalam tugas ini. Hal lain yang cukup membuat ku miris ketika banyak dari mereka yang lebih percaya untuk berobat ke negeri seberang dengan alasan pelayanan yang lebih baik dan sebagainya. Batin ku membara mendengar langsung dari salah satu keluarga pasien, tetapi mereka tidak salah karena hak mereka untuk berkomentar dan mendapatkan pelayanan yang terbaik. Sesuai dengan peribahasa tidak ada asap kalau tidak ada api, benar tidaknya pernyataan seperti itu tak usah dijadikan pikiran karena yang lebih baik adalah mengambil hikmah dari segala kritik yang beredar. Hikmahnya adalah tentang keberanian untuk introspeksi diri apakah diri ini sebagai seorang dokter sudah menjalankan kewajiban sebaik-baiknya kepada tiap pasien yang datang ?. Maka ku tanyakan pertanyaan itu selalu dalam benak ini, karena tak jarang ketika pasien banyak berdatangan membuat otak mencapai tingkat kelelahan yang menggangu kinerja ku belum lagi ketika persoalan pribadi menggerogoti sebagian otak sementara diri ini selalu harus dituntut untuk menjaga profesionalitas. Diri ku tak luput dari kesalahan dan masalah pribadi, namun masalah lah yang menjadikan ku semakin dewasa. Hari-hari ku di kota ini semakin memberi arti pentingnya belajar dewasa, bukan hanya belajar tentang teori di buku tapi tentang bagaimana melebur teori dengan realita di lapangan yang ku akui kadang sangat bertentangan sekali. Sesungguhnya tempat ku bertugas tidak sesulit sejawat lain yang di pedalaman, karena aku dekat sekali dengan kota tetapi masih sering mengeluh juga karena air yang kadang tidak bagus atau cuaca yang panasnya sering mencapai 38 derajat celcius. Ketika bertukar cerita dengan sejawat lain kadang hati iri, namun aku harus tetap bersyukur atas apa yang ku dapat hingga detik ini. Aku bersyukur bertemu banyak orang baru yang telah memberi ku pelajaran hidup berarti dan aku pun berterimakasih kepada mereka yang sudah menyambut kedatangan aku dan sejawat lainnya dengan baik. Kini aku akan bergegas pulang dengan segala ilmu dan kenangan di kota ini. Ilmu ku banyak bertambah dari para dokter spesialis yang telah baik membimbing dan para dokter pendamping yang senantiasa memperhatikan segala hal tentang kami hingga perjalanan ini tak pernah tak berarti. Aku Insyaalloh bahagia pernah menjadi bagian dari kota ini bukan hanya sebagai pelayan kesehatan melainkan juga sebagai pendatang dari luar pulau yang akhirnya merasa nyaman menjadi bagian masyrakat dengan ragam budaya unik.
Doa ku semoga segala pengalaman yang ku dapat di kota ini akan selalu menjadi bagian dalam sejarah hidup ku termasuk orang-orang yang berperan di dalamnya yang telah membantu ku menjadi lebih dewasa...Amiin Yaa Rabb.
And I finally wanna say "mama papa I'm coming home...listen to my stories, please!!!"
Alhamdulillah. \( ^_^ )/









