Aamiin.
Monday, June 30, 2014
Cinta-Nya yang selalu ada penuh bagi mereka.
Aamiin.
Friday, April 25, 2014
Part 3."Satu tahun di bawah langit khatulistiwa" -25/04/14-
Doa ku semoga segala pengalaman yang ku dapat di kota ini akan selalu menjadi bagian dalam sejarah hidup ku termasuk orang-orang yang berperan di dalamnya yang telah membantu ku menjadi lebih dewasa...Amiin Yaa Rabb.
And I finally wanna say "mama papa I'm coming home...listen to my stories, please!!!"
Alhamdulillah. \( ^_^ )/
Sunday, March 30, 2014
"Ambang toleransi ku tinggi, menguntungkan atau tidak?"
meningkatkan kadar iman dan taqwa. Seburuk-buruknya manusia dengan segala masa lalunya pasti bisa diampuni Tuhan dengan taubat yang sesungguhnya, namun bila ada jalan lain untuk bertemu dengan kebaikan lain kenapa tidak. Jalan ku akan sampai pada takdir yang terbaik di dunia ini untuk bekal ku di akhirat. Amiin.
Tuesday, March 25, 2014
"Bukan aku tak mau, melainkan tak bisa...Maafkan ku tak mampu."
Mungkin kami tidak satu frekuensi, tetapi aku berharap dirinya akan menemukan sosok yang pantas baginya. Serta doa ku bagi diri ini adalah segera bangkit dari kesedihan dan menggapai impian ku setinggi-tingginya. Dan mimpi ku yang lain adalah pastinya ingin menjadi sebaik-baiknya pendamping bagi seorang lelaki yang baik bagi ku, bagi keluarga ku dan bagi agama ku. Amiin Yaa Rabb...
P.S : I'am sorry for all mistakes esp. when I shared our problem to your senior and friend because I was worry about you. I hope you'll understand and forgive me sincerely.
-dedicated to my (ex) someone special...dear A.K 'THE RAIDer'-
Sunday, March 23, 2014
Minggu Cerah (30 Desember 2013)
Part 2. "Haruskah berangkat internship ?" -12/08/2013-
Part 1. "Profesi ini pilihan hidup saya" -25/07/2013-
Saturday, June 9, 2012
Tiba-tiba Semua Terasa Tanpa Tujuan...
Saturday, December 24, 2011
Sekedar Paragraf Penutup Akhir Tahun 2011
Beberapa peristiwa terlewati tanpa kehadiran ku,bahkan di tahun lalu kejadian yang membuatkan sangat syok dan sedih adalah ketika kakak ku kecelakaan terjun tetapi aku tak di sana dan hanya memantau dari jauh melalui telepon, sms atau kiriman foto-foto tentang keadaannya. Belum lagi ketika keponakan ku lahir 2 bulan lalu di saat aku tidak sedang libur. Dan hal-hal lain seperti tidak ikut liburan bersama keluarga besar, pernikahan sepupu sampai pernikahan beberapa teman lama yang tidak dapat ku hadiri. Namun, aku tetap bahagia mendengar segala kebahagiaan bagi mereka walau hanya doa yang bisa ku panjatkan dari jauh. Dan aku selalu berharap semua dalam keadaan yang baik-baik saja. Tetapi aku paling khawatir bila sudah mendengar kabar mama atau papa sakit karena kadang pikiran ini jadi tidak menentu dan melantur, namun sekali lagi hanya kepada Alloh SWT aku berdoa dan memohon perlindungan untuk keduanya.
Sedikit kegalauan dalam hati mungkin sering terbersit ketika mendengar teman-teman ku sudah banyak yang sukses dan menikah. Mungkin terkesan iri tetapi hati ini hanya sebuah hati manusia yang jauh dari kesempurnaan. Ingin rasanya aku segera di posisi seperti mereka yang sudah terbilang sukses dalam karir maupun menyempurnakan kodratnya sebagai wanita. Aku pun hanya bisa berdoa dan pasrah menunggu jawaban-Nya soal ini semua. Insyaallah aku akan senantiasa memperbaiki diri lahir dan batin untuk selanjutnya dapat menyempurnakan ibadah ku kepada-Nya. Segala hikmah, nikmat dan karunia Alloh SWT akan selalu dilimpahkan bila manusia selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Karena Dia Yang Maha Tahu apa yang sesungguhnya aku butuhkan dan kapan saatnya tiba maka itu lah saat terbaik bagi ku.
Kisah lain di akhir tahun ini adalah tentang seorang sejawat ku yang baru saja kembali ke haribaan-Nya. Seorang teman,sahabat,saudara bahkan seorang anak yang dikenal baik hati, sopan, cerdas, gigih serta memiliki semangat belajar tinggi. Baru beberapa bulan aku mengenalnya tetapi sangat berkesan. Satu hal yang mungkin jarang dimiliki banyak orang, yaitu sifat sabar yang teramat dalam darinya memberikan sebuah pelajaran bagi ku. Semoga aku pun bisa memiliki hati yang sabar seluas samudera agar dapat menjalani segala cobaan dengan hati yang lapang. Sifat lain dari dirinya yang patut diacungi jempol adalah selalu berpikir positif kepada semua orang dan itu sangat membuat ku terharu karena tidak pernah sedikit pun ada cerita negatif tentang dirinya soal pergaulan maupun kesehariannya. Semoga Alloh SWT memberikan tempat terbaik bagi sejawat ku itu.Amin.
Kalau ditanya mengenai resolusi di tahun depan aku hanya bisa berpikir satu hal, yaitu ingin selalu gigih menjalani hari-hari ku menyelesaikan tugas ku meraih cita-cita. Aku ingin segera menjalani hari-hari baru dengan suasana baru dan lingkungan baru serta menjadikan diri ini lebih bermanfaat bagi manusia lain. Dan kalau bicara tahun baru tentunya beberapa hari setelah tahun baru akan tiba hari dimana aku akan bertambah usia. Usia ku akan semakin dewasa, tetapi kadang sikap dan pikiran ini masih kekanak-kanakan. Aku tidak butuh kado berupa materi, karena aku cuma ingin Alloh SWT mengabulkan doa ku dan berharap Dia akan mendengar lalu melimpahkan harapan ku itu.
Doa dan harapan ku di usia ku yang ke-24 :
1. Ya Rabb, aku ingin Engkau selalu memberikan kesehatan bagi kedua orang tua ku agar mereka dapat ku bahagiakan seperti mereka membahagiakan ku hingga kini, walaupun mungkin segala jerih payah mereka tak ternilai harganya tapi aku mohon berikan lah waktu dimana aku dapat membahagiakan mereka, melihat ku sukses dalam karir, mengantarkan ku menikah sampai memberi mereka cucu yang sholeh/sholeha dan lucu-lucu...Amin.
2. Ya Rabb, aku ingin selalu diberikan kelancaran dalam menggapai cita-cita dan izinkanlah aku untuk selalu menuntut ilmu setinggi-tingginya agar senantiasa bermanfaat bagi manusia lainnya sebagaimana profesi ku saat ini...Amin.
3. Ya Rabb, doa ku yang ini sebenarnya aku malu mengungkapkan tapi aku ingin sekali Engkau mendengarnya dan mengabulkannya di usia ku ini, tunjukkanlah jodoh ku Ya Mujib, pertemukanlah kami dalam tali silaturahmi di jalan-Mu, permudahkanlah jalannya menemukan hati ku sehingga kami dapat berkumpul dalam suasana hati yang tulus karena-Mu Ya Jami', berikanlah kesejukan di hati kami ketika bertemu Ya Waduud, dan eratkan hati kami selalu dalam iman kepada-Mu Ya Karim...Amin Ya Rabbal Alamin...
Ya Alloh Ya Rahman Ya Rohim,,,hanya kasih sayang-Mu lah yang mampu membuat diri ini merasa aman dan tenang, dan terima kasih Engkau selalu mengirimkan orang-orang yang menyayangi ku di mana pun aku berada. Orang tua, saudara, sahabat dan guru ku adalah manusia yang Engkau kirim untuk ku. Terimakasih Ya Alloh Ya Wahab...
Lahawlaa wa laa kuwwata illaabillahil aliyil adzim
Sholallahu 'ala syaidina Muhammadin wa 'ala alihi wa sahbihi wassalam wal hamdulillahirrobbil 'alamin....
"All my life I'll give my best for everything I do and especially for my parent whom I'll dedicate my successful by make them proud and happy,,,I love mama and papa"
Wednesday, October 19, 2011
Me and my lovely Grandel’s from Grabag to Semarang on 20 September to 13 november 2010
Hari yang sebelumnya tidak pernah terbayang sedikit pun, hari dimana saya harus mencicipi jadi seorang pasien pada sebuah paviliun “G” di kota itu. Hari pertama tiba, diri ini masih seperti orang yang “sok kuat” sampai akhirnya sudah tidak tahan dan ingin pingsan. RL iv pun harus terpasang di tangan ini, sampai tiba di UGD apa yang terjadi???,,,,tentu saja saya harus dirawat,,,dan akhirnya dirawat lah di kelas dua RS itu,,,malam itu teman-teman saya yang bergantian jaga,,,benar-benar malam itu adalah malam yang sangat menyedihkan bagi saya,,,jauh dari mama dan papa,,,tapi Alhamdulillah teman-teman saya sudah mau meluangkan waktu mereka untuk bergantian menjaga saya yang sudah tidak berdaya ini. Malam itu tidak akan terlupakan,,,bahkan saat ingin ke kamar mandi saja kaki ini sampai sulit sekali melangkah karena kram di bagian betis,,,tidur pun rasanya sulit sekali, terasa di telinga ini berisik sekali dan tidak tahu ada apa sebenarnya. Sampai akhirnya keesokan harinya mama dan adik saya datang dari jakarta. Yang paling terharu ketika harus melihat mama menangis. Pada hari kedua itu saya langsung dipindahkan ke paviliun “G” dengan harapan suasanan disana dapat mendukung kesembuhan karena situasi lebih kondusif. Alhamdulillah selama empat hari dirawat keadaan saya pun semakin membaik. Awalnya saya sangat tidak yakin akan terus melanjutkan perjalanan bersama sembilan orang teman saya itu, namun hati ini semakin yakin ketika seorang dokter spesialis penyakit dalam yang merawat saya itu visit dan memberikan semangat dengan kalimatnya yang sangat santun. Saya tidak akan melupakan dokter itu, dia sangat baik dan kalimatnya pun selalu memotivasi saya sehingga pada hari kamis trombosit yang tadinya sempat turun hingga 13.000 menjadi naik. Hari kamis malam pun saya dijemput teman-teman menuju Magelang, dan hari- hari kami pun dimulai.
Sungguh perjalanan kami memang diwarnai dengan kegembiraan. Tinggal satu atap membuat kami saling mengenal watak satu sama lain. Walaupun sempat ada momen yang kurang mengenakan, tetapi itu semua telah selesai dan kembali seperti sedia kala. The Grandel’s,,,,yaa,,,itu lah nama kami. Nama itu diciptakan oleh seorang teman saya yang kepanjangannya diambil dari nama desa tempat kami menetap selama lima minggu. Selama disana banyak pelajaran yang dapat kami ambil, tidak hanya bagaimana cara kerja masing-masing program puskesmas tetapi juga tentang sebuah makna kehidupan. Disana baru terasa pentingnya bersosialisasi dan mengenal orang baru. Orang-orang desa yang sangat baik, mereka bahkan mungkin belum terjamah oleh pikiran-pikiran negatif. Niat orang-orang desa yang selalu ingin membantu sesama tanpa pandang bulu. Dan itu sangat menyentuh saya. Pelajaran lain adalah mengenai makna Kedokteran Keluarga yang cukup menarik perhatian saya dan membuat saya merasa bahwa adanya seorang dokter keluarga itu ternyata penting. Tidak mudah juga ternyata untuk menjadi seorang dokter keluarga, karena hal utama dalam benak seorang dokter keluarga adalah tentang sebuah niat dan keikhlasan. Bagi saya seorang dokter keluarga bukan lah sekedar dokter yang setelah memberi resep obat lalu selesai, namun harus menjalankan tugas secara paripurna dan menyeluruh. Menjaga agar yang sehat tetap sehat dan mengobati yang sakit sesuai keilmuan yang dimiliki serta melakukan rujukan sesuai kebutuhan. Intinya seorang dokter keluarga harus lah seorang dokter yang cerdas dan pandai berkomunikasi. Cerdas untuk mendiagnosis dan pandai berkomunikasi aktif untuk mendalami penyakit serta faktor risiko yang dimiliki pasien, sehingga dapat dilakukan suatu edukasi maupun penatalaksanaan yang berkesinambungan bagi pasien serta keluarganya. Itu lah yang membuat saya tertarik untuk menjadi seorang dokter keluarga.
Kisah perjalanan kali ini sangat seru dan pastinya penuh keceriaan. Saya senang bisa bersama-sama sembilan orang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga dan saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT karena telah mengirimkan mereka sebagai teman dalam satu tim. Tim yang solid dan penuh kekeluargaan.
I’ll always remember those moment when we spent our time together with laugh, happiness or even tears. Love you all my Grandel’s and thank you for those togetherness.
Wednesday, October 12, 2011
Cerita Hati Tentang Ikhlas dan Lapang Dada
Sempat gundah sampai sakit melanda ketika hati bimbang menanti keputusan itu.
Seminggu yang terasa amat suram menghalau angan dan cita-cita serta rencana masa depan yang sudah tertanam erat dalam hati, semua itu karena saat keikhlasan belum datang sepenuhnya menyelubungi nurani yang kian resah sehingga tak paham harus dibawa kemana asa ini.
Tiba waktunya hari dimana arti kemunculan sebuah nama terpugut di selebaran pengumuman jadwal stase,,hmmm,,,yaa,hari itu hati ini sudah mengikhlaskan apapun keputusannya.
Dan ternyata memang Aku harus tetap melanjutkannya di kota ini.
Malam sebelum hari itu Aku berpasrah pada-Nya memohon dari lubuk terdalam akan yang terbaik bagi diri ini, memohon tempat terbaik melanjutkan stase yang masih 6 lagi harus Aku jalani.
Awalnya ego ini sangat tak terkendali menginginkan agar kembali ke jakarta berharap lebih cepat menyelesaikan stase-stase, ditambah lagi rasa iri terhadap kawan-kawan yang sudah melaju lebih cepat dari pada Aku di sini.
Semua itu makin Aku pasrahkan ketika tahu bahwa ada yang lebih tepat untuk didahului mengambil tempat karena memang mereka seharusnya sudah selesai, itu lah yang Aku kecewakan dari sistem yang mengolah perjalanan Kami ini karena sistem yang kurang peka dalam mempertimbangkan keadaan di masa lalu dan masa kini,,,yaa,itu hanya opini Ku.
Kalaupun harus ditunjuk siapa yang salah mungkin sang empunya sistem lah yang perlu mempertanggungjawabkan semua kericuhan ini, tetapi apa mau dikata mulut ini tak memiliki kuasa dan yang bisa dilakukan hanya berdoa memohon yang terbaik karena Sang Kuasa lah yang Maha Tahu tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia.
Dan saat ini pun Insyaallah Aku sudah ikhlas untuk apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini kelak, hanya doa dan ikhtiar yang akan Aku lakukan.
Kalau pun ada yang terberat untuk Aku relakan adalah waktu Ku yang semakin jarang Aku habiskan bersama keluarga.
Untuk kedua orang tua Kami yang saat ini sudah semakin sering melalui hari-hari hanya berdua karena anak-anak mereka mulai sibuk mengejar cita-citanya, namun Aku harap semua yang Kami lakukan mendapat ridho keduanya dan dapat membahagiakan keduanya kelak.
Aku dan kedua saudara kandung Ku dilahirkan dari orang tua yang berjiwa besar dalam membesarkan anak-anaknya, dari kecil Kami dididik untuk menjadi manusia yang mengejar cita-cita menjadi orang sukses dan kini Alhamdulillah Kami bertiga memiliki profesi yang sama-sama bergerak dalam bidang yang notabennya adalah sebuah pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga Allah SWT selalu memberi kemudahan dalam menjalankan profesi Kami dan selalu meluruskan niat Insyaallah tulus karena-Nya.Amin...
Wednesday, July 6, 2011
Apakah Tanda-Tanda Kiamat Ada Di Diri Ku ???...
Yang baru Aku sadari ini ternyata memang benar ada pada Ku.
Aku menyadari namun tetap takut kalau-kalau akan selalu mengulangi itu semua. Aku merasa belum sepenuhnya berbakti pada mereka.
Yaaa,,,memang mungkin Aku selalu mengelak dalam hati kalau itu wajar sering Aku lakukan, tetapi ternyata tidak seharusnya Aku seperti itu. Aku menyesal, tetapi tetap takut hal-hal kekanak-kanakan itu akan terulang lagi.
Memang diri ini terkesan kekanak-kanakan karena memang Aku masih merasa ingin diperlakukan seperti masa itu. Masa-masa tanpa beban yang selalu didampingi, ditemani bahkan dilayani. Sekali lagi hal-hal itu memang seharusnya sudah tidak aku lakukan,tapi Aku masih sering khilaf.
Hati ini sadar dan memohon ampunan-Nya, tapi kenapa mulut ini berat dalam berucap meminta maaf kepada mereka.
Mungkin cara lain yang bisa Aku lakukan adalah melakukan apa yang mereka mau Aku lakukan karena pasti mereka selalu memaafkan semua khilaf Ku.
Di tempat yang jauh ini Aku selalu memohon kepada-Nya agar mereka diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala godaan syaitan yang terkutuk.
Dan bila Aku tiba kembali dalam kebersamaan kami, Insyaallah akan selalu Ku buat mereka senang dengan apa yang Ku lakukan. Sesungguhnya Aku selalu ingin mendapatkan ridho mereka. Karena ridho-Nya hanya akan Ku dapat dari keridhoan mereka.
Allahummagfirlii wali waali dayya warhamhumaa kamaa robbayaa ni shoghiroo...Amin.
"Ya Rabb, Aku cuma titipan dari Mu bagi Mereka, dan Aku masih menjadi tanggungan di usia yang sudah beranjak dewasa ini. Yang bisa Aku lakukan saat ini adalah terus berusaha semaksimalnya untuk meraih cita-cita Ku yang juga cita-cita mereka,,,Insyaallah Aku akan terus mempertahankan semangat ini dalam menjalankan tanggung jawab serta kewajiban Ku sebagai seorang hamba-Mu juga terhadap profesi Ku kini dan nanti... Amin."
Wednesday, June 29, 2011
"Smile is the cure of all sickness"
Saturday, April 16, 2011
Tentang Pengabdian dan Proses Menjadi Dewasa...
Malam ini mungkin malam minggu trakir aku bisa santai dan kumpul bersama keluarga.
Hari minggu aku harus mulai packing persiapan berangkat ke kota tempat ku akan menjalani kewajiban selama 1 tahun.
Hari senin malam aku pun berangkat menuju kota itu.
Aku harap tidak akan ada air mata saat keberangkatan ku.
Dan hari selasa akan mulai kehidupan baru ku disana.
Semoga hari-hari disana bisa menyenangkan dan membuat ku betah, walaupun mungkin harus adaptasi dari awal.
Namun, ada satu rasa dimana hati ini seperti akan dilepas dari keluarga untuk menuju kemandirian.
Rasa yang sulit sekali aku ungkapkan, dan ini seperti rasa dimana aku harus bisa memulai diri ini menjadi sosok yang lebih dewasa dimana pertama kalinya aku akan jauh dari mama dan papa dalam waktu yang cukup lama.
Mungkin terkesan berlebihan atau manja,tapi bagi ku bukan itu!!!
Aku kadang seperti tidak tega meninggalkan rumah jauh-jauh karena mama dan papa pasti kesepian,dan mungkin mulai saati ini hari-hari mereka akan mulai kesepian.
Saat anak-anak mereka mulai dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing pasti hari tua mereka juga akan menjadi sepi.
Kadang liburan panjang yang sering membuat diri ini bosan ada hikmahnya,yaitu bisa aku manfaatkan untuk lebih dekat dengan orang tua ku.
Kadang aku merasa tandai-anda kiamat ada pada ku karena tak jarang aku sering sekali membuat mama marah, kesal atau mengomel. Dan itu semua pasti akan sangat aku rindukan.
Berada jauh dari orang tua untuk ku bukan sesuatu yang mudah, bukan karena aku suka dimanja tetapi karena aku sering terlalu khawatir tentang kesehatan mereka karena kalau aku tidak di rumah pasti aku tidak bisa memantau secara langsung.
Aku sangat berharap Allah SWT akan selalu menjaga mama dan papa...Amin.
Hal yang perlu aku sadari adalah tugas ku kelak untuk melakukan pengabdian yang sebaik-baiknya. Dan mungkin setelah ini aku akan tugas di tempat yang jauh dan harus menjadi pribadi yang mandiri.
Menjalankan tugas itu sendiri dan mungkin mengambil keputusan sendiri pasti akan ku alami. Dan semua itu pasti tidak akan luput dari bantuan Allah SWT.
Jalan yang diberikan-Nya untuk ku maka itulah takdir ku, apa yang akan aku putuskan maka itulah takdir ku, dan apapun yang akan terjadi kelak itu bukanlah suatu kebetulan.
Subhanallah,,,Maha Suci Engkau Ya Rabb.
Hati ini tidak akan tenang bila aku jauh dari-Mu.
Tingkah laku ku tidak akan ikhsan bila aku lupa pada-Mu.
Aku pasrah kan diri ini pada-Mu Ya Allah agar aku bisa menjadi pribadi yang rendah diri dan bijaksana.
Aku mohon diberikan kesabaran dalam menjalankan amanah-Mu ini.
Aku mohon dijauhkan dari segala godaan setan selama aku menuntut ilmu di kota itu.
Dan aku mohon lindungi dan jagalah orang tua ku selama aku jauh dari mereka.
Amin Ya Rabbal alamin....
Ya Wahab,,,Limpahkan anugerah-Mu bagi orang tua ku.
Ya Wali,,,Lindungi keduanya dari segala penyakit dan bahaya.
Ya Awal,Ya Muqodim,,,Awalilah proses menuntut ilmu ku ini dengan segala kebaikan dan kemudahan.
Ya Alim,Ya Rosyid,,,limpahkan dan tanamkanlah ilmu-Mu yang bermanfaat bagi ku.
Ya Khofid,,,aku mohon rendahkan hati ini selalu.
Ya Mujib,,,kabulkan doaku Ya Allah,,,,Amin...
Friday, March 18, 2011
Have I treated my destiny properly??...
Sometimes I'd better to live with no problems,,but sometimes it's better for me to drown into a huge dilemma,,,
I found my destiny day after day,,,
I do pass my destiny time after time,,,
But the question is "have I treated my destiny by maximal effort???"
Oww yaaaa,,,
I think I still on medium effort,,,
The lack of my self is sometimes I'm getting weak when I feel asleep,I can't do my task properly.
I'd love to learn and I do need to update my brain by reading textbook or exploring a new health issue,but I will not be enjoy learning under pressure.
When situation getting strength I feel emptiness on my brain like there is no word I can say and I genuinely dislike that situation.
The point is uncomfortable situation suddenly can ruin my brain.
My last examination was held a week ago and it was full of nervousness,even I couldn't answer a simple question,,shame on me,,,
10 weeks had made me more savvy about how to treat my destiny,now I realize how important to make a positive situation by positive thinking before start a new step.
For now and later,I say Alhamdulillah and I hope Allah SWT always leads my way by the time I grow up,save my life,keep me health so I can do my duty properly. And also keep my parent health so they can see me success and make them proud ,.Amien...
Kenyataan yang baru disudahi dan Doa yang jadi kenyataan...
Bisa dibilang kalau hari-hari itu membuat saya merasa tidak kerasan.
Saat teori tidak sejalan dengan realita,
Saat yang lebih paham punya pendapatnya sendiri,
Saat keadaan benar-benar sangat tidak sejalan dengan prinsip dan keinginan saya.
Semua itu hanya membuat otak ini selalu berpikir negatif,
dan selalu difensif.
Tapi ternyata itulah kesalahan saya,,,
Karena mungkin niat ini sudah tercampur dengan pikiran yang tidak jernih,,,
Selalu menganggap diri tidak beruntung,,,
Selalu merasa tidak ada keadilan,,,
Selalu mengeluh di saat-saat yang seharusnya bisa dilalui dengan kesenangan,,,
Dan ternyata itu membuat saya gagal dalam mengendalikan diri.
Seharusnya jalani saja,,,
Memang saya jalani sampai akhir tapi salahnya adalah menjalani dengan tulus yang setengah-setengah,,,dan mungkin hasilnya pun jadi setengah-setengah...
Pelajaran yang berarti kali ini adalah tentang pentingnya niat tulus dan berpikir positif agar segalanya berjalan sebaik-baiknya dan hasilnya pun didapat yang paling maksimal,,,
Sekarang saatnya menerima kenyataan baru dimana doa-doa masa lalu terkabulkan,,,
Insyaallah saya hanya ingin meluruskan niat Lillahita'ala untuk menjalani tahapan selanjutnya,walaupun ada sedikit rasa berat tapi Insyaallah semua ini akan membawa berkah,,,Amin...
"Ya Rabbana,aku mohon bantulah diri ini untuk selalu meluruskan niat dan dengan tulus menjalani kewajiban-kewajiban ku hingga aku mendapatkan hak ku yang paling setimpal dengan apa yang telah ku perbuat,,,Amin"
Wednesday, August 11, 2010
First step at 4n6 DR.KARIADI SEMARANG , 5-31 Juli 2010

Sebuah cerita yang terangkum dalam 1 bulan ketika menjadi bagian di departemen tersebut,,,,
banyak cerita dan banyak peristiwa,,,,
semua telah terelaborasi menjadi satu, dan ini semua tentang sebuah ilmu yang menjelma menjadi sebuah pengalaman hidup....
Awalnya sungkan sekali untuk berangkat menuju departemen yang menurut para pendahulunya itu adalah sebuah departemen yang paling "bonam",,,
wah,,,mendengar kata "bonam" hati ini jadi agak penasaran, dan akhirnya pergilah hati ini dengan lapang,,,
Sesampainya disana, semua pelajaran pun dimulai,,,
tidak hanya belajar mengenai teori visum (6 syarat : tertulis,dibuat oleh dokter, dengan pengetahuan yang sebaik-baiknya, sumpah jabatan, atas permintaan penyidik, dan untuk kepentingan peradilan) ataupun cara otopsi mulai dari tekhnik Rokitansky, Virchow, Lettule dan Ghon bahkan sampai mendapat sebuah pelajaran hidup yang berarti,,,
Orang datang kesana bukan dalam sebutan pasien lagi tetapi jenazah,,,
tidak terbayang bentuk rupa sekalipun aromanya,,,
saat dimulai kami selalu berdoa untuk sang jenazah,,,
lalu kami pun mulai belajar,,,
tak jarang tawa pun menghiasi suasana belajar,,,
Yang saya ingat disana tidak hanya teori bagaimana cara identifikasi luka yang baik dengan urutan yang sudah diatur mulai dari Jenis luka, Lokasi, Bentuk, Ukuran dan Sifat luka tersebut,,,
beberapa buku pun mau tidak mau wajib dilahap dalam waktu sebulan demi memahami ilmu yang menurut saya menarik ini,,,
tak jarang saat tidur pun terngiang isi pasal 1 butir 28 KUHAP tentang keterangan ahli guna kepentingan pemeriksaan, pasal 133 ayat (1) KUHAP tentang wewenang penyidik meminta keterangan ahli kepada dokter atau ahli lainnya dan pasal 179 ayat (1) tentang kewajiban dokter atau ahli lainnya memberikan keterangan ahli,,,
namun semua ini bukan hanya sekedar hafalan yang akan diingat selama sebulan saja, tetapi inilah bekal dalam melakukan kewajiban sebagai seorang ahli,,,
dan saya pun jadi tahu kalau boleh saja menolak membuat keterangan ahli bila memenuhi syarat dan itu diatur dalam pasal 170 KUHAP, namun kalau menolak dengan alasan yang tidak masuk akal akan dikurung selama 14 hari sesuai dengan pasal 161 KUHAP,,,
tidak lupa juga isi pasal 184 KUHAP yang selalu diingat mengenai keterangan ahli, yaitu berupa (1) Keterangan Ahli, (2) Keterangan Saksi, (3) Surat, (4) petunjuk,(5) Keterangan Terdakwa ,,,
Minggu pertama cobaannya adalah rasa mengantuk yang tidak tertahan,,,sampai pernah tidur dengan pulasnya,,,untung tidak ditegur...@_@
Minggu kedua mulai godaan duniawi,,,mulai dari hasrat untuk keliling kota Semarang sampai godaan karena melihat makhluk yang menawan,,,,Subhanallah,,,kadang mata dan otak ini sampai tidak konsen kalau makhluk itu tiba-tiba lewat di depan mata ini...^_~
Minggu ketiga bukan cobaan biasa lagi,,,tapi menuju ujian,,,hari yang cerah namun hati ini tidak menentu,,,bahkan sampai detik ini pun masih terngiang suara kencang super lantang dari konsulen ku yang super power tapi sebenarnya baik hati,,,walaupun referat ku dan kawan-kawan sekelompok dibantai habis ternyata Alhamdulillah nilai ku sangat memuaskan,,,terimakasih sekali untuk Ibu In*** yang sudah membimbing kami...^_^
Minggu keempat saatnya ujian OSCA,,,hari yang tegang,,,tetapi tetap tersenyum,,,seribu gerogi sudah hilang karena yang ada hanya pasrah saja,,,siap tempur dan menerima risiko apapun,,,sesulit apa pun soal sudah tidak terbayang lagi,,,dan hasilnya pun Alhamdulillah memuaskan,,,nilai rapot ku sukses,,,aku senang,,,mama dan papa juga senang,,,aku pergi jauh-jauh tidak sia-sia pulang membawa hasil baik,,,,terimakasih Ya Rabb,,,
Pelajaran lain adalah ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki beragam keunikan,,,berbagai sifat yang bisa kujadikan pelajaran juga,,,ada yang baik dan ada yang kurang baik,,,semua itu ku pilah sedemikian rupa hingga didapatkan sebuah kesimpulan bahwa tidak selamanya orang memiliki sifat baik,,,maka timbul pertanyaan di benak ini,,,apakah diri ini sudah baik ?????
ternyata aku pun belum lebih baik dibanding mereka yang masih kurang baik,,,intinya aku harus mau maju untuk memperbaiki diri,,,
mungkin ada yang sadar kalau dirinya memang kurang baik,,,ya begitulah manusia,,,aku pun tidak menyalahkan prinsipnya,,,justru itu lah yang memberi ku teguran kalau penting sekali merubah diri ke arah yang lebih baik,,,
untuk semua yang telah menghiasi 1 bulan ku disana, cuma terimakasih yang bisa kusampaikan,,,walaupun mungkin kalian tidak tahu tetapi ini lah aku yang telah banyak belajar dari kalian,,,,
teman-teman,,,,para residen,,,para konsulen,,,serta ibu dan bapak kos ku tercinta,,,kalian semua telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ku,,,1 bulan ternyata banyak membawa perubahan bagi ku,,,,kini aku telah menjadi sesorang yang lebih baru,,,semoga hati ini tetap terjaga dan istiqomah,,,,
Ya Rabb,,,terimakasih atas ilmu yang Engkau limpahkan dan orang-orang di sekeliling ku yang Engkau kirimkan untuk membuat diri ini menjadi lebih bermanfaat lagi,,,,Alhamdulillahirobilalamin,,,,
Friday, June 25, 2010
I'm in LOVE,,,
I'd Love to be someone new...
I'd Love to be more usefull...
I'd Love to be more patient...
I'd Love to be a real woman...
this is my life,,,
never ending story I will create,,,
create a struggle life but simple,,,
even if it is a harsh life I'll keep do my things by my power,,,
but I still need someone in my life,,,
if you are that someone whom I expect, it must be God's answer for this long waiting,,,
but if it is not,,,
I'll let it go with all my heart and soul,,,
so I'll wait again for another destiny,,,
and pray for more chances like this,,,
today is one of the day I interest,,,
but I believe that God will give one more day just like today,,,
Insyaallah,,,Amin...
"just part of my life"
Monday, June 21, 2010
17 Juni 2010
tgl 17 Juni 2010 adalah sebuah penantian,,,
hari disaat aku mendapat gelar itu,,,
sebuah gelar yang menjadi awal langkah ku selanjutnya,,,
walaupun mungkin kebahagiaan hari itu tidak bisa sebahagia yang ku harapkan,,,
senyum ku tetap lebar, tetapi mungkin tidak ada seorang pun yang tahu apa yang sebenarnya ada di benak ini,,,
namun, aku hanya ingat beberapa nasihat dari guru-guru ku tentang arti kebahagiaan dan perjuangan,,,
semua yang ku dapat tidak lepas dari ridho-Nya,,,
aku sampai di detik ini karena-Nya,,,
orang tua ku lah sebagai perantara kasih sayang-Nya,,,
guru-guru ku lah perantara ilmu-Nya,,,
dan melalui sahabat Dia memberi ku canda tawa,,,
aku saat ini bahagia, tetapi sesungguhnya tidak terlalu bahagia,,,
yang tahu hanya Dia,,,
namun InsyaAllah aku pun tetap mensyukuri nikmat ini,,,
Makin hari makin banyak peristiwa yang membawa otak ini untuk terus berpikir, manusia sukses dan gagal. Yang sukses ternyata tidak selalu dengan cara yang lurus, kadang ada yang berbelok sedikit bahkan banyak. Yang gagal pastinya menyesal sekali bahkan ada yang sampai terpuruk dan lupa untuk tetap memotivasi dirinya karena tidak pandai mengambil hikmah dari sebuah kejadian. Dan aku sudah mengalami keduanya, yaitu sukses dan gagal. Gembira sekali rasanya ketika aku sukses dan sedih sekali rasanya ketika gagal hingga air mata mengering. Sekarang aku makin paham akan sebuah hikmah dari kesuksesan maupun kegagalan. Hidup pasti akan berhadapan dengan kedua hal tersebut, dan pastinya semua orang ingin selalu menjadi sukses.
Dan inilah aku sekarang , InsyaAllah siap menjalani hari-hari selanjutnya. Luruskan niat LILLAHITA'ALA dan tetap semangat.
" Yang aku usahakan adalah untuk selalu sukses dalam setiap proses walapun hasilnya gagal sekalipun ".
Tuesday, September 29, 2009
Penilian Preprosedur pada Pasien yang akan Menjalani Tindakan Gastrointestinal ( Part 2 ) Douglas J. Robertson
INFORM CONSENT
Komponen utamanya antara lain :
1. Deskripsi prosedur
2. Indikasi untuk prosedur yang dilakukan
3. Risiko dan komplikasi prosedur
4. Alternatif lain selain prosedur yang akan dilakukan
Penjelasan dilakukan secara keseluruhan, hingga pada akhirnya pasien bertanya sampai mengerti tentang semua yang diinformasikan.
PENILAIAN PASIEN
Pasien harus menjalani laporan singkat mengenai status pengobatan yang sedang dijalaninya dan riwayat alergi. Penilaian kardiopulmonal harus dicek sebelumnya untuk tindakan endoscopy sedatif. Informasi pasien tersebut harus diketahui oleh operator maupun asisten ketika melakukan tindakan.

Liver Disease
Pasien sirosis seringkali menderita perdarahan gastrointestinal membutuhkan perawatan antara lain tindakan endoscopy. Sirosis menyulitkan tindakan endoscopy pada beberapa hal. Pertama, disfungsi hepar dapat mengubah metabolisme obat. Pada penelitian prospektif, eliminasi midazolam mengalami pemanjangan (3,9 jam) bila dibandingkan dengan kontrol (1,6 jam). Penggunaan opioid narkotik juga menjadi penyulit bagi pasien ini. Depresi pernapasan juga harus diperhatikan dengan spesifik, terutama pada keadaan acites, hepatic hydrothorax, atau hepatopulmonary syndrome. Dengan pertimbangan tersebut, berikut ini adalah beberapa saran dalam melakukan tindakan :
1. Turunkan dosis golongan sedativ setengah dari dosis awal untuk standar kesehatan pasien sesuai usia dan massa tubuh.
2. Administrasi sedasi dengan sedikit kenaikan.
3. Pergantian antara benzodiazepin ( romazicon ) dengan narcotic (narcan) harus disiapkan. Tugas operator harus dapat memahami penggunaan obat-obat tersebut dan disesuaikan dengan dosis standar.
Kedua, sirosis hepar merupakan predisposisi meningkatnya risiko perdarahan GI melalui beberapa mekanisme. Sintesis yang tidak adekuat dari faktor pembekuan dapat memperpanjang waktu perdarahan (bleeding time). Hal tersebut dikarenakan hipertensi portal dihubungkan dengan trombositopenia. Untuk itu, perdarahan aktif yang terjadi saat tindakan endoscopy perlu ditangani, segera lakukan koreksi keabnormalan pembekuan darah. Untuk mencapai koreksi yang baik digunakan fresh frozen plasma (FFP). Koreksi berhasil bila mencapai international normalized ratio (INR) kurang dari 1,5. Pada pasien dengan trombosit kurang dari 50.000, pertimbangkan diberikannya transfusi. Pengecualian untuk endoscopy pada pasien tanpa perdarahan GI, koreksi agresif untuk keabnormalan pembekuan tidak perlu dilakukan. Jika INR pasien kurang dari 2,5 dan trombosit lebih dari 20.000, maka risiko terjadinya perdarahan minimal.
Referensi :
Drossman DA, Shaheen NJ, Grimm IS.Handbook of Gastroenterologic Procedures.Philadelphia:Lippincott Williams & Wilkins;2005










