Monday, June 30, 2014

Cinta-Nya yang selalu ada penuh bagi mereka.

Persiapan mental menjalani pilihan hidup adalah masa dimana hati dan otak digembleng menuju visi misi yang satu dan tidak boleh berat sebelah. Kadang otak merasa perlu kembali diasah melalui berbagai kasus demi keterampilan yang lebih lagi, namun tak jarang hati belum sepadan mengimbangi otak di saat kelelahan menyelubungi batin. Saat ini otak ku menginginkan sesuatu tantangan yang baru demi ilmu dan keahlian. Aku ingin terjun di suatu tempat baru dengan segala keterbatasan demi mengasah ilmu tanpa harus membatin atau mengeluh di sana. Ketika otak siap namun hati masih mengambang di antara kegelisahan karena jauh dari semua. Jauh dari hingar bingar kota bahkan jauh dari orang-orang tersayang. Kembali lagi seperti kalimat bijak yang senantiasa terucap banyak mulut kalau hidup adalah pilihan. Benar adanya pilihan kadang sulit bahkan terasa bagai sulit menelan liur sendiri saat harus memutuskan. Ini lah aku dengan pilihan ku dan aku berjuang demi cita. Cita di depan mata dan cinta yang sedikit ku korbankan, mengapa ku bilang sedikit karena aku yakin cinta terbesar sudah selalu datang setiap saat bagi mereka yang ak cintai. Cinta yang datang dari-Nya senantiasa menjaga mereka yang ku sayang melebihi kecintaan ku. Kini ku bebaskan jiwa raga menuju hamparan tanpa batas. Hamparan dunia yang tidak dapat ditebak, karena saat dipilih tidak ada yang tahu apa itu sudah tepat atau tidak karena pada akhirnya hanya aku yang tahu kemana harus melangkah dan langkah ini tidak boleh luput dari pengharapan setinggi-tingginya kepada Tuhan. Bekal yang ku bawa masih minim tetapi ku yakin segala ilmu yang telah ku pelajari hingga detik ini yang akan membawa ku berhasil dalam setiap tindakan. Jika kelak ku alami kesulitan yang berat maka tempat terbaik ku adalah sujud ku kepada-Nya. Semoga pilihan ku ini yang terindah dan semoga restu kedua orang tua ku menjadi penyemangat tugas ku. Tuhan jaga mereka yang ku cintai dan jaga diri ku yang lemah ini.

Aamiin.

Ť
The island where I'll belong.*captured from the google map*

Friday, April 25, 2014

Part 3."Satu tahun di bawah langit khatulistiwa" -25/04/14-

Perjalanan menempuh tugas selama satu tahun di kota yang syarat sekali dengan ragam kulturnya. Namun keanekaragaman suku sudah bukan masalah di masa yang modern ini walaupun mungkin masih tersirat cerita masa silam yang kelam tentang konflik antar suku. Yang namanya tragedi pasti akan menjadi cerita hingga anak cucu kelak dan itu lah yang dinamakan sejarah. Kali ini bukan menceritakan soal konflik karena perjalanan satu tahun ku hampir usai, tinggal menghitung hari menuju kampung halaman tercinta. Kali ini cerita tentang kisah ku dan beberapa orang teman yang menjalankan kewajiban sebagai dokter internship yang ditugaskan di bumi khatulistiwa. Mulai dari mengenal budaya hingga mempelajari sedikit demi sedikit watak dan kepribadian pribumi di sini membuat ku tertantang untuk melebur serta memahami corak budaya masyarakat yang terdiri dari budaya melayu, chines, dayak dan madura. Memang kota ini pastinya berbeda dengan kota asal ku, namun di sini aku banyak belajar terutama tentang hubungan dokter-pasien. Banyak hal yang kadang tak sesuai dengan ingin ku terutama mengenai terapi yang untuk beberapa kasus sudah tak heran lagi kalau beberapa dari mereka lebih percaya kepada selain dokter dalam tatalaksananya. Hal ini kadang menyurutkan semangat ku dalam bekerja karena amat sangat bertentangan dengan teori yang ku pelajari selama 6 tahun. Namun kembali lagi bahwa ada hak pasien dimana dan oleh siapa mereka ingin dirawat, hikmahnya aku menjadi paham bahwa kesabaran adalah hal pokok yang harus ku genggam dalam tugas ini. Hal lain yang cukup membuat ku miris ketika banyak dari mereka yang lebih percaya untuk berobat ke negeri seberang dengan alasan pelayanan yang lebih baik dan sebagainya. Batin ku membara mendengar langsung dari salah satu keluarga pasien, tetapi mereka tidak salah karena hak mereka untuk berkomentar dan mendapatkan pelayanan yang terbaik. Sesuai dengan peribahasa tidak ada asap kalau tidak ada api, benar tidaknya pernyataan seperti itu tak usah dijadikan pikiran karena yang lebih baik adalah mengambil hikmah dari segala kritik yang beredar. Hikmahnya adalah tentang keberanian untuk introspeksi diri apakah diri ini sebagai seorang dokter sudah menjalankan kewajiban sebaik-baiknya kepada tiap pasien yang datang ?. Maka ku tanyakan pertanyaan itu selalu dalam benak ini, karena tak jarang ketika pasien banyak berdatangan membuat otak mencapai tingkat kelelahan yang menggangu kinerja ku belum lagi ketika persoalan pribadi menggerogoti sebagian otak sementara diri ini selalu harus dituntut untuk menjaga profesionalitas. Diri ku tak luput dari kesalahan dan masalah pribadi, namun masalah lah yang menjadikan ku semakin dewasa. Hari-hari ku di kota ini semakin memberi arti pentingnya belajar dewasa, bukan hanya belajar tentang teori di buku tapi tentang bagaimana melebur teori dengan realita di lapangan yang ku akui kadang sangat bertentangan sekali. Sesungguhnya tempat ku bertugas tidak sesulit sejawat lain yang di pedalaman, karena aku dekat sekali dengan kota tetapi masih sering mengeluh juga karena air yang kadang tidak bagus atau cuaca yang panasnya sering mencapai 38 derajat celcius. Ketika bertukar cerita dengan sejawat lain kadang hati iri, namun aku harus tetap bersyukur atas apa yang ku dapat hingga detik ini. Aku bersyukur bertemu banyak orang baru yang telah memberi ku pelajaran hidup berarti dan aku pun berterimakasih kepada mereka yang sudah menyambut kedatangan aku dan sejawat lainnya dengan baik. Kini aku akan bergegas pulang dengan segala ilmu dan kenangan di kota ini. Ilmu ku banyak bertambah dari para dokter spesialis yang telah baik membimbing dan para dokter pendamping yang senantiasa memperhatikan segala hal tentang kami hingga perjalanan ini tak pernah tak berarti. Aku Insyaalloh bahagia pernah menjadi bagian dari kota ini bukan hanya sebagai pelayan kesehatan melainkan juga sebagai pendatang dari luar pulau yang akhirnya merasa nyaman menjadi bagian masyrakat dengan ragam budaya unik.











Doa ku semoga segala pengalaman yang ku dapat di kota ini akan selalu menjadi bagian dalam sejarah hidup ku termasuk orang-orang yang berperan di dalamnya yang telah membantu ku menjadi lebih dewasa...Amiin Yaa Rabb.    

And I finally wanna say "mama papa I'm coming home...listen to my stories, please!!!"
                         
Alhamdulillah. \( ^_^ )/





Sunday, March 30, 2014

"Ambang toleransi ku tinggi, menguntungkan atau tidak?"

Usia semakin bertambah artinya sisa hidup di dunia semakin berkurang, apakah semua angan dan cita telah terpenuhi?. Tentu belum semua ku raih, namun pasti akan ku raih cepat atau lambat. Saat ini angan ku ingin rasanya menyegerakan diri untuk dapat bersanding dengan seorang pujaan hati yang setia, baik akhlaknya dan gagah berani nan perkasa bak hercules. Itulah angan ku yang hampir saja terpenuhi, tetapi karena suatu sebab dan pastinya karena Tuhan sayang pada ku maka segala rencana bersamanya itu hanya tinggal cerita. Bahkan cerita yang pilu ini kadang masih membuat diri merasa bertanya-tanya dalam hati apakah sebenarnya diri ku yang terlalu berharap lebih dalam segala kekurangan diri atau kah memang dirinya yang memang tak sepantasnya bagi ku. Kini relung ku menyadari bahwa diri ini kadang terlalu bertumpu pada toleransi yang tidak tepat tempatnya. Toleransi hati ku terhadap sesuatu kadang terlalu berlebihan sampai kadang orang-orang sekeliling menganggap ku terlalu naif. Mungkin aku terlalu pemaaf dan kadang bisa luluh dengan keadaan. Karena sebenci-bencinya aku pada seseorang pasti tidak akan tega melihatnya sengsara apalagi kalau kesengsaraannya itu dianggapnya karena ulah ku. Ini lah situasi dimana ambang toleransi ku merugikan. Merugikan batin karena aku mudah luluh akan sesuatu yang seharusnya bisa ku lepas dan jangan ada pemikiran tentang kemungkinan buruk lainnya. Saat ku renungi memang benar segala keputusan di tangan ku dan Tuhan lah yang mengawasi. Sesuai dengan janji Tuhan pada hambanya yang telah memberikan banyak jalan tinggal manusia memilih, namun ingat jalan itu ada yang baik dan buruk tinggal bagaimana diri ini menempatkan diri dan terus
meningkatkan kadar iman dan taqwa. Seburuk-buruknya manusia dengan segala masa lalunya pasti bisa diampuni Tuhan dengan taubat yang sesungguhnya, namun bila ada jalan lain untuk bertemu dengan kebaikan lain kenapa tidak. Jalan ku akan sampai pada takdir yang terbaik di dunia ini untuk bekal ku di akhirat. Amiin.

Tuesday, March 25, 2014

"Bukan aku tak mau, melainkan tak bisa...Maafkan ku tak mampu."

Kali ini aku kembali diberi cobaan dari Yang Maha Kuasa mengenai Habluminannas. Hubungan dengan seorang manusia yang baru ku kenal tak lama dan ternyata berujung sedih. Ku akui mungkin memang masa lalunya tak dapat ku terima dan membuat ku menentukan sikap untuk mengakhiri hubungan kami. Tak kuasa awalnya untuk menerima segala kenyataan tentang dirinya, namun kembali lagi soal takdir dimana aku harus mengetahui seluk beluknya sejak dini. Aku bisa saja luluh tapi tak dapat ku pungkiri saat ku harus menerimanya dengan kekurangan yang sulit ku kubur. Hari ku pernah diwarnai dengan segala celotehan dan canda tawa serta semangatnya yang tak bosan pada ku. Dirinya yang beberapa saat lalu menjadi tempat ku mencurahkan segala kepenatan bahkan saat ku ganggu di kesibukannya pun tetap diluangkan waktu bagi ku. Setidaknya aku sangat berterimakasih kepada Tuhan yang telah memberi ku kesempatan untuk mengenalnya walaupun sejenak dan sirna sekejap saja. Bilamana dirinya membaca curahan ini maka aku akan sangat berterimakasih padanya atas waktu yang dulu telah diluangkan untuk ku. Bahkan aku masih merindukan masa-masa kami bergurau tentang angan dan cita masing-masing.
Mungkin kami tidak satu frekuensi, tetapi aku berharap dirinya akan menemukan sosok yang pantas baginya. Serta doa ku bagi diri ini adalah segera bangkit dari kesedihan dan menggapai impian ku setinggi-tingginya. Dan mimpi ku yang lain adalah pastinya ingin menjadi sebaik-baiknya pendamping bagi seorang lelaki yang baik bagi ku, bagi keluarga ku dan bagi agama ku. Amiin Yaa Rabb...

P.S : I'am sorry for all mistakes esp. when I shared our problem to your senior and friend because I was worry about you. I hope you'll understand and forgive me sincerely.

-dedicated to my (ex) someone special...dear A.K 'THE RAIDer'-

Sunday, March 23, 2014

Minggu Cerah (30 Desember 2013)

Pagi ini aku terbangun dan lupa kalau harus menjalani shift pagi. Dengan sisa waktu setengah jam aku bersiap lalu berangkat menuju tempat ku harus bertugas. Pagi ini rasanya berbeda mungkin karena hal lain yang menghiasi dunia ku. Asa ku seperti baru diisi ribuan semangat untuk menjalani hari ini dan ternyata memang hari ini menyenangkan. Walaupun mandi ku tidak selama biasanya tetapi tetap segar dengan aroma hand body satsuma kesukaan ku yang selalu menambah gairah semangat ku tiap pagi. Hari ini rupanya aku cukup sibuk dengan beberapa tugas yang ternyata dapat rampung sebelum zuhur. Berjumpa dengan mereka yang sedang sakit lalu memberi jawaban atas segala pertanyaan hingga memberi kalimat-kalimat semangat telah ku lakukan hari ini. Senyum dan tawa tak lupa ku tampakan di wajah ini agar semua pun mendapat energi positif di minggu yang cerah ini. Tidak lupa juga ku haturkan kalimat "cepat sembuh yaa" bagi mereka yang sudah boleh pulang, lalu dengan senyum pun mereka membalasnya dengan kalimat dan ekspresi wajah yang melegakan ku. Hari ini aku mulai dengan senyum dan pasrah walaupun tugas ku rangkap, namun prosesnya berjalan seru tanpa emosi sedikit pun. Pelajaran yang ku dapat hari ini memang tentang keikhlasan dan semangat menjalankan tugas. Jika hari-hari ku selalu dimulai dengan senyum dan semangat ternyata hasilnya selalu menyenangkan. Rasa tulus dari hati akan terpancar melalui senyum lalu diekspresikan dengan perbuatan yang penuh kepedulian tanpa berpikir hal-hal negatif sedikit pun. Momen lain di hari ini adalah ketika ada keluarga yang datang mengucapkan terimakasih kepada seluruh petugas disini dengan penuh rasa gembira yang terpancar di wajah mereka. Rasa puas di dalam hati adalah ketika apa yang ku sampaikan dipahami dengan baik oleh mereka dan kerjasama yang terjalin menjadi bagian terpenting dalam proses perawatan. Hal-hal memuaskan seperti itu lah yang membangkitkan semangat ku untuk selalu tulus dalam bekerja seperti kalimat yang diucapkan oleh seorang yang ku sayangi "Berbuat yg terbaik, berani tulus dan ikhlas". Semoga hari ku selalu cerah seperti hari ini, mungkin hari ini biasa saja bagi yang lain tapi bagi ku ini patut disyukuri. Alhamdulillah.

Part 2. "Haruskah berangkat internship ?" -12/08/2013-

Yudisium, sumpah dokter dan ujian kompetensi dokter telah selesai, kini saatnya menuju petualangan selanjutnya yang disebut Program Internship. Amat sangat malas memulainya tetapi ini harus dimulai. Terbersit di lubuk hati untuk memilih Kalimantan Barat sebagai provinsi pilihan dan kami pun akhirnya ditempatkan di salah satu kabupaten yang tepatnya adalah kabupaten baru hasil pemekaran. Tapi tunggu dulu, sebelum berangkat internship banyak hal yang harus dipersiapkan selain packing barang. Pastinya hal penting itu adalah menghabiskan waktu di kota asal sebelum menjamah daerah baru yang notabennya terkesan pelosok.  Lalu memulai mengatur jadwal kumpul bersama para sahabat dan pastinya bersama keluarga. Paling tidak saat-saat bersama itu akan menjadi penyemangat untuk segera kembali lepas tugas di daerah. Hal unik lain yang mungkin secara tidak sengaja ternyata mendadak jadi penting seperti jalan-jalan ke mall, nonton film, atau sekedar ngobrol dan bersantai di restoran cepat saji hingga larut malam sampai tak terasa waktu tinggal hitungan jam tetapi koper sama sekali belum terisi barang yang akan dibawa. Pastinya saat-saat paling malas adalah mengisi koper dan membuat list barang penting apa yang harus diprioritaskan untuk dibawa supaya tidak overload di bagasi pesawat. Hari keberangkatan tiba, bangun pagi-pagi karena jadwal maskapai milik negara ini yang lumayan pagi sekali sehingga tidak sempat menghabiskan waktu di kamar mandi lama-lama seperti biasa. Begitu tiba di bandara yang mengagetkan saat check in adalah barang bawaan yang overload hingga 40 kg alias dua kali lipat kapasitas per orang. Mau dibilang apa lagi selain harus mengeluarkan kocek dari jatah uang saku yang lumayan bisa untuk makan seminggu dan habislah jatah uang saku saya, lalu dengan berat hati harus menghubungi orang tua "lagi-lagi" memohon belas kasih. Lalu kami pun tiba di bandara yang baru pertama kali saya menginjakkan kaki, yaitu Bandara Supadio. Sesuai dari penglihatan saat di udara terbentang sungai kapuas dan daerah ini memang dataran yang tampak seperti di atlas memang dominan warna hijau. Begitu sampai perjalanan internship pun dimulai dengan masa orientasi selama satu minggu sambil mencari tempat tinggal layak. Dan syukur sekali kami mendapat rumah yang cukup nyaman, walaupun harus menyesuaikan diri dengan keadaan air disini yang warnanya kadang sama dengan air sungai. Lebih lagi ini menjadi sebuah perjalanan yang hingga detik tiba disana masih menjadi pertanyaan mengapa harus internship?. Dan saya pun terus mencari jawaban pertanyaan tersebut.

Part 1. "Profesi ini pilihan hidup saya" -25/07/2013-

Tepat di awal tahun saya akhirnya dinyatakan lulus setelah sekitar enam tahun lebih mengenyam pendidikan untuk mendapatkan gelar seorang Dokter. Hari-hari mulai dari kuliah, tutorial, skill lab, lab activity, field visit, hingga masa-masa kepaniteraan klinik telah berlalu. Semua suka duka telah menjadi cerita yang tak akan pernah tamat diceritakan bahkan mungkin sampai anak cucu nanti. Banyak cerita duka tapi cerita suka pun tak kalah menghiasi perjuangan saya untuk mendapat gelar ini. Seringkali hati ini merasa lelah dan ingin rasanya untuk pulang sejenak dan bersenang-senang bersama keluarga. Beberapa hari pun sering saya habiskan waktu di rumah dan segera kembali lagi dengan hati yang setengah ikhlas apalagi kalau melihat lambaian tangan kedua orang tua dan adik dari balik jendela kereta api yang akan segera mengantarkan saya menuju Kota Satria. Totalnya kurang lebih dua tahun saya menjalani kepaniteraan klinik diselingi stagnansi, namun satu tahun empat bulan saya lalui proses menuntut ilmu di kota itu bersama teman-teman lama maupun baru, dan mereka sudah membuat saya setidaknya merasa betah disana. Kadang kami bermain selepas jaga atau sekedar mengobrol di kantin rumah sakit, cemilan gorengan kemangi kesukaan saya pun menjadi sasaran atau kadang di cafe kecil dekat bangsal kenanga kami menyantap mie nyemek sambil melemaskan otot-otot kaki setelah lelah berdiri di ruang OK atau pun visit di bangsal yang pasiennya kadang sampai lorong-lorong. Mulai dari diskusi kasus hingga cerita konyol antara CoAss dengan Konsulen menjadi bumbu yang seru dalam perbincangan kami. Tak jarang di sela-sela menanti Konsulen datang visit saya dan teman-teman memberanikan diri sejenak melarikan diri ke kantin untuk mengisi lambung yang sudah kosong semalaman, dan dengan jurus langkah seribu pun kami berjalan melintasi lorong lain menuju kantin agar tidak berpapasan dengan Konsulen. Pilihan lainnya menunggu sang ibu penjual donat dan gorengan yang senantiasa sedia setiap saat mengisi kekosongan perut kami. Sungguh konyol memang, tetapi begitulah seharusnya kalau tidak mau kelaparan asalkan jangan sampai tugas follow up pasien terbengkalai. Begitu visit mulai maka rasanya benar-benar senang, tetapi jika visit bersama konsulen yang hobi sekali bertanya itu akan menjadi visit yang cukup menegangkan apalagi ada di salah satu bagian yang selalu dilanjutkan dengan diskusi kasus di ruangan setelah visit. Cukup mengasyikan dan penuh canda tawa bahkan air mata dan memang begitulah CoAss. Dan ternyata hari-hari itu sangat saya rindukan. Saat-saat mengisi kebosanan dengan jalan-jalan bersama entah itu makan di sekitar GOR seperti cemilan takoyaki atau super sambal, minum jus di toko buah segar sambil duduk-duduk dan mengobrol, main ke swalayan yang hampir mendekati mall (mungkin sekarang sudah jadi mall), duduk-duduk di alun-alun lalu makan bakso terenak di kota itu, atau sekedar makan sate di depan rumah sakit yang terkenal di antara para CoAss yang ibu penjual satenya jarang senyum tapi sebenarnya baik, bahkan sampai karokean hingga tengah malam lalu pulangnya kelaparan dan akhirnya mampir dulu di angkringan, atau saat jaga IGD ketika bulan puasa mencari makan gudeg di pinggir jalan dekat pasar sampai harus satu meja bersama pria yang menyerupai wanita, dan masih banyak lagi. Memang benar CoAss adalah masa-masa penuh derita namun penuh cerita dan tidak akan saya lupakan segala daya dan upaya yang telah saya lalui di masa itu. Alhamdulillah itu semua telah menjadi kenangan dalam hidup ini dan tak lupa juga untuk merangkum teori dan pengalaman di kepaniteraan klinik dalam buku catatan CoAss yang sampai detik ini menjadi pegangan saat saya praktek. Kesan CoAss yaitu, jangan lelah untuk selalu membuka buku untuk mencocokan antara teori dengan praktek walaupun rasa mengantuk atau bosan kadang mendominasi dan jangan sampai hanya menjadi "robot bersenjata pulpen" yang hanya mencatat tanpa meresapi dengan otak dan nurani. Akhirnya Yudisium dan Sumpah telah terlaksana, kemudian perjalanan selanjutnya adalah INTERNSHIP. Dan pertanyaannya adalah, haruskah saya menjalani INTERNSHIP ?.

Saturday, June 9, 2012

Tiba-tiba Semua Terasa Tanpa Tujuan...

Ketika memulai menulis judul kali ini pun terasa tanpa tujuan. Semua yang telah dimulai dengan segenap niat dan cita-cita tiba-tiba seperti hilang entah kemana. Kenapa ini terjadi diri ini pun tak tahu jawabannya. Namun mungkin ada sesuatu yang mengganggu pikiran ini sehingga hari-hari seperti terasa gelap. Tujuan hidup ini hanya untuk menjalankan segenap tenaga dan pikiran dengan ikhlas menjalankan segala tugas dan kewajiban, walaupun itu semua kadang telah merenggut waktu untuk dapat bersama orang-orang tercinta, terutama keluarga. Hari demi hari yang telah Saya lalui selama 1 tahun menuju 3 bulan di kota ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman. Disini Saya merasa banyak hal yang sulit dimengerti, tetapi seiring waktu itu semua dapat dilalui dan selesai begitu saja tentunya dengan segala kelelahan yang bersarang dalam fisik ini. Satu hal yang kadang menjadi pertanyaan dalam diri ini adalah " Apakah Saya siap menjadi dewasa dan menjalani profesi dengan segenap kemampuan dan tanggungjawab kedepannya? "... pertanyaan yang sulit dipaparkan dalam keadaan seperti saat ini. Saat dimana rasa jenuh menyelimuti otak ini dan saat badan ini mulai merasa seperti kekurangan energi. Namun kepercayaan orang tua membuat Saya tetap bertahan dan berjuang menyelesaikan masa-masa pendidikan ini, untuk selanjutnya menjalani tugas yang sesungguhnya di tempat yang pastinya tidak tahu akan dimana. Berada jauh dari orang tua dan keluarga kadang membuat diri ini seperti sendiri walaupun banyak sahabat dan teman di sekitar Saya. Yaaa,,,karena bagi Saya hanya orang tua lah tempat terindah dan ternyaman di dunia, tempat dimana Saya bisa bebas berkeluh kesah tanpa khawatir apapun. Karena mereka adalah milik Allah SWT yang paling berharga bagi Saya. Beberapa hari terakhir ini hati terasa tidak tenang dan merasa gundah. Gundah karena merasa sepi disini, di kamar yang jauh dari rumah, di tempat yang tidak bisa dengan sekejap tiba di rumah. Kadang batin ini merasa membutuhkan sosok lain yang bisa mengisi rasa sepi ini, bukan teman atau sahabat tetapi seorang pendamping hidup. Tetapi mungkin jawaban dari Yang Maha Kuasa belum ada untuk saat ini, dan Saya akan tetap menunggu. Saya tidak tahu kapan waktu itu akan datang, tetapi pasti akan tiba saatnya. Saat itu adalah saat Saya, orang tua dan keluarga telah siap menerimanya sebagai pendamping diri ini. Sekarang mungkin bukan waktu yang tepat memulai sesuatu yang serius, tetapi bukan berarti Saya menutup diri. Saya hanya tidak ingin terkesan terburu-buru, walau sebenarnya hati ini kadang sudah tidak sabar untuk berjumpa dengannya. Sesosok "dia" yang masih menjadi tanda tanya besar bagi Saya dan bahkan mungkin bagi orang-orang sekeliling Saya. Kalau membicarakan soal ini agak miris dan sedih, karena kadang Saya merasa minder ketika teman-teman dengan bangganya bercerita tentang pasangan mereka. Namun beginilah Saya dengan segala kekurangan dan mungkin prinsip yang masih dapat Saya pertahankan sampai detik ini. Insyaallah... Sesulit apappun hari esok pasti akan terlewati juga, walau tidak ada satu pun manusia yang tahu bagaimana hari esok itu akan terjadi dan Allah SWT pasti tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan Saya. Manusia dengan segala kekurangan adalah SAYA...Dan Insyaallah diri ini tidak akan pernah lelah berusaha menjadi yang terbaik dan berguna bagi manusia lainnya. Amin ... writted on June 9, 2012 Flamboyan 211.

Saturday, December 24, 2011

Sekedar Paragraf Penutup Akhir Tahun 2011

12 bulan sudah aku melewatkan hari-hari dengan setumpuk kesibukan yang tak lain dan tak bukan apalagi kalau bukan soal mengejar cita-cita.
Beberapa peristiwa terlewati tanpa kehadiran ku,bahkan di tahun lalu kejadian yang membuatkan sangat syok dan sedih adalah ketika kakak ku kecelakaan terjun tetapi aku tak di sana dan hanya memantau dari jauh melalui telepon, sms atau kiriman foto-foto tentang keadaannya. Belum lagi ketika keponakan ku lahir 2 bulan lalu di saat aku tidak sedang libur. Dan hal-hal lain seperti tidak ikut liburan bersama keluarga besar, pernikahan sepupu sampai pernikahan beberapa teman lama yang tidak dapat ku hadiri. Namun, aku tetap bahagia mendengar segala kebahagiaan bagi mereka walau hanya doa yang bisa ku panjatkan dari jauh. Dan aku selalu berharap semua dalam keadaan yang baik-baik saja. Tetapi aku paling khawatir bila sudah mendengar kabar mama atau papa sakit karena kadang pikiran ini jadi tidak menentu dan melantur, namun sekali lagi hanya kepada Alloh SWT aku berdoa dan memohon perlindungan untuk keduanya.

Sedikit kegalauan dalam hati mungkin sering terbersit ketika mendengar teman-teman ku sudah banyak yang sukses dan menikah. Mungkin terkesan iri tetapi hati ini hanya sebuah hati manusia yang jauh dari kesempurnaan. Ingin rasanya aku segera di posisi seperti mereka yang sudah terbilang sukses dalam karir maupun menyempurnakan kodratnya sebagai wanita. Aku pun hanya bisa berdoa dan pasrah menunggu jawaban-Nya soal ini semua. Insyaallah aku akan senantiasa memperbaiki diri lahir dan batin untuk selanjutnya dapat menyempurnakan ibadah ku kepada-Nya. Segala hikmah, nikmat dan karunia Alloh SWT akan selalu dilimpahkan bila manusia selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Karena Dia Yang Maha Tahu apa yang sesungguhnya aku butuhkan dan kapan saatnya tiba maka itu lah saat terbaik bagi ku.


Kisah lain di akhir tahun ini adalah tentang seorang sejawat ku yang baru saja kembali ke haribaan-Nya. Seorang teman,sahabat,saudara bahkan seorang anak yang dikenal baik hati, sopan, cerdas, gigih serta memiliki semangat belajar tinggi. Baru beberapa bulan aku mengenalnya tetapi sangat berkesan. Satu hal yang mungkin jarang dimiliki banyak orang, yaitu sifat sabar yang teramat dalam darinya memberikan sebuah pelajaran bagi ku. Semoga aku pun bisa memiliki hati yang sabar seluas samudera agar dapat menjalani segala cobaan dengan hati yang lapang. Sifat lain dari dirinya yang patut diacungi jempol adalah selalu berpikir positif kepada semua orang dan itu sangat membuat ku terharu karena tidak pernah sedikit pun ada cerita negatif tentang dirinya soal pergaulan maupun kesehariannya. Semoga Alloh SWT memberikan tempat terbaik bagi sejawat ku itu.Amin.


Kalau ditanya mengenai resolusi di tahun depan aku hanya bisa berpikir satu hal, yaitu ingin selalu gigih menjalani hari-hari ku menyelesaikan tugas ku meraih cita-cita. Aku ingin segera menjalani hari-hari baru dengan suasana baru dan lingkungan baru serta menjadikan diri ini lebih bermanfaat bagi manusia lain. Dan kalau bicara tahun baru tentunya beberapa hari setelah tahun baru akan tiba hari dimana aku akan bertambah usia. Usia ku akan semakin dewasa, tetapi kadang sikap dan pikiran ini masih kekanak-kanakan. Aku tidak butuh kado berupa materi, karena aku cuma ingin Alloh SWT mengabulkan doa ku dan berharap Dia akan mendengar lalu melimpahkan harapan ku itu.
Doa dan harapan ku di usia ku yang ke-24 :

1. Ya Rabb, aku ingin Engkau selalu memberikan kesehatan bagi kedua orang tua ku agar mereka dapat ku bahagiakan seperti mereka membahagiakan ku hingga kini, walaupun mungkin segala jerih payah mereka tak ternilai harganya tapi aku mohon berikan lah waktu dimana aku dapat membahagiakan mereka, melihat ku sukses dalam karir, mengantarkan ku menikah sampai memberi mereka cucu yang sholeh/sholeha dan lucu-lucu...Amin.

2. Ya Rabb, aku ingin selalu diberikan kelancaran dalam menggapai cita-cita dan izinkanlah aku untuk selalu menuntut ilmu setinggi-tingginya agar senantiasa bermanfaat bagi manusia lainnya sebagaimana profesi ku saat ini...Amin.

3. Ya Rabb, doa ku yang ini sebenarnya aku malu mengungkapkan tapi aku ingin sekali Engkau mendengarnya dan mengabulkannya di usia ku ini, tunjukkanlah jodoh ku Ya Mujib, pertemukanlah kami dalam tali silaturahmi di jalan-Mu, permudahkanlah jalannya menemukan hati ku sehingga kami dapat berkumpul dalam suasana hati yang tulus karena-Mu Ya Jami', berikanlah kesejukan di hati kami ketika bertemu Ya Waduud, dan eratkan hati kami selalu dalam iman kepada-Mu Ya Karim...Amin Ya Rabbal Alamin...

Ya Alloh Ya Rahman Ya Rohim,,,hanya kasih sayang-Mu lah yang mampu membuat diri ini merasa aman dan tenang, dan terima kasih Engkau selalu mengirimkan orang-orang yang menyayangi ku di mana pun aku berada. Orang tua, saudara, sahabat dan guru ku adalah manusia yang Engkau kirim untuk ku. Terimakasih Ya Alloh Ya Wahab...

Lahawlaa wa laa kuwwata illaabillahil aliyil adzim
Sholallahu 'ala syaidina Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi wassalam wal hamdulillahirrobbil 'alamin....

"All my life I'll give my best for everything I do and especially for my parent whom I'll dedicate my successful by make them proud and happy,,,I love mama and papa"

Wednesday, October 19, 2011

Me and my lovely Grandel’s from Grabag to Semarang on 20 September to 13 november 2010

Kali ini perjalanan kami semakin terasa seru, tidak hanya canda tawa saja yang menghiasi perjalanan ini tapi ada juga air mata. Semua itu dimulai dengan salah seorang dari kami bersepuluh yang ternyata harus dirawat di RS karena DBD dan demam tifoid. Siapa dia???,,,,dia itu saya,,,,
Hari yang sebelumnya tidak pernah terbayang sedikit pun, hari dimana saya harus mencicipi jadi seorang pasien pada sebuah paviliun “G” di kota itu. Hari pertama tiba, diri ini masih seperti orang yang “sok kuat” sampai akhirnya sudah tidak tahan dan ingin pingsan. RL iv pun harus terpasang di tangan ini, sampai tiba di UGD apa yang terjadi???,,,,tentu saja saya harus dirawat,,,dan akhirnya dirawat lah di kelas dua RS itu,,,malam itu teman-teman saya yang bergantian jaga,,,benar-benar malam itu adalah malam yang sangat menyedihkan bagi saya,,,jauh dari mama dan papa,,,tapi Alhamdulillah teman-teman saya sudah mau meluangkan waktu mereka untuk bergantian menjaga saya yang sudah tidak berdaya ini. Malam itu tidak akan terlupakan,,,bahkan saat ingin ke kamar mandi saja kaki ini sampai sulit sekali melangkah karena kram di bagian betis,,,tidur pun rasanya sulit sekali, terasa di telinga ini berisik sekali dan tidak tahu ada apa sebenarnya. Sampai akhirnya keesokan harinya mama dan adik saya datang dari jakarta. Yang paling terharu ketika harus melihat mama menangis. Pada hari kedua itu saya langsung dipindahkan ke paviliun “G” dengan harapan suasanan disana dapat mendukung kesembuhan karena situasi lebih kondusif. Alhamdulillah selama empat hari dirawat keadaan saya pun semakin membaik. Awalnya saya sangat tidak yakin akan terus melanjutkan perjalanan bersama sembilan orang teman saya itu, namun hati ini semakin yakin ketika seorang dokter spesialis penyakit dalam yang merawat saya itu visit dan memberikan semangat dengan kalimatnya yang sangat santun. Saya tidak akan melupakan dokter itu, dia sangat baik dan kalimatnya pun selalu memotivasi saya sehingga pada hari kamis trombosit yang tadinya sempat turun hingga 13.000 menjadi naik. Hari kamis malam pun saya dijemput teman-teman menuju Magelang, dan hari- hari kami pun dimulai.
Sungguh perjalanan kami memang diwarnai dengan kegembiraan. Tinggal satu atap membuat kami saling mengenal watak satu sama lain. Walaupun sempat ada momen yang kurang mengenakan, tetapi itu semua telah selesai dan kembali seperti sedia kala. The Grandel’s,,,,yaa,,,itu lah nama kami. Nama itu diciptakan oleh seorang teman saya yang kepanjangannya diambil dari nama desa tempat kami menetap selama lima minggu. Selama disana banyak pelajaran yang dapat kami ambil, tidak hanya bagaimana cara kerja masing-masing program puskesmas tetapi juga tentang sebuah makna kehidupan. Disana baru terasa pentingnya bersosialisasi dan mengenal orang baru. Orang-orang desa yang sangat baik, mereka bahkan mungkin belum terjamah oleh pikiran-pikiran negatif. Niat orang-orang desa yang selalu ingin membantu sesama tanpa pandang bulu. Dan itu sangat menyentuh saya. Pelajaran lain adalah mengenai makna Kedokteran Keluarga yang cukup menarik perhatian saya dan membuat saya merasa bahwa adanya seorang dokter keluarga itu ternyata penting. Tidak mudah juga ternyata untuk menjadi seorang dokter keluarga, karena hal utama dalam benak seorang dokter keluarga adalah tentang sebuah niat dan keikhlasan. Bagi saya seorang dokter keluarga bukan lah sekedar dokter yang setelah memberi resep obat lalu selesai, namun harus menjalankan tugas secara paripurna dan menyeluruh. Menjaga agar yang sehat tetap sehat dan mengobati yang sakit sesuai keilmuan yang dimiliki serta melakukan rujukan sesuai kebutuhan. Intinya seorang dokter keluarga harus lah seorang dokter yang cerdas dan pandai berkomunikasi. Cerdas untuk mendiagnosis dan pandai berkomunikasi aktif untuk mendalami penyakit serta faktor risiko yang dimiliki pasien, sehingga dapat dilakukan suatu edukasi maupun penatalaksanaan yang berkesinambungan bagi pasien serta keluarganya. Itu lah yang membuat saya tertarik untuk menjadi seorang dokter keluarga.
Kisah perjalanan kali ini sangat seru dan pastinya penuh keceriaan. Saya senang bisa bersama-sama sembilan orang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga dan saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT karena telah mengirimkan mereka sebagai teman dalam satu tim. Tim yang solid dan penuh kekeluargaan.
I’ll always remember those moment when we spent our time together with laugh, happiness or even tears. Love you all my Grandel’s and thank you for those togetherness.

Wednesday, October 12, 2011

Cerita Hati Tentang Ikhlas dan Lapang Dada

Untuk kesekian kalinya mengalami dilema yang Alhamdulillah berujung ikhlas dan lapang dada.
Sempat gundah sampai sakit melanda ketika hati bimbang menanti keputusan itu.
Seminggu yang terasa amat suram menghalau angan dan cita-cita serta rencana masa depan yang sudah tertanam erat dalam hati, semua itu karena saat keikhlasan belum datang sepenuhnya menyelubungi nurani yang kian resah sehingga tak paham harus dibawa kemana asa ini.
Tiba waktunya hari dimana arti kemunculan sebuah nama terpugut di selebaran pengumuman jadwal stase,,hmmm,,,yaa,hari itu hati ini sudah mengikhlaskan apapun keputusannya.
Dan ternyata memang Aku harus tetap melanjutkannya di kota ini.
Malam sebelum hari itu Aku berpasrah pada-Nya memohon dari lubuk terdalam akan yang terbaik bagi diri ini, memohon tempat terbaik melanjutkan stase yang masih 6 lagi harus Aku jalani.
Awalnya ego ini sangat tak terkendali menginginkan agar kembali ke jakarta berharap lebih cepat menyelesaikan stase-stase, ditambah lagi rasa iri terhadap kawan-kawan yang sudah melaju lebih cepat dari pada Aku di sini.
Semua itu makin Aku pasrahkan ketika tahu bahwa ada yang lebih tepat untuk didahului mengambil tempat karena memang mereka seharusnya sudah selesai, itu lah yang Aku kecewakan dari sistem yang mengolah perjalanan Kami ini karena sistem yang kurang peka dalam mempertimbangkan keadaan di masa lalu dan masa kini,,,yaa,itu hanya opini Ku.
Kalaupun harus ditunjuk siapa yang salah mungkin sang empunya sistem lah yang perlu mempertanggungjawabkan semua kericuhan ini, tetapi apa mau dikata mulut ini tak memiliki kuasa dan yang bisa dilakukan hanya berdoa memohon yang terbaik karena Sang Kuasa lah yang Maha Tahu tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia.
Dan saat ini pun Insyaallah Aku sudah ikhlas untuk apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini kelak, hanya doa dan ikhtiar yang akan Aku lakukan.
Kalau pun ada yang terberat untuk Aku relakan adalah waktu Ku yang semakin jarang Aku habiskan bersama keluarga.
Untuk kedua orang tua Kami yang saat ini sudah semakin sering melalui hari-hari hanya berdua karena anak-anak mereka mulai sibuk mengejar cita-citanya, namun Aku harap semua yang Kami lakukan mendapat ridho keduanya dan dapat membahagiakan keduanya kelak.
Aku dan kedua saudara kandung Ku dilahirkan dari orang tua yang berjiwa besar dalam membesarkan anak-anaknya, dari kecil Kami dididik untuk menjadi manusia yang mengejar cita-cita menjadi orang sukses dan kini Alhamdulillah Kami bertiga memiliki profesi yang sama-sama bergerak dalam bidang yang notabennya adalah sebuah pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalankan profesi Kami dan selalu meluruskan niat Insyaallah tulus karena-Nya.Amin...

Wednesday, July 6, 2011

Apakah Tanda-Tanda Kiamat Ada Di Diri Ku ???...

Tidak semua hal Aku paham tentang tanda-tanda kebesaran-Nya, karena Aku memang tidak cukup pandai membaca petunjuk-Nya. Dan bahkan tanda-tanda kiamat ada di diri ku saja baru aku pahami...hmmm,,,bagaimana ya kira-kira tanda-tanda itu bisa ada di diri ini???...
Yang baru Aku sadari ini ternyata memang benar ada pada Ku.
Aku menyadari namun tetap takut kalau-kalau akan selalu mengulangi itu semua. Aku merasa belum sepenuhnya berbakti pada mereka.
Yaaa,,,memang mungkin Aku selalu mengelak dalam hati kalau itu wajar sering Aku lakukan, tetapi ternyata tidak seharusnya Aku seperti itu. Aku menyesal, tetapi tetap takut hal-hal kekanak-kanakan itu akan terulang lagi.
Memang diri ini terkesan kekanak-kanakan karena memang Aku masih merasa ingin diperlakukan seperti masa itu. Masa-masa tanpa beban yang selalu didampingi, ditemani bahkan dilayani. Sekali lagi hal-hal itu memang seharusnya sudah tidak aku lakukan,tapi Aku masih sering khilaf.
Hati ini sadar dan memohon ampunan-Nya, tapi kenapa mulut ini berat dalam berucap meminta maaf kepada mereka.
Mungkin cara lain yang bisa Aku lakukan adalah melakukan apa yang mereka mau Aku lakukan karena pasti mereka selalu memaafkan semua khilaf Ku.
Di tempat yang jauh ini Aku selalu memohon kepada-Nya agar mereka diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.
Dan bila Aku tiba kembali dalam kebersamaan kami, Insyaallah akan selalu Ku buat mereka senang dengan apa yang Ku lakukan. Sesungguhnya Aku selalu ingin mendapatkan ridho mereka. Karena ridho-Nya hanya akan Ku dapat dari keridhoan mereka.

Allahummagfirlii wali waali dayya warhamhumaa kamaa robbayaa ni shoghiroo...Amin.

"Ya Rabb, Aku cuma titipan dari Mu bagi Mereka, dan Aku masih menjadi tanggungan di usia yang sudah beranjak dewasa ini. Yang bisa Aku lakukan saat ini adalah terus berusaha semaksimalnya untuk meraih cita-cita Ku yang juga cita-cita mereka,,,Insyaallah Aku akan terus mempertahankan semangat ini dalam menjalankan tanggung jawab serta kewajiban Ku sebagai seorang hamba-Mu juga terhadap profesi Ku kini dan nanti... Amin."

Wednesday, June 29, 2011

"Smile is the cure of all sickness"

People will smile when they are happy or in a good mood.So that's the reason why people can't smile when they are sick or in a bad mood.That's why smile needs to be reloaded.How to reload smile is still a big question for me although every time I share some jokes and makes them smile.I keep on thinking of one thing I doubt why people hard to smile even they are in a blissful. Maybe they feel uncomfortable to smile in front of people they don't know,moreover there is no reason to give no smile to everyone even we don't know each other because smile can be one of our identity.My mother asked me "do you smile when you walk and see our neighbor around?" And I answered "of course mom,,,I even smile to a pedicab driver" and then she laughed.And I've learned to this on my own way,I mean on my way to make a good smile everywhere I am. It starts from my thinking and let my limbic system regulates my mood so I can smile with all my heart and soul precisely. Although sometimes my brain is full of thinking and kind of overload, I still push myself to smile and that's the time when smile becomes a force. A smile within a force is not natural and seems like my face paralyse. Everyday I meet people and have conversation with them so I need full of energy to smile. Smile needs much positive energy. I'll reload this energy and spread smile wherever I am.When I smile I feel something I can't explain, just like getting a cherry...hmmm, I think it's a satisfaction..

Saturday, April 16, 2011

Tentang Pengabdian dan Proses Menjadi Dewasa...

Bismillahirrohmaanirrohim....

Malam ini mungkin malam minggu trakir aku bisa santai dan kumpul bersama keluarga.
Hari minggu aku harus mulai packing persiapan berangkat ke kota tempat ku akan menjalani kewajiban selama 1 tahun.
Hari senin malam aku pun berangkat menuju kota itu.
Aku harap tidak akan ada air mata saat keberangkatan ku.
Dan hari selasa akan mulai kehidupan baru ku disana.
Semoga hari-hari disana bisa menyenangkan dan membuat ku betah, walaupun mungkin harus adaptasi dari awal.
Namun, ada satu rasa dimana hati ini seperti akan dilepas dari keluarga untuk menuju kemandirian.
Rasa yang sulit sekali aku ungkapkan, dan ini seperti rasa dimana aku harus bisa memulai diri ini menjadi sosok yang lebih dewasa dimana pertama kalinya aku akan jauh dari mama dan papa dalam waktu yang cukup lama.
Mungkin terkesan berlebihan atau manja,tapi bagi ku bukan itu!!!
Aku kadang seperti tidak tega meninggalkan rumah jauh-jauh karena mama dan papa pasti kesepian,dan mungkin mulai saati ini hari-hari mereka akan mulai kesepian.
Saat anak-anak mereka mulai dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing pasti hari tua mereka juga akan menjadi sepi.
Kadang liburan panjang yang sering membuat diri ini bosan ada hikmahnya,yaitu bisa aku manfaatkan untuk lebih dekat dengan orang tua ku.
Kadang aku merasa tandai-anda kiamat ada pada ku karena tak jarang aku sering sekali membuat mama marah, kesal atau mengomel. Dan itu semua pasti akan sangat aku rindukan.
Berada jauh dari orang tua untuk ku bukan sesuatu yang mudah, bukan karena aku suka dimanja tetapi karena aku sering terlalu khawatir tentang kesehatan mereka karena kalau aku tidak di rumah pasti aku tidak bisa memantau secara langsung.
Aku sangat berharap Allah SWT akan selalu menjaga mama dan papa...Amin.

Hal yang perlu aku sadari adalah tugas ku kelak untuk melakukan pengabdian yang sebaik-baiknya. Dan mungkin setelah ini aku akan tugas di tempat yang jauh dan harus menjadi pribadi yang mandiri.
Menjalankan tugas itu sendiri dan mungkin mengambil keputusan sendiri pasti akan ku alami. Dan semua itu pasti tidak akan luput dari bantuan Allah SWT.
Jalan yang diberikan-Nya untuk ku maka itulah takdir ku, apa yang akan aku putuskan maka itulah takdir ku, dan apapun yang akan terjadi kelak itu bukanlah suatu kebetulan.
Subhanallah,,,Maha Suci Engkau Ya Rabb.
Hati ini tidak akan tenang bila aku jauh dari-Mu.
Tingkah laku ku tidak akan ikhsan bila aku lupa pada-Mu.
Aku pasrah kan diri ini pada-Mu Ya Allah agar aku bisa menjadi pribadi yang rendah diri dan bijaksana.
Aku mohon diberikan kesabaran dalam menjalankan amanah-Mu ini.
Aku mohon dijauhkan dari segala godaan setan selama aku menuntut ilmu di kota itu.
Dan aku mohon lindungi dan jagalah orang tua ku selama aku jauh dari mereka.
Amin Ya Rabbal alamin....

Ya Wahab,,,Limpahkan anugerah-Mu bagi orang tua ku.
Ya Wali,,,Lindungi keduanya dari segala penyakit dan bahaya.
Ya Awal,Ya Muqodim,,,Awalilah proses menuntut ilmu ku ini dengan segala kebaikan dan kemudahan.
Ya Alim,Ya Rosyid,,,limpahkan dan tanamkanlah ilmu-Mu yang bermanfaat bagi ku.
Ya Khofid,,,aku mohon rendahkan hati ini selalu.
Ya Mujib,,,kabulkan doaku Ya Allah,,,,Amin...

Friday, March 18, 2011

Have I treated my destiny properly??...

Hmmm yaaa,,,
Sometimes I'd better to live with no problems,,but sometimes it's better for me to drown into a huge dilemma,,,
I found my destiny day after day,,,
I do pass my destiny time after time,,,
But the question is "have I treated my destiny by maximal effort???"
Oww yaaaa,,,
I think I still on medium effort,,,
The lack of my self is sometimes I'm getting weak when I feel asleep,I can't do my task properly.
I'd love to learn and I do need to update my brain by reading textbook or exploring a new health issue,but I will not be enjoy learning under pressure.
When situation getting strength I feel emptiness on my brain like there is no word I can say and I genuinely dislike that situation.
The point is uncomfortable situation suddenly can ruin my brain.

My last examination was held a week ago and it was full of nervousness,even I couldn't answer a simple question,,shame on me,,,
10 weeks had made me more savvy about how to treat my destiny,now I realize how important to make a positive situation by positive thinking before start a new step.

For now and later,I say Alhamdulillah and I hope Allah SWT always leads my way by the time I grow up,save my life,keep me health so I can do my duty properly. And also keep my parent health so they can see me success and make them proud ,.Amien...

Kenyataan yang baru disudahi dan Doa yang jadi kenyataan...

Yang kali ini benar-benar banyak sekali cobaannya.
Bisa dibilang kalau hari-hari itu membuat saya merasa tidak kerasan.
Saat teori tidak sejalan dengan realita,
Saat yang lebih paham punya pendapatnya sendiri,
Saat keadaan benar-benar sangat tidak sejalan dengan prinsip dan keinginan saya.
Semua itu hanya membuat otak ini selalu berpikir negatif,
dan selalu difensif.
Tapi ternyata itulah kesalahan saya,,,
Karena mungkin niat ini sudah tercampur dengan pikiran yang tidak jernih,,,
Selalu menganggap diri tidak beruntung,,,
Selalu merasa tidak ada keadilan,,,
Selalu mengeluh di saat-saat yang seharusnya bisa dilalui dengan kesenangan,,,
Dan ternyata itu membuat saya gagal dalam mengendalikan diri.
Seharusnya jalani saja,,,
Memang saya jalani sampai akhir tapi salahnya adalah menjalani dengan tulus yang setengah-setengah,,,dan mungkin hasilnya pun jadi setengah-setengah...
Pelajaran yang berarti kali ini adalah tentang pentingnya niat tulus dan berpikir positif agar segalanya berjalan sebaik-baiknya dan hasilnya pun didapat yang paling maksimal,,,
Sekarang saatnya menerima kenyataan baru dimana doa-doa masa lalu terkabulkan,,,
Insyaallah saya hanya ingin meluruskan niat Lillahita'ala untuk menjalani tahapan selanjutnya,walaupun ada sedikit rasa berat tapi Insyaallah semua ini akan membawa berkah,,,Amin...

"Ya Rabbana,aku mohon bantulah diri ini untuk selalu meluruskan niat dan dengan tulus menjalani kewajiban-kewajiban ku hingga aku mendapatkan hak ku yang paling setimpal dengan apa yang telah ku perbuat,,,Amin"

Wednesday, August 11, 2010

First step at 4n6 DR.KARIADI SEMARANG , 5-31 Juli 2010


Sebuah cerita yang terangkum dalam 1 bulan ketika menjadi bagian di departemen tersebut,,,,
banyak cerita dan banyak peristiwa,,,,
semua telah terelaborasi menjadi satu, dan ini semua tentang sebuah ilmu yang menjelma menjadi sebuah pengalaman hidup....

Awalnya sungkan sekali untuk berangkat menuju departemen yang menurut para pendahulunya itu adalah sebuah departemen yang paling "bonam",,,
wah,,,mendengar kata "bonam" hati ini jadi agak penasaran, dan akhirnya pergilah hati ini dengan lapang,,,

Sesampainya disana, semua pelajaran pun dimulai,,,
tidak hanya belajar mengenai teori visum (6 syarat : tertulis,dibuat oleh dokter, dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya, sumpah jabatan, atas permintaan penyidik, dan untuk kepentingan peradilan) ataupun cara otopsi mulai dari tekhnik Rokitansky, Virchow, Lettule dan Ghon bahkan sampai mendapat sebuah pelajaran hidup yang berarti,,,

Orang datang kesana bukan dalam sebutan pasien lagi tetapi jenazah,,,
tidak terbayang bentuk rupa sekalipun aromanya,,,
saat dimulai kami selalu berdoa untuk sang jenazah,,,
lalu kami pun mulai belajar,,,
tak jarang tawa pun menghiasi suasana belajar,,,

Yang saya ingat disana tidak hanya teori bagaimana cara identifikasi luka yang baik dengan urutan yang sudah diatur mulai dari Jenis luka, Lokasi, Bentuk, Ukuran dan Sifat luka tersebut,,,
beberapa buku pun mau tidak mau wajib dilahap dalam waktu sebulan demi memahami ilmu yang menurut saya menarik ini,,,
tak jarang saat tidur pun terngiang isi pasal 1 butir 28 KUHAP tentang keterangan ahli guna kepentingan pemeriksaan, pasal 133 ayat (1) KUHAP tentang wewenang penyidik meminta keterangan ahli kepada dokter atau ahli lainnya dan pasal 179 ayat (1) tentang kewajiban dokter atau ahli lainnya memberikan keterangan ahli,,,
namun semua ini bukan hanya sekedar hafalan yang akan diingat selama sebulan saja, tetapi inilah bekal dalam melakukan kewajiban sebagai seorang ahli,,,
dan saya pun jadi tahu kalau boleh saja menolak membuat keterangan ahli bila memenuhi syarat dan itu diatur dalam pasal 170 KUHAP, namun kalau menolak dengan alasan yang tidak masuk akal akan dikurung selama 14 hari sesuai dengan pasal 161 KUHAP,,,
tidak lupa juga isi pasal 184 KUHAP yang selalu diingat mengenai keterangan ahli, yaitu berupa (1) Keterangan Ahli, (2) Keterangan Saksi, (3) Surat, (4) petunjuk,(5) Keterangan Terdakwa ,,,

Minggu pertama cobaannya adalah rasa mengantuk yang tidak tertahan,,,sampai pernah tidur dengan pulasnya,,,untung tidak ditegur...@_@

Minggu kedua mulai godaan duniawi,,,mulai dari hasrat untuk keliling kota Semarang sampai godaan karena melihat makhluk yang menawan,,,,Subhanallah,,,kadang mata dan otak ini sampai tidak konsen kalau makhluk itu tiba-tiba lewat di depan mata ini...^_~

Minggu ketiga bukan cobaan biasa lagi,,,tapi menuju ujian,,,hari yang cerah namun hati ini tidak menentu,,,bahkan sampai detik ini pun masih terngiang suara kencang super lantang dari konsulen ku yang super power tapi sebenarnya baik hati,,,walaupun referat ku dan kawan-kawan sekelompok dibantai habis ternyata Alhamdulillah nilai ku sangat memuaskan,,,terimakasih sekali untuk Ibu In*** yang sudah membimbing kami...^_^

Minggu keempat saatnya ujian OSCA,,,hari yang tegang,,,tetapi tetap tersenyum,,,seribu gerogi sudah hilang karena yang ada hanya pasrah saja,,,siap tempur dan menerima risiko apapun,,,sesulit apa pun soal sudah tidak terbayang lagi,,,dan hasilnya pun Alhamdulillah memuaskan,,,nilai rapot ku sukses,,,aku senang,,,mama dan papa juga senang,,,aku pergi jauh-jauh tidak sia-sia pulang membawa hasil baik,,,,terimakasih Ya Rabb,,,

Pelajaran lain adalah ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam keunikan,,,berbagai sifat yang bisa kujadikan pelajaran juga,,,ada yang baik dan ada yang kurang baik,,,semua itu ku pilah sedemikian rupa hingga didapatkan sebuah kesimpulan bahwa tidak selamanya orang memiliki sifat baik,,,maka timbul pertanyaan di benak ini,,,apakah diri ini sudah baik ?????
ternyata aku pun belum lebih baik dibanding mereka yang masih kurang baik,,,intinya aku harus mau maju untuk memperbaiki diri,,,
mungkin ada yang sadar kalau dirinya memang kurang baik,,,ya begitulah manusia,,,aku pun tidak menyalahkan prinsipnya,,,justru itu lah yang memberi ku teguran kalau penting sekali merubah diri ke arah yang lebih baik,,,
untuk semua yang telah menghiasi 1 bulan ku disana, cuma terimakasih yang bisa kusampaikan,,,walaupun mungkin kalian tidak tahu tetapi ini lah aku yang telah banyak belajar dari kalian,,,,
teman-teman,,,,para residen,,,para konsulen,,,serta ibu dan bapak kos ku tercinta,,,kalian semua telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku,,,1 bulan ternyata banyak membawa perubahan bagi ku,,,,kini aku telah menjadi sesorang yang lebih baru,,,semoga hati ini tetap terjaga dan istiqomah,,,,

Ya Rabb,,,terimakasih atas ilmu yang Engkau limpahkan dan orang-orang di sekeliling ku yang Engkau kirimkan untuk membuat diri ini menjadi lebih bermanfaat lagi,,,,Alhamdulillahirobilalamin,,,,

Friday, June 25, 2010

I'm in LOVE,,,

I'd Love to be grow up...
I'd Love to be someone new...
I'd Love to be more usefull...
I'd Love to be more patient...
I'd Love to be a real woman...

this is my life,,,
never ending story I will create,,,
create a struggle life but simple,,,
even if it is a harsh life I'll keep do my things by my power,,,
but I still need someone in my life,,,
if you are that someone whom I expect, it must be God's answer for this long waiting,,,
but if it is not,,,
I'll let it go with all my heart and soul,,,
so I'll wait again for another destiny,,,
and pray for more chances like this,,,
today is one of the day I interest,,,
but I believe that God will give one more day just like today,,,
Insyaallah,,,Amin...

"just part of my life"

Monday, June 21, 2010

17 Juni 2010

Alhamdulillah....

tgl 17 Juni 2010 adalah sebuah penantian,,,
hari disaat aku mendapat gelar itu,,,
sebuah gelar yang menjadi awal langkah ku selanjutnya,,,
walaupun mungkin kebahagiaan hari itu tidak bisa sebahagia yang ku harapkan,,,
senyum ku tetap lebar, tetapi mungkin tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di benak ini,,,
namun, aku hanya ingat beberapa nasihat dari guru-guru ku tentang arti kebahagiaan dan perjuangan,,,
semua yang ku dapat tidak lepas dari ridho-Nya,,,
aku sampai di detik ini karena-Nya,,,
orang tua ku lah sebagai perantara kasih sayang-Nya,,,
guru-guru ku lah perantara ilmu-Nya,,,
dan melalui sahabat Dia memberi ku canda tawa,,,
aku saat ini bahagia, tetapi sesungguhnya tidak terlalu bahagia,,,
yang tahu hanya Dia,,,
namun InsyaAllah aku pun tetap mensyukuri nikmat ini,,,

Makin hari makin banyak peristiwa yang membawa otak ini untuk terus berpikir, manusia sukses dan gagal. Yang sukses ternyata tidak selalu dengan cara yang lurus, kadang ada yang berbelok sedikit bahkan banyak. Yang gagal pastinya menyesal sekali bahkan ada yang sampai terpuruk dan lupa untuk tetap memotivasi dirinya karena tidak pandai mengambil hikmah dari sebuah kejadian. Dan aku sudah mengalami keduanya, yaitu sukses dan gagal. Gembira sekali rasanya ketika aku sukses dan sedih sekali rasanya ketika gagal hingga air mata mengering. Sekarang aku makin paham akan sebuah hikmah dari kesuksesan maupun kegagalan. Hidup pasti akan berhadapan dengan kedua hal tersebut, dan pastinya semua orang ingin selalu menjadi sukses.


Dan inilah aku sekarang , InsyaAllah siap menjalani hari-hari selanjutnya. Luruskan niat LILLAHITA'ALA dan tetap semangat.

" Yang aku usahakan adalah untuk selalu sukses dalam setiap proses walapun hasilnya gagal sekalipun ".

Tuesday, September 29, 2009

Penilian Preprosedur pada Pasien yang akan Menjalani Tindakan Gastrointestinal ( Part 2 ) Douglas J. Robertson

INFORM CONSENT

Komponen utamanya antara lain :

1. Deskripsi prosedur

2. Indikasi untuk prosedur yang dilakukan

3. Risiko dan komplikasi prosedur

4. Alternatif lain selain prosedur yang akan dilakukan

Penjelasan dilakukan secara keseluruhan, hingga pada akhirnya pasien bertanya sampai mengerti tentang semua yang diinformasikan.

PENILAIAN PASIEN

Pasien harus menjalani laporan singkat mengenai status pengobatan yang sedang dijalaninya dan riwayat alergi. Penilaian kardiopulmonal harus dicek sebelumnya untuk tindakan endoscopy sedatif. Informasi pasien tersebut harus diketahui oleh operator maupun asisten ketika melakukan tindakan.

Tebal

Liver Disease

Pasien sirosis seringkali menderita perdarahan gastrointestinal membutuhkan perawatan antara lain tindakan endoscopy. Sirosis menyulitkan tindakan endoscopy pada beberapa hal. Pertama, disfungsi hepar dapat mengubah metabolisme obat. Pada penelitian prospektif, eliminasi midazolam mengalami pemanjangan (3,9 jam) bila dibandingkan dengan kontrol (1,6 jam). Penggunaan opioid narkotik juga menjadi penyulit bagi pasien ini. Depresi pernapasan juga harus diperhatikan dengan spesifik, terutama pada keadaan acites, hepatic hydrothorax, atau hepatopulmonary syndrome. Dengan pertimbangan tersebut, berikut ini adalah beberapa saran dalam melakukan tindakan :

1. Turunkan dosis golongan sedativ setengah dari dosis awal untuk standar kesehatan pasien sesuai usia dan massa tubuh.

2. Administrasi sedasi dengan sedikit kenaikan.

3. Pergantian antara benzodiazepin ( romazicon ) dengan narcotic (narcan) harus disiapkan. Tugas operator harus dapat memahami penggunaan obat-obat tersebut dan disesuaikan dengan dosis standar.


Kedua, sirosis hepar merupakan predisposisi meningkatnya risiko perdarahan GI melalui beberapa mekanisme. Sintesis yang tidak adekuat dari faktor pembekuan dapat memperpanjang waktu perdarahan (bleeding time). Hal tersebut dikarenakan hipertensi portal dihubungkan dengan trombositopenia. Untuk itu, perdarahan aktif yang terjadi saat tindakan endoscopy perlu ditangani, segera lakukan koreksi keabnormalan pembekuan darah. Untuk mencapai koreksi yang baik digunakan fresh frozen plasma (FFP). Koreksi berhasil bila mencapai international normalized ratio (INR) kurang dari 1,5. Pada pasien dengan trombosit kurang dari 50.000, pertimbangkan diberikannya transfusi. Pengecualian untuk endoscopy pada pasien tanpa perdarahan GI, koreksi agresif untuk keabnormalan pembekuan tidak perlu dilakukan. Jika INR pasien kurang dari 2,5 dan trombosit lebih dari 20.000, maka risiko terjadinya perdarahan minimal.


Referensi :

Drossman DA, Shaheen NJ, Grimm IS.Handbook of Gastroenterologic Procedures.Philadelphia:Lippincott Williams & Wilkins;2005